Mempunyai tenaga ahli yang kompeten di bidang agribisnis.
Mempunyai banyak kajian ilmu yang telah/dapat dikembangkan.
Mempunyai jejaring baik pemerintah daerah maupun Lembaga Swadaya Masyarakat.
Mempunyai jaringan yang baik dengan pelaku agribisnis di tingkat lokal.
Fasilitas relatif baik untuk berbagai kegiatan diskusi.
Relatif banyak Mata Kuliah belum memiliki Panduan Praktikum.
Standar Operasional Prosedure (SOP) belum dibuat dengan lengkap.
Paradigma pengelolaan laboratorium hanya sebatas pelaksanaan praktikum.
Dukungan pendanaan belum diakomodir secara baik
Belum tersedia SDM khusus laboran.
Kurang updatenya kompetensi pengelola/tenaga ahli di bidang administrasi.
Peralatan yang kurang lengkap dan memadai.
Rasio jumlah peralatan tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa.
Belum adanya software alat analisis
Sistem pengelolaan laboratorium secara online belum dapat diwujudkan (kelemahan).
Sulitnya pengadaan peralatan laboratorium agribisnis (kelemahan).
Kebijakan Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produktivitas pertanian.
Kebijakan Kementerian Pertanian mendorong kelembagaan korporasi pertanian.
Kebijakan Kemdikbudristek dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Kepedulian pemerintah daerah dalam pengembangan perdesaan dan agribisnis.
Semakin tinggi minat mahasiswa untuk mengambil minat Pembangunan Agribisnis.
Potensi terselenggaranya kemitraan dengan instansi/perusahaan.
Pandangan stakeholder bahwa kampus hanya sebagai Menara Gading
Aktivitas Perguruan Tinggi sejenis yang lebih progresif.
Menurunnya kepercayaan stakeholder terhadap institusi/organisasi terutama fakultas Pertanian dan Jurusan Agribisnis.
Bermunculan jenis laboratorium dengan fungsi yang sama dengan kompetensi jauh lebih baik.
Kredibilitas Labor menurun akibat memposisikan laboran tidak sesuai bidangnya yang berdampak pada kinerja labor.
Mengembangkan laboratorium terpadu dengan memanfaatkan jejaring kemitraan yang ada (S4 - O1).
Meningkatkan profesionalisme pengelola sehingga terselengaranya kemitraan dengan instansi/kemitraan (S1 - O6).
Mendorong pengelola untuk lebih banyak berkarya sehingga menumbuhkan antusiasme mahasiswa berusaha dalam konteks agribisnis (S2 - O5).
Implementasi Desa Binaan, Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Menempatkan pengelola sesuai kompetensinya (S1 - T5)
Memfasilitasi Labor dengan Sumberdaya Pendukung dan Penunjang terlaksananya kegiatan Labor (S5 - T4)
Melakukan penambahan tenaga laboran yang berkompetensi untuk mendukung terwujudnya kebijakan kemenristek (S3 - W5).
Memberikan pelatihan komputerisasi dan manajemen pengelolaan laboratorium guna menunjang kebutuhan pengguna dan pengelola (S3 - W9).
Menyediakan bahan/peralatan sesuai kebutuhan untuk mendukung terlaksananya aktivitas pada labor (S3 - W7).
Rekruitmen Asisten Laboratorium yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Publikasi Standar Operation Procedure.
Dokumen Praktikum dari mata Kuliah berpraktikum di Jurusan Agribisnis.
Mendorong pengelola/ pengguna untuk mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya terutama di bidang manajemen dan komputer (W6 - T5).
Penyediaan Aplikasi / Perangkat Software Penunjang Kegiatan Agribisnis kedepan baik oleh pengguna maupun pengelola (W9 - T4).
Melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa secara umum dan mahasiswa Jurusan Agribisnis khususnya.
Melakukan diskusi-diskusi terkait dengan pembangunan pertanian, khususnya pertanian ramah lingkungan.