Proses pewarisan sifat pada makhluk hidup ditentukan oleh materi genetik. Sifat-sifat yang dimiliki seseorang seperti warna kulit, wajah, jenis rambut, bentuk daun telinga, dan bentuk mata diwariskan oleh orang tua kepada anaknya melalui materi genetik. Materi genetik tersusun atas gen, asam nukleat (DNA dan RNA), serta kromosom.
Pengendali faktor keturunan pada makhluk hidup terdapat pada kromosom. Kromosom adalah struktur berbentuk batang yang terdiri atas dua komponen molekul yaitu protein dan asam nukleat. Asam nukleat terdiri atas DNA dan RNA. Suatu kromosom teridiri atas beberapa bagian yaitu kromatid, kromomer, sentromer, satelit, dan telomer. Perhatikan gambar disamping.
Kromonema
Kromomer merupakan pita berbentuk spiral di dalam kromosom. Kromonema dibungkus oleh matriks.
2. Kromomer
Kromomer merupakan bagian kromonema ynag mengalami penebalan. di dalam kromomer terdapat protein yang mengandung molekul DNA. Segmen-segmen DNA tertentu yang disebut gen berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan dan menempati suatu bagian yang disebut lokus gen.
3. Sentromer
Kromomer merupakan daerah konstriksi (pelekukan) di sekitar pertengahan kromosom. Pada sentromer terdapat kinetokor. Kinetokor merupakan tempat pelekatan benang-benang spinel selama pembelahan inti dan berperan mengatur pergerakan kromosom selama pembelahan sel.
4. Satelit
Satelit merupakan bagian kromosom yang berbentuk bulatan dan terletak di ujung lengan kromatid.
5. Telomer
Telomer merupakan daerah terujung pada kromosom. Telomer berfungsi menjaga stabilitas bagian ujung kromosom agar DNA di daerah tersebut tidak terurai dan menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan yang lainnya.
DNA tersusun atas banyak nukleutida (polinuklutida). Setiap nuklutida terdiri atas gula pentosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen. Gula pentosa penyusun DNA adalah gula deoksiribosa. Gugus fosfat pada DNA berfungsi sebagai penghubung dua gula pentosa. Basa nitrogen penyusun DNA yaitu adenin dan guanin dari golongan purin serta sitosin dan timin dari golongan primidin. DNA merupakan dua rantai polinukleutida yang saling terpilin membentuk tangga tali ganda (double helix). Dalam rantai DNA tersebut, sitosisn (C) selalu berpasangan dengan guanin (G) dan dihubungkan oleh tiga ikatan hidrogen. Sementar itu, adenin (A) selalu berpasangan dengan timin (T) dan dihubungkan oleh dua ikatan hidrogen. Perhatikan gambar struktur DNA di bawah ini.