Langkah Kecil untuk Bumi Kita
22 April 2022
Langkah Kecil untuk Bumi Kita
22 April 2022
Lomba kreativitas membuat alat sederhana dari bahan bekas.
PERSYARATAN
Peserta lomba siswa kelas IV SD Santo Aloysius Trunojoyo Bandung.
Hasil karya pribadi tidak menjiplak hasil karya orang lain.
Bahan dasar alat yang diciptakan dari barang bekas atau sampah.
Foto hasil karya lengkap dengan proses pembuatannya.
Benda atau alat yang diciptakan berdaya guna atau bermanfaat serta berkontribusi untuk merawat bumi kita tercinta.
WAKTU
Lomba dimulai hari Jumat, 22 April 2022 sampai dengan Kamis, 28 April 2022 pukul 18:00 WIB.
KRITERIA PENILAIAN
Originalitas
Bahan dasar
Kreativitas,inovasi
Nilai guna dalam merawat bumi
Dokumentasi hasil karya dan proses
BAHAN-BAHAN :
Ember plastik bekas es krim 4 lt.
Stoples plastik bekas biskuit
Stoples plastik bekas selai
Botol plastik bekas minuman ringan
Kran plastik dispenser
Tussen klep PVC/plastik ukuran 0.5 inch
Bio-Foam/Sponge (busa filter akuarium)
PERALATAN :
Gunting besar
Cutter / pisau pemotong
Bor
Spidol
Zip ties (pengikat plastik)
Seal tape PTFE
Lem Epoxy 2 komponen (sebaiknya jenis non-sag)
Silicone Sealant (opsional)
Membuat pola lingkaran pada tutup ember es krim dengan diameter sama besar dengan diameter stoples selai.
Pola lingkaran yang sama dibuat juga pada bagian dasar stoples biskuit.
Tutup ember es krim dilubangi mengikuti pola lingkaran yang sudah dibuat
Lubangnya dirapikan menggunakan gunting.
Bagian bawah stoples biskuit juga dilubangi mengikuti pola lingkaran
Stoples bekas selai dipotong melingkar pada garis yang berjarak ± 5 cm dari leher stoples.
Kemudian digunting tegak lurus ± 3½ cm. Gunting seluruh keliling stoples, jarak antara guntingan ± 3 cm.
Kemudian tekuk guntingan-guntingan tersebut sehingga membentuk kelopak bunga.
Selipkan botol botol selai ke lubang lingkaran pada bagian dasar stoples biskuit.
Tekan-tekan sehingga sisi dan kelopak stoples selai rapat dengan stoples biskuit.
Lem epoxy ( resin + jardener ) diaduk di sachet aluminium foil bekas yang permukaannya dibasahi sedikit.
Ember es krim, stoples biskuit dan stoples selai direkat menjadi satu menggunakan lem epoxy.
Sambil menunggu lemnya kering, saya melubangi-lubangi tutup stoples biskuit menggunakan mata bor ukuran 3.5 mm.
Sekeliling sisi stoples biskuit juga dilubangi.
Semakin ke arah atas (dekat tutup ember eskrim), diameter lubang bornya diperbesar, max ø 10 mm.
Kemudian tutup stoples biskuit dirapatkan dan diikat menggunakan zip ties.
Menandai letak pemasangan kran dispenser pada bagian sisi ember es krim.
Mengukur diameter leher kran
Melubangi sisi ember es krim menggunakan mata bor hole-saw dengan diameter yang sesuai ukuran leher kran dispenser.
Leher kran dispenser dipotong agar tidak terlalu panjang.
Drat/ulir di leher kran dilapis seal-tape supaya lebih rapat dan tidak bocor.
Kran dispenser dipasang pada ember es krim.
Mur kran dikencangkan sehingga benar-benar rapat dengan dinding ember es krim.
Sebagai alternatif pengganti kran dispenser atau juga sebagai lubang outlet/kuras cadangan kalau lubang kran tersumbat ampas, bisa menggunakan tututp botol plastik yang dipotong pada bagian leher botol.
Bagian tutup & leher botol yang telah dipotong tersebut dipasang pada dinding ember yang telah dilubangi sesuai ukuran lalu dilem menggunakan lem epoxy.
Celah yang renggang ditutup menggunakan lem silikon ( silicon sealant )
Begitu juga celah-celah sambungan antara tutup ember es krim, stoples biskuit dan stoples selai.
Filter bio-sponge dipasang di lubang kran sebagai saringan untuk mencegah tersumbatnya kran oleh partikel ampas. Filter direkatkan ke bagian dasar ember menggunakan sedikit silicone sealant.
Setelah itu, ember es krim dan tutupnya dirapatkan. Supaya lebih rapat, tutupnya di lem dengan silicone sealant.
Supaya gas yang timbul selama proses fermentasi dapat keluar otomatis secara aman, maka tussen klep perlu dimodifikasi agar katupnya dapat membuka pada tekanan udara ± 80 - 160 milibar.
Tussen klep dibuka kemudian pegas katupnya diperpendek sehingga tingginya sama dengan panjang as katup. Caranya dengan memuntir pegas searah jarum jam sambil ditekan.
Pasang kembali tussen klep lalu di test dengan cara ditiup. Kalau setingannya sudah pas, katub akan membuka saat ditiup dengan keras (* kurang lebih dengan kekuatan yang sama dengan ketika meniup nada tinggi di terompet)
Tussen klep dipasang dengan menggunakan double nipple PVC (sambungan pipa ulir luar) pada tutup stoples selai yang telah dilubangi tengahnya sesuai ukuran ± 20.6 mm.
Salah satu ujung double nipple itu dipotong hingga pangkalnya, dan ujung yang satu lagi dipotong sedikit supaya tingginya sama dengan bagian ulir dalam tussen klep lalu dilapis seal tape.
* Kalau tidak ada double nipple, bisa menggunakan sisa potongan dari leher kran dispenser. Karena diameternya lebih maka harus dilem ke lubang tussen klep menggunakan lem epoxy.
Tussen klep dan double nipple dipasang rapat menjepit tutup stoples selai.
* Perhatikan arah panah di tussen klep.
Tutup stoples yang sudah dipasang tussen klep
Sisa potongan plastik dikumpulkan dengan tutup botol/kemasan bekas minuman , potongan selang, potongan pipa PVC dll.
Setelah dicuci bersih, sisa-sisa potongan plastik itu dimasukkan ke dalamnya. Fungsinya adalah sebagai bio-media alternatif untuk menambah luas permukaan yang diperlukan mikro organisme anaerobik saat proses penguraian dan fermentasi eco-enzyme.
Tutup stoples selai dirapatkan (* tanpa lem supaya tetap bisa dibuka-tutup, cukup menggunakan seal tape agar lebih rapat.)
Siap digunakan untuk pembuatan eco-enzyme ...
Bahan-bahan eco-enzyme dimasukkan melalui lubang stoples di bagian atas.
Setelah bahan-bahan eco-encyme dimasukkan, tanki bisa ditutup rapat lalu disimpan tanpa khawatir meledak karena gas berlebih yang dihasilkan selama proses fermentasi akan otomatis dibuang melalui tusen klep searah yang sekaligus mencegah masuknya udara dari luar ke dalam tabung yang bisa mengganggu proses anaerob.
Saat panen, cairan eco-enzyme bisa dialirkan melalui kran tanpa harus menguras ampasnya sehingga bisa terus digunakan dengan menambahkan bahan (sisa buah, sayur dst.).
Demikian, semoga karya saya dari bahan bekas ini bisa bermanfaat.
Horeee ...
Karyaku ini aku berhasil meraih peringkat 1 lomba kreativitas dari barang bekas dalam rangka Hari Bumi 2022. (Sertifikatnya tertulis karya seni poster dan kolase, mungkin Ibu Guru salah print 😁 )
Terima kasih Ibu Guru atas bimbingannya. Terima kasih untuk Papaku yang sudah menyiapkan bahan-bahan dan juga mengajariku menggunakan alat-alat tukang. Terima kasih juga teman-teman sekalian atas suportnya.
Ayo, kalian juga pasti bisa ...
-Lorrenszio-