Sejarah
Sejarah
Sejarah
Mesjid Jami Al Hidayah di dirikan pada tahun 1989
Masjid adalah tempat ibadah umat Islam yang sifatnya suci dari najis.
Pertama kali dibangun Rasulullah Masjid yang pertama dibangun dalam sejarah Islam adalah Masjid Quba, yang didirikan oleh Nabi Muhammad pada 28 September 622 di kawasan pinggiran Yatsrib, Madinah. Masjid Quba bentuknya masih sangat sederhana, di mana tiangnya terbuat dari batang pohon kurma dan atapnya pun dari pelepah daun kurma. Setelah Masjid Quba, yang didirikan ketika Rasulullah dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, di tahun yang sama, dibangun masjid kedua, yaitu Masjid Nabawi. Masjid yang awalnya juga berpenampilan sederhana ini diperluas serta dipermegah pada 706, dan kini menjadi masjid terbesar kedua di dunia.
ah pada 706, dan kini menjadi masjid terbesar kedua di dunia. Baca juga: Mengapa Kaum Kafir Quraisy Melakukan Pemboikotan terhadap Umat Islam? Masjid pada masa kekhalifahan Wafatnya Nabi Muhammad pada 632, menandai dimulainya era kekhalifahan Islam. Pada periode ini, pembangunan dan penyempurnaan masjid terus dilakukan. Termasuk pembangunan Masjidilharam, yang telah ada sejak Nabi Ibrahim. Pola arsitektur masjid pada zaman ini masih sederhana, umumnya berupa tanah lapang yang diberi dinding dengan pola persegi panjang. Penambahan kubah baru terjadi pada masa Kekhalifahan Bani Umayyah (661-750). Sedangkan perkembangan arsitektur masjid secara pesat terjadi pada masa Kekhalifahan Abbasiyah (750-1258). Dinasti ini sengaja mendatangkan arsitek dan ahli bangunan dari Mesir, Romawi Timur, dan India untuk membangun atau memperbaiki masjid dan istana. Kemudian pada masa Daulah Umayyah di Kordoba, Spanyol (756-1031), masjid dibangun dengan kubah berjumlah empat. Selain itu, ditambahkan sebuah menara yang menjulang di halaman masjid