Menuju Kebermaknaan dalam Kelas Matematika
Towards Meaningfulness in Mathematics Class
Get Your Math Linked Certified Educator - Klik di sini
Towards Meaningfulness in Mathematics Class
All praise to Allah, I was given a chance to share my best practices to junior high/middle level schools in Kelas Kemerdekaan, Temu Pendidik Nusantara, 26th of October 2019, at Sekolah Cikal Setu, East Jakarta. The best practice I shared in this event is related to how teachers are able to bring meanings into mathematics class.
Why meaningfulness is important? In front of these teachers I told that at first my main objective in teaching mathematics is to erase student fears and anxiousness in mathematics and get them to like it. So, I decided to give lots of excited games and fun quizzes. However, it turned out that students got excited about the games but did not learn. The games and quizzes were not able to bring meanings of mathematics in the class. Furthermore, teachers also have to develop student mathematical literacy and numeral literacy.
Since the purpose has changed from fun math to meaningful math, I have changed my teaching practices and consistently done 3 things: building student inquiry competence, visualizing mathematical concepts and executing STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics) - based projects.
I started my story by telling how I conduct inquiry sessions in my math class. I asked all participants whether they are familiar with the concept of Cartesian Coordinate and they all answered yes. Then, I posted a question, "If Indonesian geographical location is between latitude 6°North to 11°South and longitude 95°East to 141° East, can you guess the coordinate of our current position?"
Many were puzzled and did not answer the question, so I encouraged them to just guess the answer with any numbers. I pushed these teachers to try because if they wish for their students to have good inquiry competence, then they have to dare themselves and start answering. Finally, there were participants whose answer is closed to our location, which is at latitude 6°South and longitude 106°East.
Then, I asked all participants to open their Google Maps in their gadgets and I showed them how to get and read GPS coordinates of their position, shown in decimal numbers. Then, I wrote all GPS coordinates of few participants. I showed them how different position would give different decimal numbers in GPS coordinates. With this activity, students would come to an understanding that every number in a decimal number has their own meaning. In this case, the decimal number in GPS coordinate gives different position.
Bringing the meaningfulness into the class can be initiated by delivering questions that make students think and rethink the mathematics concepts they have learned. Then, I continue the learning process by visualizing the concept so that students can get a concrete image or representation of the concept. Visualization can be in terms of modelling or graphic imaging with learning medium such as Geogebra application.
STEAM based project that integrate mathematics with other subjects such as science, technology, engineering, and art would give a strong perspective to students mind on how mathematics is used in solving problems. STEAM projects do not have to be necessarily expensive or require the most sophisticated technology. Because the most important thing is students can apply mathematics to solve problems.
Approaching the end of my session, I told what reflections I got from students and what changes they have experienced during the process. Students felt that they do not have to wait to be able to contribute to society. Students do feel tired because doing projects take time and energy. But, they are happier because they can provide benefit to the community.
How to start building meaningfulness in mathematics class? There are 3 ways to start. Firstly, teachers make students construct their own thinking, not by teachers explaining to them. Secondly, teachers create and link mathematics with real life problems. Thirdly, teachers start collaborating with teachers of other subjects to make mathematics learning become more meaningful.
Before ending the session, I firmly stated that the most important objectives in learning mathematics are to make students able to be responsible for their actions and choices, and use their mathematical thinking to provide solutions and actively contribute to make changes for a better world.
Alhamdulillah, saya bisa mendapat kesempatan untuk berbagi praktik baik kepada guru-guru tingkat SMP di Kelas Kemerdekaan, acara Temu Pendidik Nusantara, 26 Oktober 2019, di Sekolah Cikal Setu, Jakarta Timur. Dalam kesempatan tersebut, saya membagikan praktik baik bagaimana guru dapat membawa kebermaknaan dalam kelas matematika.
Mengapa kebermaknaan ini penting? Saya sampaikan bahwa pada awalnya tujuan pembelajaran saya adalah untuk menghilangkan rasa ketakutan siswa terhadap matematika dan membuat mereka menyenanginya. Sehingga, saya banyak memberikan permainan dan quiz yang asyik dan menyenangkan. Namun ternyata, siswa antusias bermain tapi tidak belajar. permainan dan quiz itu belum cukup untuk membawa makna ke dalam kelas. Ada kemampuan literasi matematika dan literasi numerasi yang harus dikembangkan.
Sehingga, saya pun melakukan 3 hal untuk bisa membawa makna ke dalam kelas, yaitu dengan membangun kemampuan inkuiri siswa, melakukan visualisasi konsep, serta melakukan proyek berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).
Saya mengawali sesi dengan memberikan gambaran tentang bagaimana saya membangun kebermaknaan di kelas dengan sesi inkuiri. Saya awali dengan bertanya apakah peserta mengerti tentang konsep koordinat Kartesian. Semua menjawab mengerti. Lalu saya bertanya, "Jika letak geografis Indonesia di 6°LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT, coba tebak di manakah posisi kita saat ini?"
Banyak yang bingung dan tidak menjawab, dan saya mendorong peserta untuk menebak saja. Saya semangati peserta untuk mau mencoba karena jika ingin siswa memiliki tingkat inkuiri yang bagus, maka gurunya pun harus berani. Akhirnya ada peserta yang jawabannya mendekati koordinat lokasi, yaitu di 6° LS dan 106° BT.
Kemudian, saya ajak peserta membuka Google Maps di gawai yang mereka miliki. Saya tunjukkan cara mendapatkan dan membaca koordinat GPS, yang ditunjukkan dengan angka desimal. Setelah itu, saya menggambar di papan tulis, GPS koordinat yang didapat oleh beberapa peserta. Saya tunjukkan posisi yang berbeda akan menghasilkan angka desimal yang berbeda. Dengan aktivitas ini, siswa akan paham bahwa setiap angka dalam desimal itu memiliki makna. Dalam hal ini, koordinat GPS dalam angka desimal akan memberikan posisi yang berbeda.
Membawa kebermaknaan bisa diawali dengan membuka pertanyaan-pertanyaan yang membuat siswa berpikir tentang konsep matematika. Kemudian, saya melanjutkan proses belajar dengan membawakan visualisasi konsep sehingga siswa bisa mendapat gambaran secara konkrit dari konsep yang dimaksud. Visualisasi bisa dilakukan dengan pemodelan, ataupun digambar dengan menggunakan media grafis seperti aplikasi Geogebra.
Proyek berbasis STEAM yang mengintegrasikan matematika dengan sains, teknologi, rekayasa, dan seni akan membuat siswa bisa melihat bagaimana peran matematika dalam menyelesaikan masalah. Proyek STEAM tidak perlu berdana besar atau menggunakan teknologi canggih. Karena hal terpenting adalah siswa bisa menerapkan matematika untuk menyelesaikan masalah.
Saya bercerita bagaimana refleksi dari siswa dan perubahan apa yang mereka rasakan. Siswa merasa bahwa mereka tidak harus menunggu untuk bisa berkontribusi ke lingkungannya. Siswa merasa capek karena mengerjakan proyek butuh waktu dan energi. Tetapi, mereka senang karena bisa memberi manfaat ke komunitas.
Bagaimana cara memulai membangun makna ke dalam kelas matematika? Saya sampaikan 3 cara. Pertama, mulai membuat siswa membangun konsep, bukan guru menyampaikan. Kedua, membuat dan mengaitkan hubungan matematika dengan kehidupan nyata. Ketiga, mulai kolaborasi dengan guru-guru lain untuk membuat kegiatan belajar matematika menjadi bermakna.
Di akhir sesi saya sampaikan bahwa tujuan siswa belajar matematika adalah membuat mereka bertanggungjawab atas tindakan dan pilihannya, dan dengan pemikiran matematisnya bisa memberikan solusi dan berkontribusi aktif membuat perubahan untuk dunia yang lebih baik.