Kondisi Belajar dari Rumah (BDR) atau School from Home selama masa pandemi Covid-19 belakangan ini dapat meningkatkan tingkat kejenuhan dalam proses belajar mengajar khususnya di lembaga pendidikan (Rinawati & Darisman, 2020). Hal ini dapat berakibat buruk kepada proses maupun output hasil pembelajaran. Selain itu kondisi serba keterbatasan ini juga dapat menurunkan minat (keinginan) belajar dari peserta didik sendiri (Yunitasari & Hanifah, 2020).
Dorongan penguatan link and match di dalam pendidikan vokasi (khususnya SMK) mengharuskan pola pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan relevansi dunia industri (i.e., DUDI). Kondisi Pandemi Covid-19 yang menyebabkan sebagian besar proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh berdampak signifikan terhadap program pembelajaran di SMK. Sehingga pihak SMK harus dapat kreatif dalam melakukan proses pembelajarannya agar substansi dan materi belajar dapat disampaikan secara maksimal.
Salah satu program yang dapat menguatkan kerjasama antara SMK dengan pihak industri adalah dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Model pembelajaran ini adalah metode belajar dengan pendekatan masalah sebagai langkah awal untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dan aktivitas yang nyata (Sunardi dkk., 2015). Sederhananya, output yang diperoleh selain dari pengetahuan itu sendiri adalah produk atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen/pelanggan.
Pada Tanggal 17-20 Desember 2021 bertempat di Hotel Aryaduta, Kota Makassar, sejumlah SMK dari berbagai provinsi di Indonesia mendapat kesempatan untuk dapat menampilkan produk-produk kreatif hasil pembelajaran yang dilaksanakan di SMK masing-masing. Beberapa produk yang hadir seperti Rumpon elektronik (SMKN 3 Bulukumba), Alat Pakan Ikan Otomatis (SMKN 1 Glagah Banyuwangi), Alat panen Ikan Lele otomatis (SMK 2 LPPM Majalaya, Bandung), Probiotik Budidaya Sistem Bioflok (SMKN 2 Sinjai), Pakan (pelet) ikan (SMKN 3 Jeneponto), olahan non pangan rumput laut (SMKN 1 Karimunjawa), dan berbagai olahan pangan perikanan, e.g., TATA Sardine kaleng (SMKN Darul Ulum, Muncar), Stik Mangrove (SMKN 1 Papayoto), rumput laut dalam kemasan (SMKN Tarano). Berbagai produk ini dipamerkan selama beberapa hari di booth pameran yang telah disiapkan pihak BPPMPV KPTK.
Tujuh terbaik dari SMK yang mengajukan produk kreatifnya juga mendapat kesempatan memaparkan keunggulan masing-masing produk mereka kepada seluruh peserta ekspose dan pameran yang diundang. Sehingga masing-masing SMK dapat saling berbagi pengalaman dan best-practice dari pengembangan produk kreatif tersebut. Kegiatan ekspose produk kreatif SMK dilaksanakan oleh BPPMPV KPTK bertujuan untuk dapat memberikan stimulan dan akselerasi penguatan program link and match di SMK, khususnya SMK-SMK dibidang kelautan/perikanan dan teknologi informasi dan komunikasi. Produk-produk yang dipamerkan merupakan hasil dari implementasi pembelajaran berbasis proyek dan kerjasama SMK dengan dunia industri.
Melalui program ini dapat dilihat sepintas bahwa kreatifitas sumberdaya vokasi (khsusnya SMK) di Indonesia masih tinggi meskipun kondisi pembelajaran sedang mengalami hambatan karena pandemi Covid-19.
Selanjutnya hasil dari kegiatan ini sendiri bagi BPPMPV KPTK dan SMK adalah sebagai upaya awal dari kerjasama dan kolaborasi di masa mendatang untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan produk-produk yang telah dihasilkan tersebut agar dapat menjadi lebih baik lagi
Rinawati, D., Darisman, E.K. 2020. Survei tingkat kejenuhan siswa SMK belajar di rumah padamata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaanselama masa pandemi covid-19. Journal of Science and Education 1(1): 32-40. https://jse.rezkimedia.org/index.php/jse
Sunardi, Ihwanudin, M., Firtianto, F.D. 2015. Pembelajaran kolaboratif berbasis proyek: Inovasi untuk meningkatkan kesesuaian kompetisi produktif di SMK dengan kebutuhan dunia kerja. Seminar Nasional Teknologi Pendidikan UM. Retrieved from: http://digilib.mercubuana.ac.id/
Yunitasari, R., Hanifah, U. 2020. Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Minat Belajar Siswa pada Masa COVID-19. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan 2(3): 232-243. https://edukatif.org/index.php/edukatif/index