BIMBINGAN TEKNIS PENERAPAN APLIKASI SRIKANDI DI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN BOYOLALI DAN MELAKSANAKAN AKUISISI ARSIP FOTO KEGIATAN PENANGANAN COVID-19 DI BPBD KABUPATEN BOYOLALI
KAMIS, 30 OKTOBER 2025
LKD Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan “Bimbingan Teknis Penerapan Aplikasi Srikandi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boyolali dan Melaksanakan Akuisisi Arsip Foto Kegiatan Penanganan Covid-19 di BPBD Kabupaten Boyolali” yang diadakan pada Kamis, 30 Oktober 2025 bertempat di Dispermasdes dan BPBD Kabupaten Boyolali.
Dalam rangka mendukung kebijakan nasional terkait penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pemerintah telah mengembangkanSistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegras atau yang dikenal dengan aplikasi SRIKANDI. Aplikasi ini berfungsi sebagai sarana pengelolaan arsip dinamis secara elektronik di seluruh instansi pemerintah, sehingga proses administrasi menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan. Untuk memastikan pemahaman dan penerapan yang optimal, diperlukan kegiatan bimbingan teknis bagi perangkat daerah agar mampu mengimplementasikan aplikasi tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi sistem kearsipan digital, Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penerapan Aplikasi SRIKANDI di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis kepada aparatur mengenai cara penggunaan, pengelolaan, dan pemeliharaan arsip dinamis melalui aplikasi SRIKANDI. Selain itu, bimbingan teknis juga menjadi wadah konsultasi langsung antara LKD sebagai pembina kearsipan dengan perangkat daerah sebagai pelaksana, sehingga penerapan sistem dapat berjalan secara seragam dan berkelanjutan.
Selain pelaksanaan bimbingan teknis, LKD Kabupaten Boyolali juga melaksanakan akuisisi arsip foto kegiatan penanganan COVID-19 di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali. Kegiatan akuisisi ini bertujuan untuk menyelamatkan dan melestarikan arsip statis yang memiliki nilai guna kesejarahan, khususnya dokumentasi visual penanganan pandemi yang menjadi bagian penting dari sejarah daerah. Arsip foto tersebut merupakan sumber informasi yang bernilai tinggi dalam menggambarkan upaya pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat kesehatan masyarakat.
Melalui kedua kegiatan tersebut, LKD Kabupaten Boyolali menunjukkan komitmen dalam memperkuat tata kelola kearsipan daerah, baik dari aspek pengelolaan arsip dinamis melalui SRIKANDI maupun penyelamatan arsip statis melalui akuisisi arsip foto. Sinergi antara pembinaan teknis dan pengelolaan arsip statis diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya pengelolaan arsip yang tertib, autentik, dan berkelanjutan di lingkungan pemerintah Kabupaten Boyolali. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas aparatur, tetapi juga terhadap terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.