Martabak & Terang Bulan Setara Premium Dengan Harga Yang Terjangkau
Telah hadir ke tengah-tengah kita Martabak abu Zubair, yang kini bertempat di Balikpapan Jl LKMD (Samping gang LKMD 11)
Telah hadir ke tengah-tengah kita Martabak abu Zubair, yang kini bertempat di Balikpapan Jl LKMD (Samping gang LKMD 11)
12 stiker gratis Martabak Telor
10 stiker gratis Terang Bulan
Berawal dari rasa terimakasih kami kepada pelanggan setia, yang akhirnya membuahkan ide untuk membuat program Martabak Gratis yang sudah terealisasikan hingga sekarang. Walhamdulillah
Dengan konsep saling menguntungkan antara penjual dan pembeli, semoga bisa memberikan rasa senang kepada pelanggan yang begitu antusiasnya dan semoga menjadi keberkahan bagi semuanya, aamiin.
Martabak (bahasa Arab: Ω Ψ·Ψ¨Ω, berarti "terlipat") merupakan sajian yang biasa ditemukan di Arab Saudi (terutama di wilayah Hijaz), Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Bergantung pada lokasinya, nama, dan komposisi martabak dapat bervariasi.
Di Indonesia ada dua jenis martabak, yaitu martabak asin/telur yang terbuat dari campuran telur dan daging serta martabak manis yang biasanya diisi coklat dan keju. Berbeda dengan martabak telur, martabak manis adalah sejenis kue atau roti isi selai yang biasa dimakan di saat santai sebagai makanan ringan. Di Malaysia, martabak manis (yang dikenal dengan nama Apam Balik) sering dijadikan sebagai hidangan sarapan dengan ditemani segelas teh tarik.
Martabak Manis
Martabak manis atau yang aslinya bernama Hok Lo Pan awalnya adalah makanan yang meraih kepopulerannya di kota Bandung dimana diperkenalkan pertama kali di tahun 1950 oleh seorang perantau bernama Hioe Kiew Sem dari daerah Jebus, Pulau Bangka. Hampir semua orang di kota-kota besar seperti di kota Jakarta mengenal Martabak Bangka, nama aslinya di Bangka adalah Hok Lo Pan. Arti Harafiah Hok Lo Pan adalah Kue Keberuntungan atau Kue Hoki. Berhubung Tn. Hioe Kiew Sem berjualan di Pasar Malam Jalan Cigenduy Fams depan Kantor PLN, dekat Alun-alun Bandung dimana lapaknya bersebelahan dengan lapak Martabak Telur yang telah lebih dulu hadir dan laris, maka untuk memudahkan pemasarannya, kedua pedagang tersebut bersepakat menamai Martabak (versi) Asin dan lainnya Martabak (versi) Manis.
Martabak Telur
Berawal dari seorang pemuda dari Lebaksiu Tegal Jawa tengah yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkelana ke kota besar yaitu Semarang untuk berdagang pada tahun 1930. Kemudian beliau bertemu seorang warga India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary yang pandai memasak dan menjadi sahabat.
Suatu ketika Abdullah yang berasal dari India ini diajak ke kampung halaman Ahmad dan diperkenalkan dengan saudara perempuannya, dan perkenalan tersebut menghasilkan pernikahan antara keduanya. Abdullah ini juga pandai membuat sebuah masakan yang terbuat dari terigu yang disebut martabak, karena beliau tinggal di Indonesia sehingga membuat kue Martabak yang lebih disesuaikan untuk lidah orang Jawa yang suka memakan sayuran, yaitu martabak yang berisi sayuran yang dicampur dengan bahan lainnya.
Karena makanan ini banyak disukai maka banyak kerabat dan tetangga dari Ahmad sahabatnya dan istrinya yang diajari membuat kue martabak tersebut, bahkan makanan ini juga sering diperkenalkan di berbagai acara di luar kota seperti pasar malam, maupun acara sekatenan di Yogyakarta dan dugderan di Semarang. Dan kini martabak telur sangat populer di Indonesia dan sudah tersebar di mana-mana.
Sumber : wikipediaΒ
Dengan kemudahan di era digital dalam memesan maupun mengantar makanan, sekarang kalian sudah bisa pesan martabak via klik πΒ gofood, Β grabfood, dan shopeefood. Atau bisa langsung berkunjung ke outlet kami, bertempat di Balikpapan Jl LKMD (Samping gang LKMD 11)
Whatsapp / Telegram : 081257076393Β
Apabila kakak puas dengan produk dan layanan kami silahkan beri tau teman-teman serta karib kerabat.
Atau jika kakak kurang puas silahkan beri tau kami, insyaa Allah kami menerima kritikan dan masukan yang membangun.