Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ . فما تعارف منها ائتَلَف . وما تناكَر منها اختلف
Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam kesatuan. Jika saling mengenal di antara mereka maka akan bersatu. Dan yang saling merasa asing di antara mereka maka akan berpisah.” (HR. Muslim 6376)
Al-Khoththobi rahimahullah berkata :
على معنى التشاكل في الخير والشر والصلاح والفساد، وأن الخير من الناس يحن إلى شكله والشرير نظير ذلك يميل إلى نظيره، فتعارف الأرواح يقع بحسب الطباع التي جُبلت عليها من خير وشر، فإذا اتفقت تعارفت، وإذا اختلفت تناكرت
Bisa jadi bermakna isyarat atas kesamaan dalam hal kebaikan dan kejelekan serta perbaikan dan kerusakan. dan bahwasanya manusia yang baik akan rindu kepada jenisnya (yang baik pula), sedangkan yang jelek dan semisal itu maka akan condong kepada yang sejenisnya pula. Para ruh akan saling mengenal,
sehingga akan hinggap sesuai dengan tabiat yang telah diciptakan di atasnya dari kebaikannya maupun kejelekannya, maka apabila telah cocok maka akan saling mengenal, dan apabila berbeda maka akan saling mengingkari.” (nukilan Al-Fath, juz 3, Halaman 199)
Jika kita lihat maka akan sering kita dapati :
• Jiwa yang berusaha berjihad dijalan Allah maka akan senang berkumpul dengan jiwa-jiwa yang berjihad dijalan Allah..
Jiwa yang suka berderma dan baik hati akan cinta kepada yang semisalnya dan akan merasa condong kepadanya.
Begitu pula jiwa yang berlebihan memandang dunia dalam kehidupan ini, dia pun akan merasa nyaman, dan condong kepada jiwa yang setipe dengannya..
Sedangkan jiwa yang tidak baik akan berkawan dengan yang sejenis dan akan condong kepadanya serta akan menjauh dari setiap jiwa yang berlawanan dengannya.
Qatadah rahimahullah berkata :
“Sesungguhnya kami, demi Allah belum pernah melihat seseorang menjadikan teman buat dirinya kecuali yang memang menyerupai dia maka bertemanlah dengan orang-orang yang shalih dari hamba-hamba Allah agar kamu digolongkan dengan mereka atau menjadi seperti mereka.” (Al Ibanah 2/477 nomor 500)
source: https://shahihfiqih.com/jiwa-jiwa-akan-berkumpul-dengan-yang-sejenisnya/amp/
.
Repost@selvianarr
𝗞𝗨𝗡𝗖𝗜 𝗛𝗜𝗗𝗨𝗣 𝗧𝗘𝗡𝗔𝗡𝗚
Syekh Al-'Utsaimin rahimahullah berkata,
“Jika seseorang menyadari bahwa apa pun yang telah Allah tetapkan pasti terjadi, niscaya dia akan hidup tenang. Ketika dia terkena musibah maka dia akan sabar dan mengatakan, 'Ini ketetapan Allah'.”
(Syarah Riyadhus Shalihin, 1/477)
𝗢𝗕𝗔𝗧 𝗕𝗔𝗚𝗜 𝗛𝗔𝗧𝗜 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗔𝗧𝗜 𝗗𝗔𝗡 𝗛𝗜𝗗𝗨𝗣
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,
“Hati itu terkadang mati dan terkadang hidup. Apabila ia mati maka bawalah ia kepada amalan wajib, dan jika ia hidup maka biasakanlah ia dengan amalan sunnah.”
(Az-Zuhd, no. 1611)