Link Website MGMP Kab./Kota Jawa Timur
Bangkalan
Banyuwangi
Blitar
Gresik
Jember
Jombang
Lamongan
Lumajang
Magetan
Malang
Mojokerto
Nganjuk
Pacitan
Pasuruan
Probolinggo
Sampang
Sidoarjo
Situbondo
Trenggalek
Tuban
Kota Batu
Kota Blitar
Kota Kediri
Kota Madiun
Kota Mojokerto
Kota Pasuruan
Kota Probolinggo
Kota Surabaya
Pemahaman musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) adalah berupa pengertian, tujuan, struktur, dan aspek-aspek MGMP. Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) merupakan wadah kegiatan profesional bagi para guru mata pelajaran yang sama pada jenjang SMK, baik di tingkat sekolah maupun pada tingkat kabupaten/kota. MGMP dianggap paling efektif bagi guru untuk membantu koleganya atau anggotanya dalam melaksanakan kurikulum.
A. TUJUAN MGMP
Memperluas wawasan dan pengetahuan guru khususnya materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, dan metode pembelajaran.
Memberikan kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan pendekatan inovasi pembelajaran yang lebih profesional.
Memberdayakan dan membantu anggota dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.
Mengubah budaya kerja anggota dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme
Meningkatkan mutu pembelajaran yang tercermin dari hasil belajar peserta didik.
Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat MGMP.
B. STRUKTUR KEPENGURUSAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP)
Struktur MGMP merupakan susunan pengurus terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan ketua bidang, yaitu 1) bidang pengembangan SDM, 2) bidang humas dan publikasi, dan 3) bidang IT dan media sosial serta anggota yang berasal dari guru sekolah negeri, swasta, guru PNS dan non-PNS dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Pengurus dipilih oleh anggota berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
C. APSEK-ASPEK DALAM MGMP
Aspek MGMP terdiri atas fungsi dan tugas. Fungsi MGMP ada tujuh, yaitu organisasi, program, sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan monitoring dan evaluasi. Masingmasing fungsi dirinci lagi menjadi 2 dan 3 bagian. Untuk jelasnya, aspek MGMP disajikan pada gambar berikut.
Tugas utama MGMP adalah membantu sesama guru yang tergabung dalam anggota MGMP dalam meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran melalui bertukar pendapat mengenai persoalan yang dihadapi anggota dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Selain itu,
MGMP juga mengembangkan dan meningkatkan kompetensi anggota guru melalui pelatihan yang terkait dengan pembelajaran.
D. PELATIHAN
Pola Pelatihan kepada Guru Melalui MGMP
Pola pelatihan dapat dirinci menjadi dua, yaitu guru berdasarkan beban belajar dan berdasarkan kemampuan.
Berdasarkan beban belajar
Pola pelatihan berdasarkan beban belajar terdapat tiga jenis, yaitu pola 3 jam, pola 8 jam, dan pola 3—5 hari.
Pola 3 jam: bagi peserta pemula atau peserta yang hanya memerlukan informasi secara garis besar saja tentang apa, mengapa dan bagaimana KOSP sehingga mereka mampu menetapkan kebijakan tentang kebutuhan pelatihan yang diperlukan, baik sekolah maupun bagi sekolah di provinsi/kabupaten/kota tertentu.
Pola 8 jam (sehari): peserta memahami secara menyeluruh tentang apa, mengapa dan bagaimana kurikulum sehingga mereka mampu membuat kurikulum sendiri serta menetapkan pola pelatihan yang diperlukan bagi sekolah-sekolah di provinsi/kota/kabupatennya. Pola ini memberikan informasi lengkap tapi tanpa praktik.
Pola 3—5 hari: bagi sekolah-sekolah yang memerlukan bimbingan secara lengkap serta bagi para calon pelatih yang akan memberikan pendampingan kepada sekolah sehingga sekolah mampu mengembangkan kuriukulum sendiri.
Pola pelatihan berdasarkan kemampuan
Pemula: bagi peserta yang baru pertama kali mendengar tentang kurikulum sehingga memerlukan orientasi awal tentang kewajiban/hak sekolah untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri.
Madya: bagi peserta yang telah memperoleh informasi awal(pemula) tentang KTSP dan ingin memperoleh penjelasan lebih lanjut sehingga mereka mampu menetapkan pendampingan, pelatihan, dan sosialisasi yang diperlukan bagi tenaga kependidikan di sekolah serta daerahnya masingmasing.
2. Strategi Kegiatan
Kegiatan diawali dengan menggali informasi melalui sejumlah aktivitas antara lain: 1) berkonsultasi dengan pimpinan dan ahli yang relevan, 2) mengkaji literatur tentang pelatihan kurikulum dan hasil pelatihan kurikulum, serta 3) mengkaji literatur terkait dengan data sekunder. Hasil yang diperoleh pada tahap ini dimuat pada bab tentang kajian literatur dan kajian data sekunder
Tahapan setelah kegiatan awal ini, yakni dikembangkannya model pelatihan yang memberdayakan MGMP.
Kegiatan berikutnya, yakni kelompok diskusi terpumpun (KDT) untuk menggali informasi dari narasumber yang relevan dengan melakukan brain storming terkait dengan isu yang akan dilakukan termasuk langkah kegiatannya.
Pengembangan instrumen dilakukan setelah KDT. Tahapan yang dilakukan pada pengembangan instrumen mencakup: pengembangan kisi-kisi instrumen yang diikuti dengan penyusunan instrumen.
E. PROGRAM KEGIATAN MGMP
Program MGMP merupakan bagian utama dalam pengembangan MGMP. Program tersebut harus selalu merujuk pada usaha peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. Setiap program MGMP diharapkan memiliki kerangka program yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
Kerangka Dasar Kegiatan MGMP Kerangka dasar program kegiatan MGMP merujuk kepada pencapaian empat kompetensi guru, yaitu kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian.
Struktur Program Kegiatan MGMP Struktur program kegiatan MGMP terdiri atas program umum, program inti/pokok, dan program penunjang dengan uraian sebagai berikut:
Program umum adalah program yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada guru tentang kebijakankebijakan pendidikan di tingkat daerah sampai pusat.
Program inti adalah program yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Program ini dapat dikelompokkan ke dalam program rutin, program pengembangan, dan program penunjang.
Program rutin terdiri atas:
Diskusi permasalahan pembelajaran.
Penyusunan dan pengembangan silabus, program semester, dan rencana program pembelajaran.
Analisis kurikulum.
Penyusunan laporan hasil belajar siswa.
Pendalaman materi.
Pelatihan terkait dengan penguasaan materi yang mendukung tugas mengajar.
Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi ujian nasional dan ujian sekolah
Program pengembangan sekurang-kurangnya dapat dipilih lima dari kegiatan-kegiatan berikut:
Penelitian, di antaranya penelitian tindakan kelas/studi kasus.
Penulisan karya ilmiah.
Seminar, lokakarya, kolokium (paparan hasil penelitian), dan diskusi panel.
Pendidikan dan pelatihan berjenjang (diklat berjenjang).
Penerbitan jurnal dan buletin MGMP.
Penyusunan dan pengembangan laman MGMP.
Kompetisi kinerja guru.
Pendampingan pelaksanaan tugas guru oleh pembimbing/tutor/ instruktur/ fasilitator di MGMP.
Lesson study (suatu pengkajian praktik pembelajaran yang memiliki tiga komponen yaitu plan, do, see yang dalam pelaksanaannya harus terjadi kolaborasi antara pakar, guru pelaksana, dan guru mitra).
Profesional Learning Community (komunitas belajar profesional) TIPD (Teachers International Profesional Development) Global Gateaway
Program lain yang sesuai dengan kebutuhan setempat.
Program penunjang
Program ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peserta MGMP dengan materi-materi yang bersifat penunjang seperti bahasa asing, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan lain-lain
F. MATERI KEGIATAN MGMP
Setiap MGMP perlu mengembangkan materi kegiatan MGMP yang mengacu kepada empat kompetensi guru dan program yang telah ditetapkan. Untuk melihat sejauh mana materi yang dipilih dalam program/ kegiatan MGMP, diperlukan penyusunan indikator pencapaian kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di MGMP (Sumber: Depdiknas, 2009, Ramburambu Pengembangan Kegiatan KKG dan MGMP, Dirjen PMPTK, Depdiknas, Jakarta). Pelaksanaan kegiatan, yaitu ada beberapa komponen utama yang menjadi fokus perhatian MGMP untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan Kurikulum.