RW 08 Tanahbaru, Bogor Utara, Kota Bogor.
Kantor sekretariat KWT: Gedung Posyandu “Sakura” Perumahan Tanahbaru Blok E RT/RW: 05/08, Tanahbaru Bogor Utara Kota Bogor
Kami, adalah organisasi kelompok wanita di lingkungan RW 08 Kelurahan Tanahbaru, Bogor Utara yang memfokuskan kegiatan pada bidang pertanian sekala kecil (skala rumah tangga). Dibentuk dalam rangka membangun dan mempererat tali silaturahim antar warga (terutama ibu-ibu) di lingkungan RW.08 Kelurahan Tanahbaru Bogor Utara, yang dikemas melalui kegiatan agribisnis (budidaya pertanian) skala keluarga. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan (khususnya sayur dan buah) bagi keluarga, memberikan nilai tambah ekonomi dan sekaligus menunjang program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah.
Kerukunan dan kebersamaan antar warga merupakan modal utama dalam membangun kekuatan social kemasyarakatan, untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di masayarakat.
Badan Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO), menyebutkan adanya potensi terjadinya krisis pangan dunia karena penerapan karantina wilayah atau lockdown untuk memerangi virus Corona.
Merebaknya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, tidak saja berdampak kepada masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menganggu ketahanan pangan individu, keluarga maupun nasional.
Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa 30% wilayah Indonesia akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya yang akan berdampak kepada deficit cadangan pangan di beberapa provinsi.
Adanya langkah-langkah strategis dari Kementan dalam upaya peningkatan ketersediaan pangan di era new normal, yang salah satunya berupa program “Pekarangan Pangan Lestari (P2L)”, yaitu program pemanfaatan pekarangan, lahan kosong dan lahan tidak produktif dengan menanam aneka tanaman pangan, seperti tanaman sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga karena sayur dan buah merupakan bagian pangan yang penting sebagai sumber vitamin, mineral dan serat dalam mencapai pola makan sehat sesuai anjuran pedoman gizi seimbang untuk kesehatan yang optimal.
P2L dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan bagi keluarga yang beragam, bergizi seimbang dan aman, sekaligus untuk peningkatan pendapatan keluarga. Dilakukan melalui pemberdayaan kelompok masyarakat, yaitu kegiatan budidaya berbagai jenis tanaman, pengembangan rumah bibit, demplot, pertanaman, dan pascapanen serta pemasaran.
Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia memanfaatkan lahan kecil dan pekarangan rumah untuk ditanami aneka sayur dan buah-buahan. Langkah ini merupakan langkah penting dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui gerakan diverfikasi pangan Lestari " Hal ini bisa dengan menerapkan pola pertanian berkelanjutan dengan produksi bibit sendiri dan pemenuhan pupuk organik".
Ancaman krisis pangan sebagaimana dilontarkan FAO dan peringatan BMKG, tidak boleh dipandang remeh. Karena pada kondisi melambatnya perekonomian dunia dan prediksi meningkatnya masyarakat miskin akan berimplikasi pada pemenuhan pangan bagi masyarakat.
Oleh sebab itu, KWT merasa terpanggil dan berusaha menunjang program-program pemerintah tersebut sesuai dengan potensi yang ada, melalui kegiatan-kegiatan yang menunjang program ketahanan pangan nasional.
Mempererat tali silaturahim antar warga melalui kegiatan yang bermanfaat dan bertanggungjawab.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang budidaya pertanian (teknologi, produksi, pengolahan dan pemasaran) skala kecil, khususnya untuk anggota KWT
Memenuhi kebutuhan minimal sayur dan buah keluarga
Menunjang program ketahanan pangan Pemerintah.
Sebagai wadah silaturahmi warga,
Sebagai ajang peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu anggota KWT dan warga lainnya di bidang pertanian sekala keluarga,
Sebagai tempat/objek pembelajaran kalangan pendidikan (siswa, mahasiswa, masyarakat profesi).
Pelindung : Lurah Tanahbaru
Pembina : Ir. Asep Tahyana (Ketua RW, 08)
Penasehat : Ecin Kuraesin
1. Ketua : Santi Suryani
2. Sekretaris : Nina Marlina
3. Bendahara : Iswati
4. Humas : Atika Setiatin
Seksi-seksi
1. Sarana produksi : Sri Rochaemi & Ade Rehiana
2. Pemasaran : Imas Nurnaningsih
3. Pengendalian HPT : Nurnaeni
4. Pengolahan hasil : Tuti Haryati
Anggota
1. Sri Hartati
2. Puji Astuti
3. Ristiani
4. Erna N.
5. Enny Angraeni
Kantor Sekretariat : Gedung Posyandu Sakura
Diskusi bersama mahasiswa IPB
Diskusi bersama perwakilan kecamatan
Pencampuran pupuk dan penanaman
Pembuatan pot tanaman dari botol bekas