Tujuan pembelajaran
Peserta didik mampu:
Menjelaskan pengertian algoritma pencarian (searching).
Membedakan algoritma pencarian linear dan biner.
Menentukan langkah-langkah pencarian linear dan biner pada suatu data.
Memilih algoritma pencarian yang tepat sesuai kondisi data.
Konsep Dasar Pengurutan Data
Pengurutan data (sorting) adalah proses menyusun data ke dalam urutan tertentu berdasarkan kriteria yang diinginkan, misalnya dari kecil ke besar (ascending) atau dari besar ke kecil (descending).
Tujuan pengurutan data:
Mempermudah pencarian data
Mempermudah analisis data
Membantu pengambilan keputusan
Contoh data yang sering diurutkan:
Nilai ujian
Rangking siswa
Daftar absen
Harga barang
Jenis Pengurutan Data
A. Pengurutan Menaik (Ascending)
Pengurutan menaik adalah pengurutan data dari nilai terkecil ke nilai terbesar.
Example: 5, 8, 12, 20, 35.
B. Pengurutan Menurun (Descending)
Pengurutan menurun adalah pengurutan data dari nilai terbesar ke nilai terkecil.
Example: 35, 20, 12, 8, 5
Contoh Algoritma Pengurutan Sederhana
A. Bubble Sort
Bubble sort adalah algoritma pengurutan yang bekerja dengan membadingkan dua data yang berdekatan dan menukarnya jika urutannya salah. Proses ini diulang sampai seluruh data terurut.
Karakteristik Bubble Sort
Mudah dipahami
Cocok untuk data berjumlah sedikit
Proses pengurutan dilakukan berulang-ulang
Contoh Data
Urutkan data berikut secara ascending : 8, 3, 6, 2, 5.
Proses singkat
Bandingkan 8 dan 3, tukar ➜ 3, 8, 6, 2, 5
Bandingkan 8 dan 6, tukar ➜ 3, 6, 8, 2, 5
Bandingkan 8 dan 2, tukar ➜ 3, 6, 2, 8, 5
Bandingkan 8 dan 5, tukar ➜ 3, 6, 2, 5, 8
(Putaran berikutnya)
Bandingkan 3 dan 6 (tidak ditukar)
Bandingkan 6 dan 2, tukar ➜ 3, 2, 6, 5, 8
Bandingkan 6 dan 5, tukar ➜ 3, 2, 5, 6, 8
(Putaran berikutnya)
Bandingkan 3 dan 2, tukar ➜ 2, 3, 5, 6, 8
Hasil akhir
Setelah data di atas diurutkan: 2, 3, 5, 6, 8
B. Selection Sort
Selection sort bekerja dengan cara memilih data terkecil atau terbesar dari kumpulan data, kemudian menukarnya ke posisi yang sesuai.
Karakteristik Selection Sort
Jumlah pertukaran data lebih sedikit
Langkah terstruktur
Mudah dijelaskan secara manual
Contoh Data
Urutkan data berikut secara ascending : 8, 3, 6, 2, 5.
Proses singkat
Cari nilai terkecil dari semua data ➜ 2, tukar dengan 8 ➜ 2, 3, 6, 8, 5
Cari nilai terkecil dari sisa data (3, 6, 8, 5) ➜ 3 (sudah di posisi benar ➜ 2, 3, 6, 8, 5
Cari nilai terkecil dari sisa data (6, 8, 5) ➜ 5, tukar dengan 6 ➜ 2, 3, 5, 8, 6
Cari nilai terkecil dari sisa data (8, 6) ➜ 6, tukar dengan 8 ➜ 2, 3, 5, 6, 8
Hasil akhir
Setelah data di atas diurutkan: 2, 3, 5, 6, 8
C. Insertion Sort
Insertion sort adalah algoritma pengurutan yang bekerja dengan cara menyisipkan satu data ke posisi yang tepat pada bagian data yang sudah terurut.
Karakteristik Insertion Sort
Proses seperti mengurutkan kartu di tangan
Cocok untuk data berukuran kecil
Mudah dipahami secara bertahap
Contoh Data
Urutkan data berikut secara ascending : 8, 3, 6, 2, 5.
Proses singkat
Ambil data kedua (3), sisipkan sebelum 8 ➜ 3, 8, 6, 2, 5
Ambil data berikutnya (6), sisipkan ke posisi yang benar ➜ 3, 6, 8, 2, 5
Ambil data berikutnya (2), sisipkan ke posisi yang benar ➜ 2, 3, 6, 8, 5
Ambil data berikutnya (5), sisipkan ke posisi yang benar ➜ 2, 3, 5, 6, 8
Hasil akhir
Setelah data di atas diurutkan: 2, 3, 5, 6, 8
Asesmen hari ini silahkan diklik!
Created by Ginaya
Copyright 2023