Pada umumnya, dikenal tiga tipe ekosistem utama, yaitu ekosistem akuatik (air), ekosistem terestrial (darat), dan ekosistem buatan.
Ekosistem akuatik (perairan) adalah tipe ekosistem yang sebagian lingkungan fisiknya didominasi oleh air. Ekosistem akuatik dipengaruhi oleh empat factor, yaitu penetrasi cahaya matahari, substrat, temperatur, dan jumlah material terlarut. Akan tetapi, factor penentu utama dari ekosistem perairan adalah jumlah garam terlarut di dalam air. Jika perairan tersebut sedikit mengandung garam terlaryt, maka disebut ekosistem air tawar. Sebaliknya, jika mengandung kadar garam tinggi, maka disebut ekosistem laut.
1) Air Tawar
Ekosistem air tawar dibagi menjadi dua, yaitu lotik dan lentik. Ekosistem air tawar lotik memiliki ciri airnya berarus. Contohnya adalah sungai. Organisme yang hidup pada ekosistem ini dapat menyesuaikan diri dengan arus air. Produsen utama pada ekosistem ini adalah ganggang. Akan tetapi, umunya organisme lotik memakan detritus yang berasal dari ekosistem darat di sekitarnya.
Ekosistem air tawar lentik memiliki cirri airnya tidak berarus. Ekosistem air tawar lentik meliputi rawa air tawar, rawa gambut, kolam, dan danau. Rawa didominasi oleh lumut Spaghnum. Ekosistem danau dan kolam terdiri dari tiga wilayah horizontal, yaitu litoral, limnetik, dan profundal.
2) Laut
Hampir 71% dari permukaan bumi tertutup oleh laut. Rata-rata salinitas (kadar garam) laut adalah 3%, tetapi angka ini bervariasi dari satu wilayah ke wilayah yang lain sesuai dengan kedalaman dan geografinya. Salinitas tertinggi terdapat di daerah tropis. Pada daerah tropis suhu yang tinggi menyebebkan laju penguapan berlangsung cepat sehingga salinitas laut menjadi tinggi. Contohnya, Laut Merah memiliki salinitas 4%. Sebaliknya, pada geografi yang lebih tinggi, proses penguapan berkurang sehingga salinitasnya rendah. Contohnya, Laut Baltik dengan salinitas 0,7%.
3) Estuari
Ekosistem estuary terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan laut atau disebut muara sungai. Muara sungai disebut juga pantai Lumpur. Esturi mamiliki cirri berair payau dengan tingkat salinitas di antarsa air tawar dan laut. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan bakau. Beberapa
organisme laut melakukan perkembangbiakan di wilayah ini seperti ikan, udang, dan moluska yang dap-at dimakan.
4) Pantai Batu
Ekosistem pantai batu tersusun dari komponen abiotik, berupa batu- batuan kecilmaupun bongkahan batu yang besar. Pada ekosistem pantai batu terdapat organisme seperti ganggang Eucheuma dan Sargassum, serta beberapa jenis moluska yang dapat melekat di batu. Ekosistem pantai batu antara lain terdapat di Pantai Selatan Jawa, Pantai Barat Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.
5) Terumbu Karang
Ekosistem terumbu karang hanya dapat tumbuh di dasar perairan ynag jernih. Terumbu karang terbentuk dari rangka hewan kelompok Coelenterata. Pada ekosistem ini terdapat berbagai jenis organisme laut dari kelompok Porifera, Coelenterata, ganggang, berbagai jenis ikan, serta udang. Ekosistem terumbu karang antara lain terdapat di perairan Nusa Tenggara dan Maluku.
6) Laut Dalam
Ekosistem laut dalam merupakan zona pelagic laut. Ekosistem ini berada pada kedalaman 76.000 m dari permukaan laut, sehingga tidak ada lagi cahaya matahari. Oleh karena itu, produsen utama di ekosistem ini merupakan organisme kemoautotrof.
Ekosistem terestrial (darat) adalah suatu tipe ekosistem yang sebagian besar lingkungan fisiknya berupa daratan. Ekosistem terrestrial memiliki
bagian daerah yang luas dengan habitat dan komunitas tertentu, disebut
1) Hutan Musim
Bioma daratan yang berada di belahan timur Amerika Utara dikenal dengan bioma hutan musim atau hutan gugur. Pemberian nama bioma tersebut adalah berdassarkan ciri-ciri umum dari ekosistem atau berdasarkan vegetasi yang dominant. Pada bioma hutan musim ditemukan tumbuhan bercirikan pohon keras seperti oak (Quercus sp.), beach, dan maple (Acer saccharinum), yang menggugurkan daunnya pada musim gugur. Adapun jenis hewan yang menghuni bioma tersebut antara lain rusa, musang, dan salamander.
Di sebelah barat dari hutan musim di Amerika Utara terdapat bioma padang rumput. Curah hujan bioma padang rumput tidak banyak memberikan dukungan bagi pertumbuhan tumbuhan. Penyebabnya adalah pada daerah tersebut terdapat aliran sungai yang panjang sehingga air tersedia dalam jumlah yang besar.
Vegetasi dominan dalam bioma padang rumput adalh bermacam-macam spesies rumput-rumputan. Hewan yang ditemukan di daerah tersebut antara lain bison, anjing padang rumput, antelope, belalang, dan ular.
Soatu bioma yang mirip dengan sebutan sabana. Sabana adalah tipa bioma yang banyak teradapat di Amerika Selatan. Tumbuhannya terdiri atas rumput dan pohon-pohon yang menyebar. Tipe bioma ini memiliki musim kering dan musim basah.
Gurun terdapat di belahan bumi sekitar 20° - 30° lintang utara dan lintang selatan. Curah hujan di gurun rendah, yaitu kurang dari 25 cm per tahun. Kehidupan organisme di gurun beradaptasi dengan lingkungannya yang kering. Vegetasinya terdiri dari berbagai balukar akasia, tumbuhan sukulen, dan kaktus. Hewan yang banyak terdapat di gurun antara lain belalang, buurung pemangsa serangga, dan kadal. Umunya hewan-hewan gurun melakukan kegiatan pada malam hari (nokturnal). Contoh bioma gurun adalah gurun Gobi di Asia, gurun Sahara di Afrika, dan gurun Anzo Borrego di Amerika.
Taiga terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropics dan juga di pegunungan tropis. Cirri iklim taiga adalah musim dingin yang panjang. Hujan turun hanya pada musim panas. Taiga merupakan hutan pinus (koifer) yang selalu hijau. Taiga terdapat di Amerika Utara, juga pada dataran tinggi di
berbagai wilayah. Hewan yang hidup di taiga antara lain beruang hitam dan serigala.
Di sebelah utara dari bioma taiga terdapat suatu wilayah yang dikenal sebagai bioma tundra. Karakteristik bioma tundra sangat ekstrem, yaitu lama musim dinginnya lebih panjang daripada musim panas. Dalam kondisi demikian sangat sedikit ditemukan jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di sana. Tumbuhan yang terutama berupa lumut (liken), dan tumbuhan semusim yang tumbuh cepat selama musim tumbuh. Hewan yang menghuni bioma tundra antara lain rusa kutub (karibu), serigla, ajag, burung hantu salju, tikus, dan beberapa jenis serangga
Bioma hutan hujan tropik adalah akhir dari spectrum iklim bioma tundra. Bioma hutan hujan tropic, terutama terdapat dekat ekuator di Amerika Selatan dan Amerika Tengah, Afrika, bagian selatan Asia, serta pulau di kepulauan Pasifik. Bioma hutan hujan tropic ditandai dengan suhu yang tinggi, hujan turun hamper setiap hari, dan memiliki ribuan spesies tumbuhan dan hewan. Tumbuhan tumbuh subur dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk tudung atau kanopi.
7) Savana
Savana terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa, dengan curah hujan lebih rendah daripada hutan hujan tropis (sekitar 90 – 150 cm per tahun). Vegetasi savanna didominasi oleh rumput dengan semak dan pohon yang tumbuh terpencar. Hewan yang hidup di savana adalah berbagai jenis serangga seperti belalang, kumbang, rayap, herbivore, dan karnivora. Di Kenya (Afrika) terdapat savanna yang di dalamnya hidup gajah, jerapah, zebra, dan singa. Di Indonesia, savana terdapat di Sumbawa (NTB).
Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh ekosistem buatan misalnya bendungan, hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus, agroekosistem berupa sawah tadah hujan, sawah irigasi, perkebunan sawit, perkebunan kopi, serta pemukiman seperti ekosistem kota dan desa.