Perlengkapan silat
Silek Kumango dikembangkan oleh Syekh Abdurahman Al Khalidi yang dikenal sebagai Syekh Kumango. Perlu diketahui, Syekh Kumango ini adalah salah satu tokoh penting dalam penyebaran tarekat khususnya tarekat Samaniyah di Minangkabau. Banyak orang yang datang untuk mengambil baiat tarekat ke Surau Kumango yang dikenal dengan nama Surau Subarang
Pengaruh ajaran tarekat pada Silat Kumango sangat terasa, yang menuntut para muridnya dapat mengendalikan diri . Jurus-jurus pada silat ini tidak lagi meniru gerakan hewan atau alam, sebagaimana pada golongan silat-silat tua lainnya di Smatera Barat.
Silek Kumango berasal dari Kabupaten Tanah Datar, kampung Kumango dan bisa dibilang silek ini sudah cukup tua. Ia berkembang dari lingkungan surau.
Silek Kumango adalah salah satu dari sepuluh aliran utama Silat di Minangkabau. Silat ini berasal dari Surau di Nagari Kumango, Kecamatan Sungai Tarok (saat ini diindonesiakan menjadi Sungai Tarab), Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Tarok sendiri adalah nama tumbuhan yang pada zaman dahulu seratnya dibuat untuk pakaian, ketika di zaman Jepang, pakaian dari serat tarok ini kembali populer dengan pepatah “ig ni san si roku , baju goni sarawa tarok” (satu dua tiga..enam, baju goni celana tarok). Aliran silat ini diberi nama menurut tempat asal silat ini pertama dirancang