Fungi atau jamur merupakan kingdom yang beranggotakan organisme-organisme dengan ciri-ciri sebagai berikut.
a. Bersifat eukariotik, karena sel-sel tubuhnya memiliki inti sel yang telah dibungkus oleh membran inti.
b. Pada umumnya memiliki dinding sel yang tersusun dari zat kitin.
c. Bersifat uniseluler atau multiseluler.
d. Berukuran mikroskopis hingga makroskopis.
e. Pada jamur multiseluler, tubuh jamur tersusun dari anyaman hifa berbentuk benang yang disebut miselium. Hifa ada yang bersekat atau bersepta dan ada yang tidak. Hifa yang tidak bersekat disebut hifa senositik. Pada hifa yang bersekat, setiap selnya hanya memiliki satu inti. Sementara pada hifa yang tidak bersekat, jumlah intinya mencapai ratusan hingga ribuan. Hal ini terjadi karena adanya pembelahan inti tanpa diikuti pembagian sitoplasma.
f. Bentuk tubuh jamur bervariasi, ada yang oval, bulat, pipih, bercak-bercak, seperti payung, atau seperti mangkuk.
g. Tidak memiliki klorofil, sehingga tergolong organisme heterotrof. Jamur mendapatkan makanan dengan menyerap zat organik dari tempat hidupnya. Jamur tidak mencerna makanan di dalam tubuhnya.
Jamur Berdasarkan cara memperoleh nutrisinya, jamur dibedakan menjadi 3 macam, yaitu jamur saprofit, jamur parasit, dan jamur mutual.
a. Jamur saprofit adalah jamur yang memperoleh nutrisi dengan cara menguraikan tubuh organisme yang telah mati atau bahan organik lainnya. Jamur jenis ini banyak ditemukan pada tumpukan sampah organik yang basah, bahan makanan, batang tumbuhan, pakaian, atau benda-benda yang terbuat dari kulit. Di alam, jamur saprofit berperan sebagai pengurai (dekomposer) yang menguraikan kembali sisasisa tubuh organisme menjadi zat-zat hara dalam tanah.
b. Jamur parasit adalah jamur yang memperoleh makanan dengan cara menyerap nutrisi dari organisme inangnya. Jamur ini dapat menimbulkan penyakit pada organisme yang ditumpanginya. Ada dua jenis jamur parasit, yaitu jamur parasit obligat dan jamur parasit fakultatif. 1.) Jamur parasit obligat adalah jamur yang hanya dapat hidup sebagai parasit. Jika ia berada di luar inangnya, jamur tersebut akan mati. 2.) Jamur parasit fakultatif adalah jamur yang dapat hidup sebagai parasit dan juga sebagai saprofit. Jamur tersebut bersifat parasit hanya ketika mendapatkan hospes yang sesuai.
c. Jamur mutual adalah jamur yang hidup bersama organisme lain dan saling memberikan keuntungan. Contohnya adalah liken dan mikoriza. Liken adalah bentuk simbiosis mutualisme antara jamur dan Algae hijau, sedangkan mikoriza adalah bentuk simbiosis mutualisme antara jamur dan akar pohon.
Jamur dapat hidup di berbagai tempat, sesuai dengan cara memperoleh nutrisinya. Jamur saprofit dapat tumbuh subur pada sisa-sisa tubuh organisme, baik di darat, air tawar, maupun air laut. Jamur parasit dapat hidup pada organisme dengan berbagai kondisi seL inang, seperti pada jaringan kulit, organ dalam tubuh, dan berbagai jaringan tumbuhan. Sementara itu, jamur mutual dapat hidup pada lingkungan yang ekstrem, seperti wilayah kutub yang dingin atau gurun yang kering dan panas, di bebatuan, atau menempel di pepohonan.
4. Reproduksi Jamur
Jamur dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual.
a. Reproduksi vegetatif
1.) Jamur uniseluler bereproduksi vegetatif dengan pembentukan tunas. Tunas akan tumbuh menjadi individu baru.
2.) Jamur multiseluler bereproduksi vegetatif dengan fragmentasi (pemutusan hifa) dan pembentukan spora aseksual. Spora aseksual dapat berupa sporangiospora atau konidiospora.
b. Reproduksi generatif Reproduksi generatif dilakukan dengan spora seksual. Spora seksual dihasilkan dari penyatuan sel hifa yang berbeda jenis.
VIDEO 1 (SATU)
VIDEO KE 3 (TIGA)
VIDEO 2 (DUA)