Pada 1675, terbit sebuah buku tentang peraturan biliar dan selanjutnya dipopulerkan sebagai olahraga scientific oleh Captain Mingaud. Ia merupakan seorang tahanan politik pemerintah Inggris ketika terjadi Revolusi Prancis. Saking cintanya dengan olahraga ini, dia menolak untuk dibebaskan dari penjara ketika masa hukumannya berakhir.Mingaud pula yang menemukan "tip", yaitu tambahan kulit di ujung "cue". Dengan tip, pukulan jadi lebih akurat dan mudah melakukan kontrol cue ball.Tip temuannya lama-kelamaan mengeras dan mengurangi efektivitas pukulan sehingga perlu diganti secara berkala. Akhirnya Mingaud meninggalkan penjara dan keliling Prancis untuk melakukan ekshibisi biliar.Memasuki abad ke-18, alat-alat yang digunakan untuk permainan biliar makin berkembang karena Revolusi Industri di Inggris. Kapur pun mulai digunakan untuk meningkatkan gesekan antara bola dengan cue, bahkan sebelum cue berujung seperti sekarang. Ujung cue dari kulit mulai disempurnakan pada 1823, berguna bagi para pemain untuk menghasilkan putaran samping pada bola (side-spin).Di samping itu, seorang pelatih biliar asal Inggris bernama Jack Carr adalah seorang penemu teknik pukulan off-center pada biliar. Ia jugalah yang berjasa dalam mengoleskan kapur di permukaan tip supaya akurasi pukulan bisa meningkat. Pada 1820, ia berkeliling Eropa dan menjual magical twisting chalk yang ia temukan sambil melakukan pelatihan biliar. Sementara itu, Shakespeare menyebutkan permainan biliar dalam karyanya "Antony and Cleopatra" yang disebut sebagai "Old Egyptian Sport" (olahraga Mesir kuno). Pada akhirnya, biliar tetap menjadi permainan yang berhasil bertahan sampai kini dan menjadi satu di antara cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang olahraga.
COPYRIGHT 2024
arsenaapriantoti@gmail.com