5. Herpes simplex virus penyebab penyakit herpes. Penyakit infeksi pada sel epitel, disebabkan oleh virus herpes simpleks HSV-1 dan HSV-2. Setelah terjadi infeksi, virus tidak akan keluar dari tubuh dan tetap laten pada sel-sel saraf. Gejala penyakit nya adalah kulit memerah dan muncul bintil-bintil seperti luka melepuh. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan yang berasal dari jaringan epitel yang terinfeksi.
6. Variola virus penyebab penyakit cacar variola. Variola atau cacar adalah penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh virus Variola major atau Variola minor. Karakteristik utama dari cacar adalah penyebaran lenting atau bintil lepuhan yang berisi nanah di tubuh. Penyakit ini kerap disamakan dengan cacar air. Padahal kedua penyakit memiliki gejala dan penyebab infeksi virus yang berbeda.
7. Orthomyxovirus penyebab penyakit influenza. Penyakit pernapasan, dengan gejala tubuh menggigil, sakit kepala, batuk kering, demam, dan nyeri otot. Influenza disebabkan oleh Orthomyxovirus yang berbentuk bulat. Virus influenza menyerang sel-sel saluran pernapasan dan mudah menyebar dari satu orang ke orang yang lain saat penderita batuk, bersin atau kontak tangan yang terkontaminasi.
8. Morbillivirus penyebab penyakit campak. Gejala campak yaitu demam tinggi, batuk,pilek, mata merah, dan rasa nyeri di seluruh tubuh.
9. Human immunodeficiency virus (HIV) menyebabkan penyakit AIDS. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit penurunan sistem kekebalan tubuh yang pertama kali ditemukan oleh ilmuwan dari Amerika Serikat, Michael S. Gottlieb dan Frederick P. Siegal (1979). Penyakit AIDS dilaporkan pertama kali sampai di Amerika pada tahun 1981, sedangkan isolasi virus dilakukan pada akhir tahun 1983. HIV adalah virus golongan retrovirus yang mempunyai 2 molekul RNA. Perjalanan sangat khas, yaitu memerlukan waktu yang cukup lama (sekitar 10 tahun), dimulai dari stadium infeksi primer, penyebaran virus ke organ limfoid, masa laten klinik, timbulnya ekspresi HIV, penyakit klinik dan kematian. Gejala yang dapat dilihat yaitu sesak napas, diare, penurunan berat badan, rasa lelah, demam. Penularan AIDS berbeda dengan penularan penyakit akibat virus lainnya, HIV menular melalui hubungan seksual dengan penderita AIDS , penggunaan jarum suntik bekas oleh pengguna narkoba, transfusi darah yang tercemar HIV, dan ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya. HIV tidak menular melalui udara, kontak biasa, ataupun melalui gigitan serangga, batuk, bersin, jabatan tangan. Virus HIV terdapat dalam darah,cairan sperma, cairan yang dihasilkan vagina dan cairan tubuh lainnya dari penderita AIDS.
10. SARS Virus penyebab penyakit SARS. SARS (Severe acute respiratory syndrome), menyebabkan gangguan akut pada saluran pernapasan dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit SARS disebabkan oleh coronavirus. SARS pertama kali muncul di Cina pada akhir tahun 2002. Di sepanjang tahun 2003 kasus SARS merebak di seluruh dunia dan menyebabkan sedikitnya 813 orang meninggal dunia. Gejalanya yaitu demam tinggi, menggigil, lesu, sakit kepala, nyeri otot, batuk kering, dan sesak napas yang menyebabkan penderita kekurangan oksigen.
11. Poliovirus menyebabkan penyakit Poliomyelitis. Poliomyelitis yaitu penyakit infeksi virus yang menyerang susunan saraf pusat. Serangan virus polio menyebabkan lumpuh, terutama kaki, jika virus menginfeksi selaput otak (meninges) dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini mudah berjangkit dilingkungan dengan sanitasi yang buruk, menular melalui makanan yang tercemar oleh feses penderita. Polio dapat dicegah dengan pemberian vaksin Salk.
12. Flavivirus atau Dengue Virus menyebabkan demam berdarah. Demam Berdarah Dengue (DBD) atau yang disebut dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit menular akibat virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue.
13. Highly pathogenic Avian influenza virus menyebabkan flu burung. Flu burung disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A yang berasal dari burung. Sebagian besar jenis virus flu burung hanya dapat menyerang dan menular pada unggas, baik unggas liar maupun unggas peternakan, seperti ayam, bebek, angsa, dan burung.