Biji kopi Arabika adalah type yang paling banyak ditemui dan digunakan untuk membawa dampak kopi. Kira-kira 70% kopi yang dijual di pasaran saat ini adalah jenis biji kopi Arabika. Tanaman ini paling banyak tumbuh di benua Afrika bagian tengah dan timur, benua Amerika bagian selatan, dan benua Asia bagian selatan dan tenggara. Negara-negara produsen biji kopi ini mempunyai iklim tropis dan subtropis.
Ciri-ciri kopi Arabika
Kopi Arabika dipercaya sebagai kopi bersama mutu terbaik. Pasalnya, kopi Arabika lebih sukar diproses dan diolah. Di samping amat sensitif terhadap pergantian suhu, tanaman ini mudah di serang hama dan penyakit. Maka, hasil panennya dalam setahun lebih sedikit berasal dari kopi Robusta.
Kopi Arabika terhitung mesti ditangani harus secara hati-hati. Biji kopi ini bentuknya sedikit memanjang dan pipih. Dibandingkan bersama biji kopi Robusta, biji kopi Arabika ukurannya agak lebih besar. Selain itu, teksturnya lebih halus dibandingkan bersama biji kopi Robusta.
Rasa dan aroma kopi Arabika
Karena takaran sukrosa atau gula dalam kopi Arabika lebih tinggi, Anda bisa merasakan sendiri bahwa kopi ini jadi agak manis dan asam. Aromanya terhitung wangi seperti campuran bunga dan buah-buahan. Kopi Arabika mengandung kafein sebesar 1,2% agar sesudah diseduh, kopi ini jadi lembut, tidak amat pekat. Inilah mengapa umumnya kopi yang dihidangkan di kafe, restoran, atau kedai kopi ternama umumnya gunakan biji kopi Arabika.
Contoh kopi Arabika
Kopi ini banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Beberapa umpama kopi Arabika yang memadai dikenal adalah kopi Etiopia, Kenya, Toraja, Sumatera, Mandailing, Jawa (dari perkebunan kopi di area Kawah Ijen, Jawa Timur), Papua Nugini, Colombia, dan Brazil.
Kopi Robusta via blog.bamaro.ir
Tak seperti kopi Arabika, type biji kopi Robusta tidak begitu banyak diproduksi. Spesies kopi ini banyak tumbuh di benua Afrika bagian barat, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Namun, sebagian negara yang membuahkan kopi Arabika terhitung menanam kopi Robusta.
Ciri-ciri kopi Robusta
Tanaman ini lebih mudah tumbuh dan dirawat dibandingkan bersama tanaman kopi Arabika. Kopi ini lebih-lebih bisa ditanam di dataran yang tak amat tinggi bersama suhu yang berubah-ubah. Dalam setahun, tanaman kopi Robusta bisa membuahkan biji kopi lebih banyak berasal dari jenis kopi Arabika. Bentuk bijinya bulat dan agak lebih padat daripada biji kopi Arabika. Ukuran biji kopi Robusta terhitung lebih kecil dan teksturnya sedikit kasar.
Rasa dan aroma kopi Robusta
Ciri khas rasa kopi Robusta adalah pekat dan agak pahit. Pasalnya, takaran kafeinnya lebih tinggi dibandingkan kopi Arabika, yakni sampai 2,2%. Cita rasa dan aroma kopi ini amat kuat, serupa bersama cokelat, teh hitam, dan kacang-kacangan. Setelah diolah menjadi minuman, sebagian jenis kopi Robusta wanginya agak seperti kayu. Biasanya kopi Robusta digunakan sebagai bahan kopi instan.
Contoh kopi Robusta
Indonesia banyak memproduksi type biji kopi Robusta. Beberapa umpama kopi Robusta berasal dari Indonesia pada lain kopi Lampung, Jawa Barat, Bali, Flores, dan Bengkulu. Kopi Luwak terhitung berasal berasal dari tanaman kopi Robusta, namun tersedia terhitung yang berasal berasal dari tanaman kopi Arabika. Kopi Robusta berasal dari negara lain contohnya adalah India, Vietnam, Jamaika, dan Uganda.
Selain itu, jenis kopi diatas mempunyai nilai jual yang cukup tinggi, siapa tau Anda dapat menjadikannya sebagai kesempatan bisnis kopi. Semoga tulisan ini dapat menjadi referensi, supaya mendapatkan kopi yang berkualitas. Terima kasih.