JEPARA – SENIN, 8 JUNI 2026
Alhamdulillah, kita telah tiba di hari terakhir Asesmen Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Perjuangan tinggal sedikit lagi!
Ingat, nilai yang berkah bermula dari proses yang bersih. Kunci utama mendapatkan hasil terbaik adalah selalu bersikap jujur dan memberikan usaha yang maksimal hingga menit terakhir.
Selamat menempuh ujian hari terakhir untuk seluruh siswa-siswi MA Kejuruan Babus Salam. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, kemudahan, dan hasil yang berkah untuk masa depan kalian. Amin. 🤲
#MAKejuruanBabusSalam #AsesmenAkhirSemester #BisnisDigital #HariTerakhirUjian #MadrasahMajuBermutu
/ponpesbabussalammulyoharjo.com/lembaga-pendidikan/ma-kejuruan/
JEPARA – Langkah strategis dalam memantapkan kompetensi digital bagi generasi muda terus digencarkan oleh MAK Babus Salam Mulyoharjo. Sebagai bagian dari program kemitraan berkelanjutan, sebanyak 18 siswa dari Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital menyambangi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer FEB UNISNU ini merupakan wujud nyata implementasi kerja sama antara kedua institusi yang telah terjalin sejak awal semester genap Tahun Akademik 2025/2026. Fokus utama kunjungan kali ini adalah pendalaman keterampilan teknis melalui pelatihan intensif pembuatan website e-commerce.
Dalam sesi yang berlangsung dinamis, para siswa tidak hanya menerima teori, namun langsung melakukan praktik di bawah pendampingan dosen ahli dari FEB UNISNU Jepara. Hands-on experience atau pembelajaran praktik langsung ini terbukti efektif dalam memacu daya serap siswa.
Hasilnya cukup impresif. Hanya dalam durasi 120 menit, seluruh peserta berhasil membangun website dasar yang siap digunakan sebagai sarana pembelajaran sekaligus media untuk mendalami ekosistem bisnis digital secara lebih komprehensif.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembelajaran memiliki dampak yang terukur. Keberhasilan siswa membuat website dalam waktu singkat menunjukkan antusiasme yang tinggi serta efektivitas dari metode pendampingan yang diberikan oleh pihak universitas," ujar salah satu dari dua guru pendamping yang mendampingi rombongan siswa tersebut.
Kemitraan yang terprogram secara sistematis ini bukan sekadar agenda kunjungan rutin, melainkan upaya strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan. MAK Babus Salam Mulyoharjo terus memantapkan posisinya sebagai Madrasah Aliyah (MA) Kejuruan pertama dan satu-satunya di Kabupaten Jepara yang mengusung kurikulum berbasis vokasi dengan spesialisasi Bisnis Digital.
Melalui sinergi dengan institusi perguruan tinggi seperti FEB UNISNU Jepara, MAK Babus Salam Mulyoharjo bertekad menjembatani kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan tuntutan industri digital yang kian berkembang pesat.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi, di mana para siswa mendapatkan wawasan mengenai prospek bisnis digital di masa depan. Sinergi ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi kreator dan pelaku bisnis digital yang andal di masa depan.
Red. AY_BSM
Gambar ilustrasi pembelajaran Bisnis Digital dan pembelajaran Pesantren
Sabtu, 2 Mei 2026
JEPARA– Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum krusial untuk merefleksikan posisi institusi pendidikan Islam khususnya Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dan Pesantren dalam lanskap pendidikan nasional. Di tengah percepatan integrasi teknologi digital dan pergeseran paradigma industri, kedua institusi ini tidak lagi sekadar menjadi penjaga gawang tradisi moral, melainkan aktor strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif.
Berikut adalah analisis sistematis mengenai peluang dan tantangan yang dihadapi:
1. Peluang Strategis: Integrasi Nilai dan Kompetensi
Eksistensi MAK dan Pesantren memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki oleh institusi pendidikan sekuler murni.
Sintesis Karakter dan Keahlian: Peluang terbesar terletak pada model pendidikan holistik. Di saat dunia industri mulai memprioritaskan soft skills dan etika kerja (integritas), pesantren memiliki "stok" modal sosial yang melimpah. Santri tidak hanya dibekali kemampuan teknis ($hard skill$), tetapi juga ketahanan mental (grit) dan etika profesi yang berbasis nilai transendental.
Demokratisasi Ekonomi Berbasis Umat: Melalui kurikulum kejuruan, pesantren berpotensi menjadi pusat inkubasi bisnis lokal. Pengembangan unit usaha pesantren (Kopontren) yang dikelola oleh siswa MAK dapat menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang mandiri.
Bonus Demografi dan Relevansi Lokal: Dengan basis massa yang besar, MAK dapat mengisi celah kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor-sektor spesifik seperti agribisnis halal, teknologi informasi syariah, dan manajemen industri kreatif yang berakar pada budaya lokal.
2. Tantangan Sistemik: Kesenjangan Struktural dan Epistemologis
Meskipun memiliki peluang besar, terdapat hambatan fundamental yang harus diakselerasi penyelesaiannya:
Dikotomi Keilmuan: Masih terdapat tantangan dalam mengintegrasikan ilmu agama (tafakkuh fiddin) dengan ilmu sains/teknis secara organik. Seringkali, muatan kejuruan dianggap sebagai "tempelan" sehingga kedalaman kompetensi teknis siswa MAK terkadang tertinggal dibandingkan SMK umum.
Infrastruktur dan Digital Divide: Akses terhadap laboratorium mutakhir, perangkat lunak berlisensi, dan konektivitas berkecepatan tinggi masih menjadi kendala di banyak pesantren pedesaan. Tanpa modernisasi sarana, lulusan MAK berisiko mengalami gap kompetensi terhadap standar industri 4.0 atau 5.0.
Standardisasi dan Sertifikasi: Tantangan besar terletak pada penyelarasan (link and match) kurikulum dengan kebutuhan industri. Sertifikasi profesi yang diakui secara internasional menjadi krusial agar ijazah pesantren tidak hanya dipandang sebelah mata dalam rekrutmen profesional.
3. Analisis Sintesis: Menuju Model Pendidikan Masa Depan
Untuk menjawab tantangan di atas, diperlukan transformasi dalam tiga pilar utama:
Pilar Transformasi
Aksi Strategis
Luaran (Outcome)
Kurikulum
Rekonstruksi kurikulum yang mengintegrasikan literasi digital ke dalam tradisi kitab kuning.
Lulusan yang fasih teknologi namun tetap tawadhu secara spiritual.
Kemitraan
Kolaborasi lintas sektoral dengan industri global untuk pemagangan dan sertifikasi.
Peningkatan daya serap lulusan di pasar kerja global.
Manajemen
Digitalisasi tata kelola pesantren dan MAK untuk transparansi dan efisiensi.
Institusi yang akuntabel dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Penulis: Ahmad Yusuf, S.P.d.I.,M.Pd.(Kepala MAK babus Salam Mulyoharjo)
Red: AY_BSM
Kamis, 23 April 2026
KUDUS – Suasana di pelataran MA Kejuruan (MAK) Babus Salam Mulyoharjo tampak berbeda pada Kamis pagi, 23 April 2026. Sebuah armada travel telah bersiap, membawa rombongan siswa Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital menuju Kota Kudus. Ini bukan sekadar tamasya, melainkan misi "belanja" ilmu untuk menembus batas ruang kelas dan menyentuh denyut nadi industri yang sesungguhnya.
Langkah pertama dimulai di Pusat Jenang Kudus dan Museum GUSJIGANG. Di balik aroma manis jenang yang menyeruak, tersimpan filosofi mendalam yang menjadi fondasi karakter masyarakat setempat.
Harmoni Gusjigang: Dari Akhlak hingga Niaga
Di museum ini, para siswa tidak hanya melihat artefak, tetapi menyelami nilai Gusjigang akronim dari Bagus akhlaknya, pintar Ngaji, dan terampil Dagang. Sebuah filosofi warisan Sunan Kudus yang kini ditantang untuk tetap relevan di tengah kepungan algoritma digital.
Ketua Jurusan Bisnis Digital, M. Prasetiyo, menekankan bahwa pengalaman empiris adalah guru terbaik bagi para siswanya, terutama bagi mereka yang baru menginjak bangku kelas X.
Di sisi lain, M. Nasyirul Mufid, selaku Sekretaris Jurusan mengungkapkan bahwa kegiatan Kunjungan Industri/Industial Visit ini menjadi program jurusan MAK babus Salam yang notabene Madrasah Aliyah Kejuruan yang pertama di Jepara, sebagaimana arahan Bapak Kepala Madrasah dan Waka Kurikulum.
Di ruang presentasi, dialog hangat tercipta. Para pemateri mengupas tuntas anatomi perusahaan mulai dari dapur produksi hingga strategi penetrasi pasar digital. Meski masih belia, para siswa menunjukkan daya kritis yang luar biasa. Pertanyaan demi pertanyaan tentang cara bertahan di pasar global pun terlontar, membuktikan bahwa nalar bisnis mereka telah mulai terasah.
Observasi yang Tak Sekadar Singgah
Didampingi Sekretaris Jurusan, Waka Sarpras, dan para guru pengampu, para siswa tampak sibuk dengan buku catatan dan ponsel mereka. Namun, perangkat itu bukan untuk berswafoto semata, melainkan alat dokumentasi untuk menyusun laporan dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berkelompok.
Semangat ini menunjukkan bahwa kunjungan industri ini memiliki target yang jelas. Mereka tidak hanya belajar cara membuat produk, tetapi membedah bagaimana sebuah brand legendaris memanfaatkan data untuk tetap dicintai oleh lintas generasi.
Menuju Puncak Muria: Sujud di Ambang Senja
Usai mengejar logika bisnis, rombongan bergerak meninggalkan hiruk-pikuk industri menuju kesunyian lereng Gunung Muria. Sebuah transisi dari narasi duniawi menuju dimensi ukhrawi.
Di bawah keteduhan pohon-pohon tua dan udara dingin pegunungan, para siswa bersimpuh di makam Waliyullah Sunan Muria. Ziarah ini menjadi jeda reflektif bagi mereka untuk menyadari bahwa kesuksesan finansial haruslah berjalan beriringan dengan keteguhan iman. Menyeimbangkan antara etos kerja profesional dan kerendahan hati sebagai hamba.
Membawa Pulang "Bekal" Masa Depan
Sebelum azan Maghrib memanggil, rombongan dijadwalkan sudah kembali ke Komplek Ponpes Babus Salam Mulyoharjo. Mereka pulang dengan langkah yang mungkin lelah, namun dengan wawasan yang jauh lebih luas.
Perjalanan hari ini adalah investasi jangka panjang. Harapannya, para siswa tidak hanya pulang membawa oleh-oleh khas Kudus, tetapi juga membawa pulang api kewirausahaan. Inilah ikhtiar MAK Babus Salam dalam merajut generasi yang tak hanya cakap mengelola aset digital, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni.
Red: AY_BSM
Kamis, 23 April 2026
JEPARA – Langkah konkret diambil oleh MA Kejuruan (MAK) Babus Salam Mulyoharjo dalam memitigasi degradasi moral di kalangan remaja. Melalui program Guru Tamu, madrasah ini menggandeng Kepolisian Sektor (Polsek) Jepara untuk menanamkan kesadaran hukum sekaligus memperkokoh karakter santri.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepakatan (MoU) yang telah ditandatangani kedua belah pihak. Dengan mengusung tajuk "Membangun Generasi Emas yang Cerdas Hukum dan Berakhlakul Mulia", program ini diharapkan menjadi katalisator lahirnya siswa yang tidak hanya kompeten secara teknis, tapi juga taat konstitusi.
Kehadiran Penuh Petinggi Polsek
Suasana edukasi terasa berbeda dengan kehadiran Kapolsek Jepara, AKP R. Aries Sulistiyono, yang turun langsung memimpin jajarannya. Tak tanggung-tanggung, ia memboyong tim lintas fungsi, mulai dari unit Reskrim, Intelpol, hingga Kanit Bhabinkamtibmas, Marsudi, untuk memberikan perspektif hukum yang komprehensif kepada para siswa.
Dalam orasinya, AKP R. Aries Sulistiyono menegaskan bahwa kepolisian memiliki tanggung jawab moral untuk masuk ke ruang-ruang kelas.
"Sinergi ini adalah upaya jemput bola untuk membentengi anak didik kita dari pengaruh penyimpangan sosial. Kami ingin mencetak siswa yang disiplin, paham rambu-rambu hukum, namun tetap mengedepankan etika atau akhlakul mulia," tegas Kapolsek.
Inovasi "NGGONMU CRITO": Ruang Aman untuk Siswa
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah paparan inspiratif dari Ibu Dian K. Sebagai pemateri, ia menggarisbawahi bahwa pendidikan di era digital memerlukan kolaborasi multisektoral. Madrasah dan orang tua tidak bisa lagi berjalan sendirian.
Dian juga memperkenalkan sebuah terobosan layanan psikologis bertajuk "NGGONMU CRITO". Program ini dirancang sebagai:
Wadah Konseling: Ruang aman bagi siswa untuk mencurahkan keresahan mereka.
Edukasi Anti-Bullying: Peringatan keras bahwa perundungan, baik verbal maupun fisik, memiliki konsekuensi hukum pidana yang serius.
Kesehatan Mental: Memberikan solusi bagi problematika remaja sebelum berujung pada tindakan menyimpang.
Komitmen Berkelanjutan
Kepala MAK Babus Salam Mulyoharjo, Ahmad Yusuf, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan institusi kepolisian. Menurutnya, kehadiran praktisi hukum di sekolah memberikan dampak psikologis yang positif bagi kedisiplinan siswa.
"Kami ingin lulusan MAK Babus Salam tidak hanya unggul di bidang kejuruan, tapi juga menjadi warga negara yang sadar hukum," ujar Yusuf.
Agenda ini dipastikan bukan sekadar seremoni satu kali jalan. Pihak madrasah dan Polsek Jepara telah menyusun jadwal rutin bulanan dengan berbagai tema relevan yang disinkronkan dengan kurikulum pendidikan karakter. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa di Jepara, kolaborasi antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum kini semakin solid demi masa depan generasi muda.
Red: AY_BSM
https://gistara.com/2026/04/22/polisi-mengajar-di-mak-babussalam-wujudkan-generasi-sadar-hukum/amp/
PMBM 2026/2027
Kamis, 13 April 2026
JEPARA – Ruang kelas Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Babus Salam, Mulyoharjo, kini memiliki warna baru. Bukan hanya guru yang berdiri di depan papan tulis, melainkan aparat berseragam cokelat. Lewat inovasi bertajuk "Polisi Pendidik Jepara Kota", jajaran Polsek Jepara Kota mengambil langkah out of the box dengan menerjunkan personel Bhabinkamtibmas sebagai tenaga pendidik bantuan.
Langkah proaktif ini bukan tanpa alasan. Di tengah rentannya generasi muda terhadap pusaran kenakalan remaja, pendekatan represif dinilai tak lagi cukup. Kesadaran hukum dan pembentukan karakter harus ditanamkan sejak dini, langsung dari jantung pendidikan formal.
Sinergi strategis ini resmi dikukuhkan dalam pertemuan hangat antara Kapolsek Jepara Kota, AKP R. Aries Sulistiyono, dengan Kepala MAK Babus Salam, Ahmad Yusuf, pada Kamis (16/4/2026) lalu.
Nantinya, para personel kepolisian tidak sekadar berpatroli, melainkan berinteraksi secara intensif dengan para siswa di dalam kelas. Materi yang dibawakan pun dirancang spesifik untuk menjawab tantangan zaman: mulai dari literasi hukum Undang-Undang ITE, bahaya laten narkotika (P4GN), pencegahan paham radikalisme, hingga kampanye masif anti-perundungan (bullying).
“Kami ingin menciptakan ekosistem belajar yang benar-benar aman. Harapan kami, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang tangguh dan taat hukum,” tegas AKP R. Aries Sulistiyono. Ia menambahkan, inisiatif sukarela ini juga mencakup penanaman kedisiplinan melalui Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) serta edukasi keselamatan berlalu lintas.
Mengingat dinamika pergaulan remaja yang kian kompleks, pihak madrasah menyambut antusias uluran tangan penegak hukum ini. Sentuhan humanis kepolisian dirasa menjadi instrumen penting untuk mendampingi siswa menghadapi tantangan sosial lingkungan. Lebih dari itu, kehadiran aparat di lingkungan sekolah diharapkan mampu merekatkan kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan demi terciptanya iklim Kamtibmas yang sejuk di wilayah Jepara.
Edukasi Berbalut Kepastian Hukum
Lebih dari sekadar program simpatik, inisiatif "Polisi Pendidik" ini berdiri kokoh di atas fondasi hukum perlindungan anak dan ketertiban umum:
Darurat Bullying (UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak): Mengacu pada Pasal 54, setiap anak di lingkungan pendidikan berhak atas perlindungan mutlak dari kekerasan fisik, psikis, maupun kejahatan seksual. Intervensi polisi dalam edukasi anti-bullying adalah manifestasi nyata dari amanat undang-undang ini.
Jejak Digital Remaja (UU No. 1/2024 tentang Perubahan Kedua UU ITE): Regulasi ini menuntut kedewasaan bermedia sosial. Edukasi langsung dari kepolisian menjadi langkah preventif vital agar remaja tidak terjerat ancaman pidana akibat penyebaran hoaks, fitnah, maupun isu SARA.
Cita-cita Pendidikan (UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional): Kolaborasi ini sejalan dengan roh pendidikan nasional untuk mencetak manusia yang tidak sekadar berilmu, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab secara demokratis.
Red: AY_BSM
Catatan Redaksi: Laporan ini diangkat dari agenda resmi Polsek Jepara Kota sebagai bentuk upaya preventif dalam menjaga ketertiban masyarakat. Investigasiindonesia.co.id berkomitmen mendukung penuh setiap langkah institusi penegak hukum yang mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis dalam merawat generasi muda Indonesia.
PMBM 2026/2027
Rabu, 4 Maret 2026
JEPARA – Komitmen untuk mencetak talenta-talenta unggul yang siap bersaing di era ekonomi digital terus diwujudkan melalui langkah-langkah strategis. Pada Rabu, 4 Maret 2026, sebuah capaian penting berhasil ditorehkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara MAK Babus Salam Mulyoharjo, khususnya Jurusan Bisnis Digital, dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara.
Berlangsung di ruang Dekanat FEB UNISNU Jepara, prosesi penandatanganan ini menandai babak baru sinergi antara pendidikan vokasi tingkat menengah dan pendidikan tinggi. Atmosfer akademik yang kental mewarnai pertemuan tersebut, mengisyaratkan keseriusan kedua belah pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan berkelanjutan.
Ruang lingkup kesepakatan yang tertuang dalam MoA ini dirancang secara spesifik untuk menjawab tantangan industri masa kini. Beberapa poin krusial yang disepakati meliputi kehadiran program guru tamu dari kalangan akademisi dan praktisi kampus, penyelenggaraan workshop pengembangan skill, hingga pendampingan intensif dalam praktik digital marketing bagi para siswa.
Integrasi program-program tersebut dinilai menjadi katalisator yang sangat relevan dengan visi Jurusan Bisnis Digital. Mengawal langsung jalannya pengembangan jurusan, Kepala Madrasah, Bapak Ahmad Yusuf, S.Pd.I., M.Pd. dan Kepala Program Keahlian Bisnis Digital, Bapak M. Prasetiyo, beserta jajaran manajemen sekolah melihat kolaborasi ini sebagai jembatan emas yang menghubungkan teori di dalam kelas dengan dinamika bisnis riil. Transfer ilmu pengetahuan dan keahlian langsung dari kepakaran FEB UNISNU diproyeksikan akan memperkaya ekosistem pembelajaran dan mencetak lulusan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki insting bisnis yang tajam.
Kerja sama ini juga diharapkan mampu membuka peluang-peluang baru bagi penguatan kurikulum vokasi yang adaptif. Dengan adanya bimbingan langsung terkait praktik pemasaran digital, manajemen e-commerce, dan analisis pasar, siswa MAK Babus Salam Mulyoharjo akan memiliki portofolio keahlian yang kompetitif sebelum mereka terjun ke dunia industri atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, MAK Babus Salam Mulyoharjo dan FEB UNISNU Jepara telah meletakkan fondasi yang kokoh. Ini bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, melainkan komitmen nyata untuk bersama-sama mengawal generasi muda Jepara menjadi agen perubahan yang tangguh di kancah bisnis digital masa depan.
Red: AY BSM
PMBM 2026/2027