Juli 2018, Salah seorang anak kami Lalu Arga Almuzahari penyandang disabilitas yg mengidap Autis ringan. Saat itu jam belajar mengajar di PAUD tempat buk Nurhasanah mengabdi sebagai guru honorer disanalah Arga suka bermain sambil melihat teman seusianya sekolah dan memperhatikan kegiatan teman - teman seusianya belajar dan bermain, hingga suatu saat dia berlari masuk ke barisan teman - temannya yang sedang berbaris untuk bersiap memulai kegiatan sekolah dan spontan murid - murid PAUD meneriakinya dengan serentak seraya melarang Arga ikut serta dalam barisan, begitu pula dengan wali murid lebih melarang lagi , tak disangka ibunya juga tiba - tiba datang yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari lokasi sekolah dan langsung terdiam. Dari sanalah rasa prihatin ibu Nurhasanah timbul terhadap Arga, menurutnya pada dasarnya mereka sama - sama seorang anak dan memiliki hak yang sama. Tak terbayangkan perasaan ibunya Arga saat itu, dimana Arga juga memang sering jadi ejekan dan di buli teman - teman seusianya. bukan hanya itu, Arga juga sudah dua kali mencoba masuk sekolah normal biasa, namun hasilnya tetap sama Arga selalu menjadi bahan ejekan dan dibuli temannya bahkan gurunya mengeluh karena tidak bisa komunikasi. Dari sana Ibu Nurhasanah pun tergerak hatinya untuk membantu Arga hingga pada akhirnya ibu Nurhasanah yang juga sedang hamil tiga bulan mengambil keputusan untuk berhenti mengajar dan pokus membantu dan mencari jalan keluar untuk Arga. Dengan segala keterbatasan yang ada ibu Nurhasanah mencoba menyisihkan apa yang dimiliki untuk membantu Arga memenuhi kebutuhan urusan Arga yang untuk kondisi seperti sekarang ini memang tidak mudah. Sepanjang perjalanan Ibu Nurhasanah semakin dalam semakin menemukan banyak Ragam Penyandang Disabilitas , Yatim, Anak terlantar, Lanjut Usia dan Pengidap Penyakit Menahun yang membutuhkan perhatian dan juga keadaannya lebih parah dari Arga dan dengan alasan itu ibu Nurhasanah semakin yakin untuk terus maju membantu Penyandang Disabilitas. Yang pada saat itu juga ibu Nurhasanah yang masih menumpang dirumah mertuanya, meminta ijin untuk melakukan kegiatan itu disana.
Tanpa diduga, dengan seiring waktu dan perjalanan, ibu Nurhasanah mendapat simpati dari banyak sahabat, masyarakat yang memiliki keluarga Penyandang Disabilitas, dan beberapa Donatur bahkan dari beberapa pihak Pemerintah yang terkait. Sehingga ibu Nurhasanah yang tidak pernah berpikir untuk membentuk sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial, akhirnya di bantu oleh beberapa donatur dan pihak pemerintah yang sudah mengetahui kegiatannya untuk mendapatkan Legalitas dalam kegiatan yang dilaksanakannya. Alhamdulillah dengan ijin Allah yang Maha Esa, ibu Nurhasanah lebih terbantu melakukan kegiatan sosial yang dilaksanakannya.
Alhamdulillah, sekarang ibu Nurhasanah tidak sendiri. Teramat banyak di sekitar kami para dermawan dan Relawan Sosial yang ikut berbagi dan peduli dengan Penyandang Disabilitas, yatim, Anak Terlantar, Lanjut Usia, Fakir Miskin dan Masyarakat Pengidap Penyakit Menahun / Emergency.
Hari ini, berkat Rahmat dan karunia Ilahi dan dukungan serta kontribusi para dermawan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Kasih Ibu telah menjadi sebuah institusi sosial yang legal dan profesional yang mencoba memberikan pelayanan dan pengasuhan terbaik untuk Penyandang Disabilitas, Yatim, Anak Terlantar, Lanjut Usia dan Masyarakat Pengidap Penyakit Menahun / Emergency agar mereka tidak kehilangan kawalan dalam kehidupan dan meraih masa depan yang lebih cemerlang.
Kami akan selalu berupaya menjadi lembaga yang profesional dan dinamis karena kami sadar segala bentuk bantuan dan dukungan dari Pemerintah dan para dermawan adalah amanah yang tidak ringan yang harus kami pertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat. Penyelenggaraan Pemeriksaan oleh Tim Akuntan Publik, adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam upaya membentuk lembaga sosial yang terpercaya.
Doa dan dukungan dari berbagai fihak sangat kami nantikan. Bersama, kita wujudkan cita-cita mereka.
Menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional yang mampu mewujudkan peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) umat dan terunggul dalam penerimaan, pengadministrasian dan penyaluran dana ZISWAHIB di Indonesia.
• Membantu meningkatkan kualitas pendidikan umat.
• Membantu meningkatkan kesehatan umat.
• Membantu meningkatkan kualitas ekonomi umat.
• Menjadi Lembaga Amil Zakat terunggul dalam penerimaan, pengelolaan dan penyaluran dana ZISWAHIB.
Menjadi Lembaga Kesejahteraan Sosial yang mampu mewujdkan peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) umat dan terunggul dalam penerimaan, pengadministrasian dan penyaluran dana Bantuan di Indonesia.
• Membantu meningkatkan kualitas pendidikan umat.
• Membantu meningkatkan kesehatan umat.
• Membantu meningkatkan kualitas ekonomi umat.
• Menjadi Lembaga Kesejahteraan Sosial terunggul dalam penerimaan, pengelolaan dan penyaluran dana Bantuan