Halo anak-anak hebat! 📘📊
Di halaman ini, kalian akan menemukan materi tentang Bentang Alam Indonesia. Ada penjelasan yang akan membantu kalian memahami materi dengan lebih mudah dan seru.
Baca perlahan, pahami isinya, dan jangan ragu untuk mencoba sendiri. Belajar itu lebih asyik kalau dilakukan dengan rasa ingin tahu. Yuk, mulai petualangan belajarnya! 🚀
Permukaan bumi akan selalu mengalami perubahan seiring waktu. Daratan dan lingkungan merupakan permukaan bumi yang dapat berubah. Banyak faktor yang memengaruhi perubahan permukaan bumi, baik yang terjadi karena alam atau ulah manusia. Seluruh wilayah atau daerah (udara, darat, dan air) mengalami perubahan secara langsung atau tidak langsung, berjangka panjang atau pendek, dan dalam waktu cepat maupun lambat. Proses perubahan alam yang berbeda-beda cara, waktu, dan tempatnya menyebabkan penghuni bumi melakukan usaha mempertahankan hidup. Berbagai usaha ditempuh hingga menemukan suatu cara yang cocok dan menguntungkan makhluk itu. Salah satu usaha tersebut adalah dengan beradaptasi.
Setiap makhluk yang hidup di Bumi diberi kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Beradaptasi berarti kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap alam di mana ia hidup dan tinggal. Kemampuan beradaptasi dapat timbul pada masing-masing makhluk, ketika mereka menghadapi kondisi yang mau tidak mau harus dihadapi. Adaptasi tersebut bersifat permanen karena dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Bahkan hingga seumur hidup. Namun, adaptasi yang bersifat sementara dapat timbul dan dilakukan di saat menemui bahaya dan kondisi alam yang hanya terjadi sesekalı saja.
Ada beberapa jenis adaptasi makhluk hidup terhadap alam dan lingkungan sekitarnya, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku. Ketiga adaptasi tersebut dialami oleh hewan, tumbuhan, dan manusia. Namun demikian, tidak semua makhluk melakukan ketiga adaptasi secara bersamaan. Pada topik ini, difokuskan pada adaptasi manusia saja terhadap lingkungan tempat tinggalnya atau pun lingkungan yang didatanginya.
Orang lama atau orang yang terbiasa tinggal di tempat yang panas, pasti perlu penyesuaian jika berada di tempat yang dingin. Orang yang tinggal di pesisir, pasti terbiasa dengan makanan laut dan udara yang lembab. Namun, saat berada di pegunungan, ia perlu beradaptasi dengan makanan dan kondisi udara di sana. Lalu, dalam hal apa saja manusia perlu menyesuaikan dirinya?
Manusia melakukan adaptasi berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Manusia hidup beradaptasi sesuai dengan alam dan ketampakan alam di lingkungan tempat tinggal. Adaptasi yang dilakukan meliputi jenis mata pencaharian utama makanan, bentuk tempat tinggal, pakaian yang dikenakan, peralatan rumah tangga, dan teknologi. Semua kegiatan itu menyesuaikan tempat mereka tinggal.
Bumi memiliki macam-macam kondisi lingkungan. Misalnya, di Gunung Jayawijaya Papua. Di sana suhunya sangat dingin serta banyak terdapat air dan es. Kondisi ini berlainan dengan daerah gurun. Di sana suhunya panas, gersang, dan sulit untuk mendapatkan air.
Manusia memiliki akal dan pikiran sebagai alat untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan yang ada. Akal dan pikiran manusia ini digunakan untuk mencari cara sehingga manusia dapat melakukan perubahan pada lingkungan agar sesuai dengan kebutuhannya.
Menggunakan jaket tebal untuk menghangatkan tubuh agar bisa bertahan hidup dan beradaptasi dengan kondisi alam.
Membangun bangunan mengikuti lereng. Jadi, pemukiman penduduk dataran tinggi umumnya menyebar dan mengelompok di daerah yang relatif datar.
Teknik bertani di dataran tinggi, menggunakan sistem terasering untuk menghindari erosi tanah dan memanfaatkan air secara efisien.
Orang-orang yang tinggal di daerah sangat dingin, memerlukan banyak makan daging untuk menjaga tubuh mereka tetap hangat.
Memilih pakaian yang terbuat dari bahan yang ringan dan menyerap keringat, seperti katun atau linen. Hal ini membantu menjaga tubuh tetap sejuk dan nyaman di bawah sinar matahari yang terik.
Rumah penduduk yang berada di daerah rawan gempa, diupayakan menggunakan struktur bangunan yang tahan gempa dan tidak mudah retak. • Untuk penduduk di kawasan rawan banjir bangunan harus dibuat lebih tinggi dari daratan atau dibuat bertingkat. Ini adalah upaya manusia beradaptasi dengan keadaan alamnya.
Di dataran rendah kuliner khas biasanya berkarakter menyegarkan sehingga membuat tubuh orang-orang yang mengonsumsinya tidak cepat menghangat. Misalnya, es dan buah-buahan.
Di dataran rendah, orang-orang menggunakan sistem pengelolaan banjir seperti tanggul, parit, dan saluran air untuk mengurangi risiko banjir dan melindungi pemukiman mereka dari genangan air.
Anak-anak juga bisa belajar dari sumber pengetahuan lainnya loh🤩
Silakan baca materi pada buku siswa IPAS kelas 3 halaman 192-196 ya.
Tetap semangat belajar✨