PROPOSAL PROJECT BASED LEARNING DESAIN RUANG SEKOLAH YANG HIJAU DAN NYAMAN
PROPOSAL PROJECT BASED LEARNING DESAIN RUANG SEKOLAH YANG HIJAU DAN NYAMAN
Kelompok 4 XI-F5 :
Aji Pramudia
Gissela Berlian Aprilia M.
Ine Aprilia Sari
Kayla Trishabelle L.
Muhammad Daffa Alfalih
Nindia Aurora Ayer
SMA NEGERI 4 JAKARTA
Jl. Batu III No. 3, RT 07/RW 01, Kecamatan Gambir, Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110
2026/2027
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan Yang Esa, karena atas izin-Nya proposal proyek bertajuk "Desain Ruang Sekolah yang Hijau dan Nyaman" ini dapat kami selesaikan dengan baik. Proposal ini merupakan langkah awal Kelompok 4 dalam merealisasikan tugas Project Based Learning yang berfokus pada kelestarian lingkungan sekolah. Kami menggunakan SEJAMAN (Sekolah yang Hijau dan Nyaman) sebagai judul dari produk kami.
Kami percaya bahwa suasana belajar yang nyaman bermula dari lingkungan yang tertata dan asri. Melalui media mading pop-up, kami berupaya mengemas pesan-pesan lingkungan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh seluruh warga sekolah. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah memberikan arahan, serta rekan-rekan satu tim yang telah bertukar ide demi sempurnanya rancangan ini. Semoga proposal ini dapat menjadi panduan yang bermanfaat dalam pelaksanaan proyek nantinya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lingkungan sekolah memegang peranan krusial dalam proses penyerapan ilmu. Namun, realitanya menunjukkan bahwa banyak sudut sekolah yang masih terkesan gersang, panas, dan kurang tertata secara estetika. Hal ini secara tidak langsung dapat menurunkan motivasi belajar serta menyebabkan kejenuhan bagi siswa maupun guru yang beraktivitas di dalamnya sepanjang hari. Konsep sekolah hijau sebenarnya bukan hal baru, namun implementasinya seringkali terhambat oleh kurangnya kesadaran warga sekolah. Sosialisasi yang ada selama ini cenderung bersifat searah dan kurang menarik minat siswa untuk benar-benar terlibat. Poster-poster konvensional seringkali hanya berakhir menjadi pajangan dinding yang terabaikan karena desainnya yang statis.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa, perlu dilakukan upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan nyaman. Desain ruang hijau dan nyaman dapat membantu meningkatkan konsentrasi, mengurangi stres, dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, Kelompok 4 berinisiatif menciptakan media edukasi berupa Mading Pop-Up. Dengan teknik tiga dimensi, mading ini tidak hanya berfungsi sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai karya seni yang interaktif. Kami ingin menunjukkan bahwa menciptakan ruang hijau bisa dimulai dari langkah kecil yang kreatif dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
Untuk mendukung keberhasilan projek mading kami dengan ini kami mengusulkan projek SEJAMAN (Sekolah Hijau dan Nyaman) yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan nyaman melalui desain ruang yang inovatif dan ramah lingkungan. Projek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan dapat mengedukasi warga SMAN 4 Jakarta akan pentingnya kebersihan lingkungan sekolah dan kelasnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi ruang sekolah saat ini ditinjau dari aspek kehijauan dan kenyamanan?
2. Bagaimana pelaksanaan program "SEJAMAN" dalam mewujudkan sekolah hijau dan nyaman?
3. Bagaimana mading pop up 3D tema "SEJAMAN" dapat menjadi media edukasi dan inspirasi bagi warga sekolah?
4. Bagaimana peran para siswa dalam keberlangsungan program "SEJAMAN"?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui kondisi ruang sekolah dari aspek kehijauan dan kenyamanan.
2. Mengetahui peran program "SEJAMAN" dalam mewujudkan sekolah hijau dan nyaman.
3. Menghasilkan produk mading pop up 3D bertema "SEJAMAN" sebagai media penyampaian ide dan informasi.
4. Mengetahui keterlibatan para siswa dalam keberlangsungan program "SEJAMAN".
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi peserta didik, yaitu menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta kerja sama dalam kelompok.
2. Manfaat bagi sekolah, yaitu memberikan ide dan inspirasi dalam menciptakan ruang sekolah yang hijau, nyaman, dan ramah lingkungan.
3. Manfaat bagi warga sekolah, yaitu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan sekolah.
4. Manfaat edukatif, sebagai media pembelajaran visual yang menarik melalui mading pop up 3D.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pembahasan Rumusan Masalah
2.1.1 Kondisi Ruang Sekolah dari Aspek Kehijaun dan Kenyamanan
Berdasarkan pengamatan kami, kondisi ruang sekolah saat ini masih kurang dalam aspek kehijauan dan kenyamanan. Khususnya di ruang kelas, masih terbatas sehingga suasana belajar terasa kurang asri dan sejuk. Area hijau yang ada juga belum tertata dan terawat secara optimal.
Dari segi kenyamanan, beberapa ruang kelas memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang belum maksimal. Hal ini dapat membuat siswa merasa kurang nyaman dan sulit berkonsentrasi saat kegiatan belajar berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan upaya penataan ruang sekolah yang lebih hijau dan nyaman agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung proses pembelajaran siswa SMA.
2.1.2 Pelaksanaan Program "SEJAMAN"
Program "SEJAMAN"(Sekolah Hijau dan Nyaman) merupakan program yang hadir atas kesadaran kami pada ruang kelas yang kotor, panas, dan tidak nyaman. kegiatan ini dimulai dengan pembuatan mading 3D Pop-Up lalu mensosialisasikan ke kelas X dan XI di SMAN 4 Jakarta. Tujuan kami membuat program ini adalah agar bisa mengedukasi masyarakat SMAN 4 Jakarta agar lebih sadar akan kebersihan sekolah dan ruang kelas.
2.1.3 Penyampaian Ide dan Informasi Melalui Media Mading 3D
Kami memilih media mading pop-up dengan pendekatan sebagai berikut:
Penyajian Informasi Interaktif
Menggunakan teknik tiga dimensi (3D) pada bagian-bagian penting untuk memberikan penekanan visual.
Estetika dan Tata Letak
Pemilihan palet warna yang harmonis dan tipografi yang jelas menjadi prioritas agar mading mudah dibaca dari jarak tertentu. Visualisasi dibuat lebih dominan daripada teks panjang untuk menghindari kesan membosankan saat siswa melintas di depan mading.
2.1.4 Keterlibatan Siswa Pada Keberlangsungan Program "SEJAMAN"
Keberhasilan desain ruang hijau sangat bergantung pada perilaku penggunanya, yakni siswa itu sendiri. Beberapa poin keterlibatan yang kami sampaikan dalam mading edukasi ini antara lain:
Budaya Rawat Mandiri
Mengajak siswa untuk bertanggung jawab atas kebersihan area kelas dan kelangsungan hidup tanaman yang ada di kelas masing-masing.
Kesadaran Kolektif
Membangun persepsi bahwa lingkungan sekolah yang nyaman adalah aset bersama. Dengan adanya rasa memiliki, siswa diharapkan dapat menjaga fasilitas hijau secara sukarela tanpa harus menunggu instruksi dari pihak sekolah.
Dampak Jangka Panjang
Lingkungan yang tertata hijau terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat stres siswa. Oleh karena itu, partisipasi aktif kelas 10 dan 11 sangat krusial agar manfaat ini dapat dirasakan secara berkelanjutan hingga tahun-tahun berikutnya.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi ruang sekolah saat ini dari segi kehijauan dan kenyamanan, kemudian merancang solusi dalam bentuk produk mading pop up 3D bertema SEJAMAN (Sekolah yang Hijau dan Nyaman).
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Observasi
Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung kondisi ruang sekolah, seperti kebersihan, pencahayaan, sirkulasi udara, ketersediaan tanaman, serta kenyamanan siswa saat berada di dalam kelas. Hasil observasi digunakan sebagai dasar dalam merancang desain yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Diskusi Kelompok
Diskusi dilakukan bersama anggota kelompok untuk merumuskan ide, menentukan konsep desain, menyusun isi mading, serta membagi tugas masing-masing anggota. Diskusi ini bertujuan agar produk yang dibuat sesuai dengan hasil pengamatan dan kebutuhan siswa.
Studi Literatur
Studi literatur dilakukan dengan mencari referensi dari buku, artikel, dan sumber terpercaya lainnya mengenai konsep sekolah hijau dan lingkungan belajar yang nyaman. Informasi yang diperoleh digunakan untuk memperkuat konsep dan isi mading pop up 3D.
3.3 Prosedur Penelitian
Langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Melakukan observasi kondisi ruang sekolah.
Menganalisis hasil observasi untuk mengetahui permasalahan yang ada.
Melakukan diskusi kelompok untuk menentukan solusi dan konsep desain.
Mengumpulkan referensi melalui studi literatur.
Merancang dan membuat produk mading pop up 3D bertema SEJAMAN.
Melakukan evaluasi terhadap hasil produk yang telah dibuat.
3.4 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan sekolah, khususnya di ruang kelas dan area sekitar sekolah. Waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan Project Based Learning.
BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan perencanaan yang telah kami susun dalam proposal ini, Kelompok 4 menyimpulkan beberapa poin utama sebagai berikut:
Pentingnya Suasana Hijau
Lingkungan sekolah yang asri dan hijau bukan sekadar masalah estetika atau keindahan mata semata, melainkan faktor pendukung utama dalam menciptakan kenyamanan psikologis dan kesehatan fisik siswa saat belajar.
Inovasi Media Edukasi
Media sosialisasi konvensional perlu diperbarui agar tetap relevan dengan minat siswa. Penggunaan mading pop-up yang interaktif diharapkan mampu memecah kebosanan dan membuat informasi mengenai desain ruang hijau lebih mudah diserap oleh warga sekolah.
Kolaborasi Aktif
Keberhasilan program "SEJAMAN" tidak hanya bergantung pada sarana yang ada, tetapi sangat ditentukan oleh kepedulian dan aksi nyata dari seluruh elemen sekolah untuk menjaga dan merawat lingkungan secara konsisten.
3.2 Saran
Demi kelancaran proyek ini serta keberlanjutan program lingkungan di sekolah, kami menyampaikan beberapa saran:
Bagi Rekan Siswa:
Diharapkan teman-teman tidak hanya melihat mading pop-up ini sebagai pajangan, tetapi juga mulai mempraktikkan hal-hal kecil seperti membawa tanaman hias ke kelas atau minimal menjaga kebersihan di area belajar masing-masing.
Bagi Pihak Sekolah;
Dengan adanya program ASASI, kami berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan inovasi baru lainnya sebagai bentuk dukungan perwujudan sekolah hijau.
Bagi Tim Proyek:
Penting bagi kita untuk tetap konsisten melakukan riset visual agar mading yang dihasilkan nantinya benar-benar memiliki kualitas estetika yang tinggi dan informasi yang akurat sehingga tujuan edukasi kita tercapai maksimal.