Drama Manik Angkeran:
Legenda Terbentuknya Selat Bali
Manik Angkeran: Legenda Terbentuknya Selat Bali
Alkisah, di Kerajaan Daha, Kediri, Jawa Timur, hiduplah seorang pemuda bernama Manik Angkeran. Ia adalah putra seorang brahmana sakti bernama Begawan Sidhi Mantra. Namun, Manik Angkeran memiliki sifat yang buruk, ia sangat suka berjudi dan menghabiskan harta kekayaan ayahnya.
Karena perbuatannya yang buruk, Manik Angkeran dikutuk oleh ayahnya menjadi seekor babi hutan. Dalam wujud babi hutan, Manik Angkeran mengembara hingga tiba di hutan Besukih, Bali. Di sana, ia bertemu dengan seekor naga sakti bernama Naga Besukih.
Naga Besukih merasa kasihan pada Manik Angkeran dan memutuskan untuk membantunya. Dengan kekuatan sihirnya, Naga Besukih mengubah Manik Angkeran kembali menjadi manusia dengan syarat ia harus berjanji untuk berubah menjadi lebih baik.
Manik Angkeran pun berjanji akan berubah. Namun, sifat buruknya kembali muncul. Ia kembali berjudi dan kalah hingga harta bendanya habis. Merasa kecewa, Manik Angkeran kembali memohon bantuan pada Naga Besukih.
Kali ini, Naga Besukih sangat marah. Ia merasa dikhianati oleh Manik Angkeran. Sebagai hukuman, Naga Besukih mengamuk dan membelah bumi dengan ekornya. Akibatnya, terbentuklah sebuah selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Selat itulah yang kemudian dikenal sebagai Selat Bali.
Pesan Moral:
Cerita Manik Angkeran memberikan pesan moral yang sangat penting, yaitu:
1. Janganlah berlaku buruk. Perbuatan buruk akan membawa akibat buruk pula.
2. Hargai orang tua. Orang tua adalah sosok yang sangat penting dalam hidup kita.
3. Jangan mudah putus asa. Selalu ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
4. Cerita ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Kemarahan Naga Besukih yang menyebabkan terbentuknya Selat Bali adalah sebuah peringatan bagi kita untuk selalu menjaga alam agar tidak rusak.
Unsur-unsur yang Menarik:
1. Unsur magis: Adanya tokoh naga sakti dan kutukan yang membuat cerita ini semakin menarik.
2. Unsur sejarah: Cerita ini berkaitan dengan terbentuknya Selat Bali yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.
3. Nilai-nilai luhur: Cerita ini mengandung nilai-nilai luhur seperti kesabaran, kejujuran, dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.
Sumber gambar ilustrasi : (http://indosastra.com)
ini ilustrasi yang tersedia di youtube: Manik Angkeran: Legenda Terbentuknya Selat Bali
Kelas 8A mendapat tugas untuk Drama P5 Legenda Manik Angkeran
Pada saat proyek P5 kelas 8A mendapatkan tugas memperagakan cerita Manik Angkeran. Manik Angkeran bercerita tentang seorang anak yang bernama Manik Angkeran yang selalu berjudi sabung ayam dan menggunakan harta ayahnya untuk berjudi. Pesan moral yang berusaha ditampilkan kelas 8A dari kisah ini adalah jangan serakah. Pada saat penampilan kami selesai, banyak apresiasi yang diungkapkan dari penonton. Alhamdulillah kami mendapatkan Juara 1 untuk proyek pementasan drama ini. Terus berusaha dan berprestasi selalu ya.
Link pementasan 8A : Link pementasan 8A: Manik Angkeran
Kami kelas 8A dengan Bimbingan Bu Sus dan Bu Nurul Jannatin sebagai wali kelas
Koresponden by Kayla Bilqis Aqila/8A