Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) telah menyelenggarakan Pelatihan Widyaselam bagi guru-guru SMK bidang kemaritiman dari tanggal 12 hingga 20 Mei 2024, melalui Program Upskilling & Reskilling Guru Kejuruan. Program ini bertujuan untuk memperkaya kompetensi para pendidik vokasi di bidang masing-masing yang relevan, dalam hal ini bidang kelautan dan perikanan. Program kali ini, merupakan Pelatihan Widyaselam pertama yang diselenggarakan oleh BPPMPV KPTK untuk guru SMK di Indonesia, bekerja sama dengan OK Dive Community sebagai mitra industri. Kemudian, setelah menyelesaikan pelatihan peserta pelatihan akan mendapatkan lisensi selam Open Water SCUBA Diver dari Association of Diving School (ADS) Indonesia.
Sebanyak 24 peserta guru SMK, terdiri dari 8 orang guru perempuan dan 16 orang guru laki-laki yang berusia antara 26 hingga 51 tahun, berhasil menyelesaikan pelatihan ini dan menerima sertifikat Open Water SCUBA Diver. Peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Keberagaman asal peserta ini mencerminkan komitmen nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi maritim di seluruh Indonesia.
Selanjutnya, para peserta mendapat kesempatan untuk menyelam di Coral Garden di sekitar Pulau Barrang Lompo, Makassar. Di sini, mereka belajar tentang pentingnya peran ekosistem terumbu karang dalam menjaga kesehatan lingkungan laut. Terumbu karang tidak hanya berfungsi sebagai habitat bagi berbagai spesies laut, tetapi juga melindungi garis pantai dari erosi dan gelombang besar. Peserta turut serta dalam monitoring dan observasi media tanam karang dengan metode Vertical Artificial Reef (VAR) dan transplantasi karang menggunakan metode Web Spider, yang diperkenalkan oleh Komunitas Konservasi Sangkarrang Ocean Dive di Pulau Barrang Lompo.
Salah seorang peserta pelatihan Widyaselam BPPMPV KPTK tengah membersihkan media tanam Vertical Artifical Reef di Coral Garden Pulau Barrang Lompo, Makassar (Kredit Foto: Fathuddin)
Haslinda Nedjabawa, ST, Kepala Sekolah SMKN 1 Kupang, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang berharga bagi dirinya dan peserta lain. "Kami sangat berterima kasih atas asistensi dan ilmu baru yang diberikan oleh para instruktur dan pendamping pelatihan. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya kompetensi kami sebagai pendidik, tetapi juga membuka wawasan tentang pentingnya konservasi terumbu karang bagi kelestarian lingkungan laut," ujarnya.
Pelatihan ini memberikan banyak manfaat bagi para guru SMK, yang kemudian akan mentransfer ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh kepada siswa mereka. Dengan pemahaman dan keterampilan yang diperoleh, para guru diharapkan dapat menularkan ilmu dan pengalaman yang didapat kepada siswa-siswa mereka, mempersiapkan mereka untuk dunia kerja di bidang maritim dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan laut yang berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, BPPMPV KPTK menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia, dengan fokus pada upaya pelestarian lingkungan yang menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan ekosistem laut.