Protista adalah kelompok organisme yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Uniseluler atau multiseluler.
Inti sel bersifat eukariotik, yaitu memiliki membran inti.
Memiliki dinding sel atau tidak.
Cara hidup secara fotoautotrof atau heterotrof.
Bersifat aerob atau anaerob.
Hidup bebas atau bersimbiosis.
Reproduksi secara seksual dengan konjugasi dan aseksual dengan pembelahan biner.
Berdasarkan sifat-sifatnya, Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Protista mirip hewan (Protozoa), Protista mirip jamur, dan Protista mirip tumbuhan (Algae). Pada sesi ini, akan dibahas Protista mirip hewan (Protozoa) dan Protista mirip jamur. Protista mirip tumbuhan (Algae) akan dibahas pada sesi selanjutnya.
a. Ciri-Ciri Protozoa
Protista mirip hewan (Protozoa) memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Uniseluler, dengan ukuran tubuh sekitar 10 – 200 µm.
Tidak memliki dinding sel.
Umumnya bersifat heterotrof dan hanya sebagian kecil yang bersifat autotrof.
Hidup bebas atau sebagai parasit bagi organisme lain.
Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner dan reproduksi seksual dengan konjugasi.
Sebagian besar memiliki alat gerak.
b. Klasifikasi Protozoa Berdasarkan alat geraknya,
Protozoa dibagi menjadi enam filum, yaitu Rhizopoda, Actinopoda, Foraminifera, Zooflagellata, Ciliata, dan Sporozoa.
Rhizopoda merupakan Protozoa yang bergerak dengan kaki semu (pseudopodia).
a) Struktur tubuh Rhizopoda
Rhizopoda memiliki struktur tubuh berikut.
Bentuk tubuhnya tidak tetap.
Bagian luar tubuhnya adalah membran sel yang berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur keluar masuknya zat, dan sebagai reseptor terhadap rangsangan.
Di dalam membran sel, terdapat sitoplasma yang terbagi menjadi dua macam, yaitu ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam). Ektoplasma lebih pekat daripada endoplasma.
Di dalam sitoplasma, terdapat organel-organel sel seperti inti sel, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan beberapa organel sel lainnya. Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan, sedangkan vakuola kontraktil berfungsi untuk mengatur kadar air di dalam sel dan sebagai alat ekskresi.
b) Cara hidup Rhizopoda
Rhizopoda merupakan organisme heterotrof. Rhizopoda mendapatkan makanan dengan cara memakan organisme organisme lain seperti anggota Ciliata atau Algae yang uniseluler.
Rhizopoda menangkap makanan dengan membentuk kaki-kaki semu yang mengelilingi makanan. Makanan tersebut kemudian ditarik ke dalam tubuhnya dan dicerna di dalam vakuola makanan. Sari-sari makanan akan berdifusi ke dalam sitoplasma, sedangkan sisa pencernaan yang tidak tercerna akan dibuang. Sisa pencernaan yang berbentuk padat akan dibawa ke arah membran sel. Setelah dekat dengan membran sel, membran sel akan pecah dan sisa pencernaan akan dibuang ke luar sel. Sementara itu, sisa pencernaan yang berupa cairan akan dibuang dengan bantuan vakuola kontraktil.
c) Habitat Rhizopoda
Rhizopoda ada yang hidup sebagai parasit dan ada yang hidup bebas. Sebagai parasit, Rhizopoda hidup dan menyebabkan penyakit pada organisme yang ditumpanginya. Sementara itu, Rhizopoda yang hidup bebas dapat ditemukan di berbagai habitat, seperti air tawar, air laut, atau tanah yang berair dan lembap.
d) Reproduksi pada Rhizopoda
Rhizopoda dapat bereproduksi secara aseksual, sedangkan secara seksual belum diketahui. Secara aseksual, Rhizopoda bereproduksi dengan cara pembelahan biner, yaitu sel tubuh membelah menjadi dua sel anak yang baru secara langsung.
e) Contoh-contoh Rhizopoda
Organisme yang termasuk Rhizopoda adalah Amoeba. Ada dua jenis Amoeba, yaitu Ektoamoeba dan Entamoeba.
Ektoamoeba adalah Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas). Contohnya Amoeba proteus (hidup di tanah lembap) dan Difflugia (hidup di air tawar). Difflugia dapat mengeluarkan lendir yang menyebabkan pasir-pasir halus melekat.
Entamoeba adalah Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme lain. Contoh Entamoeba adalah sebagai berikut.
Entamoeba gingivalis adalah Rhizopoda yang hidup di selasela gigi dan gusi manusia. Entamoeba ini memakan sisa sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi, serta dapat menimbulkan peradangan pada gusi dan kerusakan gigi
Entamoeba coli adalah Rhizopoda yang hidup di usus besar manusia. Entamoeba ini tidak mengganggu, tetapi kadangkadang dapat menimbulkan diare.
Entamoeba histolytica adalah Rhizopoda yang hidup sebagai parasit di dalam usus manusia dan dapat menyebabkan penyakit disentri. Penularan organisme ini adalah melalui air minum, makanan, maupun peralatan makan yang terkontaminasi organisme tersebut, baik berbentuk kista maupun sel aktif. Saat berbentuk kista, organisme dilindungi oleh dinding tebal.
PERBAIKAN PROTOZOA