Tumbuhan (Plantae) adalah organisme yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Merupakan organisme bersel banyak (multiseluler).
Bersifat eukariotik (memiliki membran inti).
Memiliki dinding sel yang sebagian besar tersusun dari bahan selulosa.
Umumnya memiliki klorofi l a dan b, sehingga dapat menyusun makanannya sendiri dengan fotosintesis (bersifat fotoautotrof).
Memiliki akar, batang, dan daun.
Memiliki cadangan makanan yang disimpan dalam bentuk amilum
Berdasarkan sistem kontemporer, Plantae dibedakan menjadi tiga divisi, yaitu Bryophyta (tumbuhan lumut), Pteridophyta (tumbuhan paku), dan Spermatophyta (tumbuhan biologi Kelas X Kurikulum 2006/2013 2 berbiji). Selanjutnya, berdasarkan ada tidaknya pembuluh angkut, tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu tumbuhan tak berpembuluh (Atracheophyta) dan tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta).
a. Tumbuhan tak berpembuluh (Atracheophyta) adalah tumbuhan yang tidak memiliki xilem dan floem sebagai jaringan angkut. Tumbuhan tak berpembuluh meliputi tumbuhan lumut (Bryophyta).
b. Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) adalah tumbuhan yang memiliki xilem dan floem sebagai jaringan angkut. Tumbuhan berpembuluh meliputi tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
Bryophyta berasal dari bahasa Yunani, yaitu bryon yang artinya lumut dan phyton yang artinya tumbuhan. Bryophyta adalah anggota kingdom Plantae yang paling sederhana dan dianggap sebagai bentuk peralihan antara Thallophyta atau tumbuhan bertalus dan Cormophyta (tumbuhan berkormus). Tumbuhan bertalus adalah tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun sejati. Sementara itu, tumbuhan berkormus adalah tumbuhan yang dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun sejati.
Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri dan struktur tubuh sebagai berikut.
a. Mengalami siklus hidup (metagenesis) antara generasi gametofit dan generasi sporofit. Gametofit adalah tumbuhan penghasil gamet (sel kelamin), sedangkan sporofit adalah tumbuhan penghasil spora.
b. Gametofit pada tumbuhan lumut merupakan generasi yang dominan, bersifat haploid (n), dan dikenal sebagai tumbuhan lumut itu sendiri. Gametofit juga merupakan generasi dengan masa hidup yang panjang.
c. Pada tumbuhan lumut, terdapat bagian-bagian yang mirip dengan akar, batang, dan daun.
Akar pada tumbuhan lumut disebut rizoid. Rizoid berfungsi menyerap air dan unsur hara, serta untuk melekat pada habitatnya.
Daun pada tumbuhan lumut sangat tipis. Bagian lembaran daun terdiri atas satu lapis sel dan bagian tulang daun terdiri atas beberapa lapis sel.
Batang merupakan bagian yang tegak. Pada bagian ujung batang, terdapat titik tumbuh yang menyebabkan pertumbuhan memanjang. Lumut tidak mengalami pertumbuhan membesar. Lumut memiliki klorofil, sehingga berwarna hijau.
d. Tumbuhan lumut menghasilkan gamet jantan dan gamet betina di dalam alat kelamin khusus. Gamet jantan dihasilkan oleh anteridium dan gamet betina dihasilkan oleh arkegonium. Anteridium dan arkegonium dapat dihasilkan pada tumbuhan yang sama atau berbeda. Tumbuhan lumut yang menghasilkan dua macam alat kelamin pada tubuh yang sama disebut lumut berumah satu (homotalus), sedangkan tumbuhan lumut yang menghasilkan alat kelamin pada tubuh yang berbeda disebut lumut berumah dua (heterotalus). Pada lumut berumah dua, tumbuhan yang menghasilkan anteridium disebut gametofit jantan dan tumbuhan yang menghasilkan arkegonium disebut gametofit betina.
e. Tumbuhan lumut belum memiliki jaringan pengangkut berupa xilem dan floem. Pengangkutan di dalam tubuh lumut dilakukan melalui jaringan empulur dengan cara difusi.
f. Sporofit pada tumbuhan lumut merupakan generasi dengan masa hidup yang pendek dan bersifat diploid (2n). Sporofit pada tumbuhan lumut tidak hidup bebas di tanah, melainkan menumpang pada gametofit. Bentuk sporofit pada tumbuhan lumut menyerupai gada atau terompet bertangkai. g. Sporofit membentuk sporogonium yang terdiri atas 3 bagian, yaitu vaginula, seta, dan sporangium.
1.) Vaginula adalah selaput pangkal dari tangkai sporogonium.
2.) Seta adalah tangkai sporogonium.
3.) Sporangium adalah kotak spora yang menjadi tempat pembentukan spora. Spora dibentuk melalui pembelahan meiosis dari sel-sel induk spora. Sporangium berbentuk seperti kapsul yang dilindungi oleh kaliptra, dengan bagian-bagian berupa apofisis, teka, operkulum, dan gigi peristom.
• Apofisis adalah penggelembungan bagian ujung seta.
• Teka adalah ruang tempat spora.
• Operkulum adalah tutup sporangium.
• Gigi peristom adalah struktur seperti gigi kecil yang ditemukan di mulut kapsul. Fungsi gigi peristom adalah melemparkan spora pada saat udara kering, sehingga spora tersebar. Spora pada lumut dilindungi oleh sporopolenin. Spora ini bersifat homospor atau isospor atau berumah satu, karena memiliki bentuk dan ukuran yang sama.
h. Tumbuhan lumut dapat ditemukan di berbagai tempat. Ada yang hidup di tempat lembap (higrofit), seperti di tanah, di tembok, atau di bebatuan lapuk. Ada juga yang hidup menempel di pohon (epifit) atau di air (hidrofit).
a. Reproduksi Tumbuhan lumut dapat melakukan reproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif).
1.) Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan spora di dalam sporangium (kotak spora).
2.) Reproduksi seksual dilakukan dengan fertilisasi antara ovum dan spermatozoid yang menghasilkan zigot.
b. Metagenesis (Siklus Hidup) Tumbuhan lumut mengalami metagenesis antara generasi gametofit dan generasi sporofit. Tahapan metagenesis pada tumbuhan lumut adalah sebagai berikut.
1.) Spora haploid (n) yang jatuh di tempat lembap akan berkecambah menjadi protonema (n).
2.) Protonema akan berkembang menjadi gametofit (n). Gametofit adalah tumbuhan lumut itu sendiri.
3.) Gametofit akan menghasilkan anteridium (n) dan arkegonium (n). Anteridium menghasilkan gamet jantan dan arkegonium menghasilkan gamet betina.
4.) Fertilisasi antara gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot diploid (2n).
5.) Zigot akan berkembang menjadi sporofit. Pada sporofit terdapat sporangium (kotak spora).
6.) Di dalam sporangium, terdapat sel-sel induk spora diploid (2n) yang akan mengalami pembelahan meiosis menjadi spora haploid (n).
Berdasarkan bentuk gametofit dan sporofitnya, divisi Bryophyta dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Hepaticopsida, Anthocerotopsida, dan Bryopsida.
Hepaticopsida (lumut hati) adalah tumbuhan lumut yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Tubuh berbentuk lembaran pipih seperti hati dan berlobus yang disebut talus.
Tubuh tidak terdiferensiasi menjadi bagian-bagian seperti akar, batang, dan daun.
Tumbuh mendatar dan melekat pada substrat dengan menggunakan rizoidnya.
Banyak tumbuh di tempat-tempat lembap, terutama di hutan hujan tropis dan ada juga yang tumbuh di permukaan air.
Selain membentuk spora, reproduksi aseksualnya juga dilakukan dengan membentuk gemma cup atau fragmentasi.
6. Umumnya merupakan tumbuhan berumah dua, tetapi ada juga yang berumah satu. Pada tumbuhan yang berumah dua, gametofit betina membentuk arkegoniofor dengan bagian ujungnya berbentuk seperti cakram atau payung. Di bagian bawah cakram terdapat arkegonium. Gametofit jantan membentuk anteridiofor dengan bagian ujung berbentuk cawan. Di dalam cawan terdapat anteridium. Jika terjadi fertilisasi, di bagian bawah cakram akan tumbuh sporofit.
7. Sporofit selalu tumbuh dan berkembang di dalam gametofit betina.
Anthocerotopsida (lumut tanduk) adalah tumbuhan lumut yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Tubuh berbentuk lembaran.
Sporofit berbentuk memanjang seperti tanduk yang tumbuh dari jaringan cawan arkegonium. Jika sporofit masak, bagian ujungnya akan terbelah menjadi dua. Pada sporofit terdapat kloroplas tunggal yang berukuran lebih besar dari kebanyakan lumut.
Sporofit tertancap di dalam gametofit dan akan terus tumbuh selama masa hidup gametofit. Ini merupakan ciri khas dari lumut tanduk.
Merupakan lumut berumah satu atau berumah dua.
Banyak tumbuh di tanah atau bebatuan yang lembap.
Bryopsida (lumut daun) adalah tumbuhan lumut yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Disebut juga lumut sejati, karena memiliki tubuh seperti tumbuhan berkormus. Bryopsida memiliki bagian-bagian yang menyerupai akar (rizoid), batang, dan daun. Rizoid tersusun dari banyak sel (multiseluler) dan bercabang-cabang. Sementara itu, daun berukuran kecil dan tersusun spiral di sekeliling batang.
Sporofit tumbuh pada gametofitnya dan membentuk sporogonium. Sporogonium memiliki bentuk bervariasi, antara lain bulat, kapsul horizontal, kapsul vertikal, atau kerucut berparuh. Di dalam sporogonium terdapat sporangium yang menghasilkan banyak spora.
Merupakan lumut berumah satu atau berumah dua.
Mudah ditemukan di berbagai tempat, seperti permukaan tanah, tembok, bebatuan, atau menempel di kulit pohon.
Beberapa manfaat tumbuhan lumut bagi manusia adalah sebagai berikut.
a. Bahan obat-obatan, seperti Marchantia polymorpha yang dapat digunakan sebagai obat hepatitis.
b. Bahan untuk membuat pembalut dan bahan bakar, seperti Sphagnum.
c. Lumut yang tumbuh di areal luas dapat menahan erosi, menyerap air, dan sebagai penyedia sumber air pada saat musim kemarau.
d. Merupakan penyedia oksigen bagi lingkungan melalui proses fotosintesis yang dilakukan oleh lumut.
e. Berperan sebagai vegetasi perintis, karena dapat tumbuh di wilayah yang tidak dapat ditumbuhi oleh tumbuhan lain.
silahkan jawab pertanyaan yang terdapat di quizizz berikut ini, dengan batas waktu sesuai jadwal pelajaram yang sudah ditentukkan.