Apakah Proyek IPAS?
Projek IPAS merupakan integrasi antara social sciences dan natural sciences menjadi kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran. Segala aspek kehidupan bersosial dalam kebhinekaan, keberagaman agama, dan saling bergotong royong tercakup dalam social sciences. Interaksi antara manusia dan alam, serta melihat berbagai fenomena yang terjadi dengan alam, dapat dijelaskan secara logis dan ilmiah dengan natural science sehingga kita mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dengan arif dan bijaksana.
Permasalahan yang melibatkan aspek manusia dengan manusia lainnya dan manusia dengan alam, terjadi akibat kurangnya kesadaran pemahaman akan sains. Kita sebagai makhluk sosial tidak hanya membutuhkan manusia lain dalam masyarakat, tetapi juga sangat bergantung kepada alam. Oleh karena itu, sains hadir untuk memecahkan permasalahan secara ilmiah yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di sekitar kita. Pada akhirnya peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran sains dapat memperoleh kecakapan untuk mengambil keputusan yang tepat secara ilmiah agar dapat hidup lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih baik.
Mata pelajaran Projek IPAS memiliki objek kajian berupa benda konkret dan fenomena sosial yang terdapat di alam dan dikembangkan berdasarkan pengalaman empirik, yaitu pengalaman nyata yang dirasakan oleh setiap orang dan memiliki langkah-langkah sistematis serta menggunakan cara berpikir yang logis.
Pembelajaran Projek IPAS dikemas dalam bentuk projek (project based learning) yang mengintegrasikan beberapa elemen konten/materi. Tiap projek dilaksanakan untuk mencapai elemen kompetensi Projek IPAS yang terdiri dari 3 (tiga) elemen literasi saintifik dan dikontekstualisasikan dengan karakteristik masing-masing rumpun Bidang Keahlian, kondisi daerah tempat tinggal atau sekolah, dan konten/ materi esensial. Dalam satu tema dapat dimuat beberapa projek sesuai dengan lingkup atau keluasan suatu materi.
Projek IPAS terdiri dari tiga elemen kompetensi yang mengacu pada kompetensi literasi saintifik, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mendesain dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, menerjemahkan data dan bukti-bukti secara ilmiah. Ketiga elemen tersebut disampaikan dalam bentuk projek. Dalam satu tahun peserta didik diharapkan mempelajari ketujuh aspek dan melakukan projek terkait aspek tersebut. Dalam satu projek dapat terdiri dari satu aspek atau gabungan dari beberapa aspek. Masing-masing aspek mempunyai lingkup yang berbeda isesuaikan dengan rumpun bidang keahliannya, dimana Rumpun bidang keahlian dibagi menjadi tiga, yaitu Rumpun Teknologi; Rumpun Kesehatan dan Pekerjaan Sosial, Agribisnis dan Agriteknologi, serta Kemaritiman; dan Rumpun Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, serta Seni dan Ekonomi Kreatif.
Menurut Laila F. Umami, dkk dalam Buku Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial bertujuan untuk membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills) agar peserta didik dapat:
menerapkan pola pikir ilmiah dan pola perilaku sosial yang baik, serta membangun karakter yang peduli dan bertanggung jawab terhadap permasalahan yang dihadapi dirinya, masyarakat, dan alam semesta.
menelaah manfaat potensial dan risiko dari penggunaan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.
mampu membuat keputusan berdasarkan pertimbangan ilmu pengetahuan alam dan sosial.
menemukan solusi dari masalah yang dihadapi melalui sains baik masalah individu maupun masyarakat.
Strategi pembelajaran yang diterapkan pada mata pelajaran Projek IPAS adalah Project Based Learning, yaitu pembelajaran yang dalam penyajiannya mengaitkan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar. Namun tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi pembelajaran lain yang relevan. Penentuan tema untuk dijadikan sebuah projek dalam pembelajaran Projek IPAS ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan:
karakteristik masing-masing rumpun Bidang Keahlian.
kondisi daerah tempat tinggal atau sekolah.
konten/materi esensial penggunaan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.
Pemilihan strategi pembelajaran Projek IPAS ditentukan oleh guru dan hendaknya juga mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
Tujuan pembelajaran dan sifat materi pelajaran apakah materi itu termasuk ranah sikap, pengetahuan atau keterampilan.
Karakteristik kemampuan peserta didik misalnya kemampuan membaca, motivasi dalam belajar, kemampuan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Alokasi waktu yang tersedia.
Sumber belajar dan media pembelajaran yang tersedia
Ketersediaan sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah seperti kondisi ruang kelas, fasilitas perpustakaan, akses internet, dan lain-lain.
Pada akhir fase E, peserta didik diharapkan dapat memahami dan membuat teks informasi, mendeskripsikan kejadian dan fenomena, melaporkan percobaan, menyajikan dan mengevaluasi data, memberikan penjelasan, dan menyajikan opini atau klaim sesuai dengan lingkup bidang keahliannya. Mereka juga dapat memahami serta membuat teks multimedia seperti bagan, grafik, diagram, gambar, peta, animasi, dan media visual.
Peserta didik menggunakan struktur bahasa untuk menghubungkan informasi dan ide, memberikan deskripsi dan penjelasan, merumuskan hipotesis, dan membangun argumen yang didasarkan pada bukti-bukti sehingga dapat mengekspresikan posisinya. Peserta didik diajak untuk memahami ketujuh aspek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial yang terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya; zat dan perubahannya; energi dan perubahannya; bumi dan antariksa; keruangan dan konektivitas antarruang dan antarwaktu; interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi sosial dan dinamika sosial; serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan sesuai dengan karakteristik bidang keahliannya.