Penghulu KUA Kecamatan Pinggir Ikuti Bimtek Penguatan Moderasi Beragama
Penghulu KUA Kecamatan Pinggir Ikuti Bimtek Penguatan Moderasi Beragama
Pinggir (Inmas) - Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pinggir Endang Suntana, S.Ag mengikuti Bimtek Penguatan Moderasi Beragama diselenggarakan oleh Bidang Urais Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Riau, selama tiga (3) hari.
Kegiatan Bimtek berlangsung selama tiga hari, dari Kamis dan Sabtu 18-20 Agustus 2022 bertempat di kota Dumai dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Mahyudin,MA didampingi Kabid Urais H. Agustiar, S.Ag. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang Penghulu se-Kabupaten/Kota Riau.
Endang Suntana selaku Penghulu KUA Kecamatan Pinggir sebagai salah satu peserta Bimtek tersebut mengucapkan syukur Allah SWT dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Alhamdulillah, banyak Ilmu yang saya dapat, kajian yang sangat bermanfaat dan ber kelas yang disampaikan oleh para narasumber yang hebat pada kami," kata Penghulu.
Beliau juga menyampaikan, bahwa acara ini juga memberikan motivasi pada saya selaku Penghulu untuk memberikan pencerahan pada masyarakat tentang apa itu Moderasi Beragama.
Ia juga menambahkan bahwa untuk menjaga kemajemukan bangsa, “kita membutuhkan Moderasi Beragama, yaitu suatu sikap beragama yang sedang, atau berada ditengah tengah, tidak berlebihan tidak mengklaim diri atau kelompok, merasa paling benar, tidak menggunakan legitimasi teologi yang ekstrim, stop menggunakan kekerasan dan bersikap netral, tidak berafiliasi dengan kepentingan politik atau kekuatan tertentu," ujar Penghulu Endang Suntana ketika ditemui sepulang dari Bimtek Moderasi beragama.
Sebagai narasumber pada kegiatan Bimtek ini, selain Dr. H. Mahyudin, MA selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Riau, hadir juga Drs. H. Asril. MM, Dr. H. Zulfadli, Lc. MA, Insan Pane, MA, dan Dra. H. Idah Heridah, MM.
Endang juga mengajak rekan- rekan Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Pinggir untuk bersinergi memasyarakatkan dan memelihara Islam Wasathiyah, sebagai bentuk moderasi Beragama.
"Hal ini merupakan solusi paling tepat dalam menghadapi kemajemukan bangsa, serta memelihara kerukunan antar umat beragama," kata Endang diakhir keterangan nya.