Badan Kontak Majelis Taklim lahir pada tanggal 1 Januari 1981 atas kesepakatan lebih dari 700 majelis taklim.
Diprakarsai oleh Tutty Alawiyah, seorang ustazah, muballighah yang telah berkecimpung di majlis taklim sejak usia yang masih sangat muda.
Pada awal pembentukan nya, BKMT bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu pembelajaran di majlis taklim dengan membentuk forum bersama sebagai wadah komunikasi antar sesama majlis taklim yang saat itu berada di Jakarta dan sekitarnya.
Seiring berjalan nya waktu, BKMT mulai giat diikuti oleh majlis majlis taklim diluar Jakarta. Tutty Alawiyah yang kala itu telah menjadi ustazah ternama, makin dikenal di masyarakat. Tutty pun berkeinginan agar majlis taklim lebih bermartabat, bukan hanya sebagai tempat belajar mengajar keislaman, namun memberikan kontribusi dan peranannya untuk umat dan masyarakat. BKMT pun membuktikan, menjadi pioniir organisasi majlis taklim terbesar, yang bersifat independen tanpa afiliasi dari pihak manapun.
Hingga di tahun 1991, pada dasawarsa BKMT, Tutty menyelenggarakan acara kolosal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dan menghadirkan Ibu Tien Soeharto.
Acara besar ini Menjadi tolak ukur penyelenggaraan acara acara besar BKMT. Tidak kurang dari 100.000 jamaah majlis taklim berkumpul dan menjadi syiar semangat bagi BKMT di seluruh Indonesia.
Kiprah BKMT pun semakin meluas, ditandai dengan makin banyak nya keberadaan BKMT di setiap provinsi di seluruh Indonesia. Melalui berbagai kegiatan dan program nya, BKMT meluaskan peran tidak hanya bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan, namun aktif dalam pemberdayaan ekonomi, penguatan wawasan bangsa, berperan aktif dalam kepemimpinan nasional serta tanggap terhadap isu isu strategis dan keummatan.
Hingga usianya kini, BKMT terus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas masyarakat. Bergerak menjadi garda terdepan perjuangan dan pemberdayaan umat. Dengan terus menjunjung nilai nilai filosofis pendirinya prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah, Yaitu menjadi kader yang beriman bertaqwa, berdedikasi tinggi, memiliki semangat juang untuk kebermanfaatan, dan merekatkan kebersamaan dalam peran nya di segala aspek kehidupan.
Dra. Suryani
Ketua BKMT Kab. Sumbawa
UMBAWA BESAR, samawarea.com (10 Januari 2024) – Pengurus Cabang Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumbawa periode 2024–2029 dilantik. Bertempat di Aula SMKN 1 Sumbawa, Rabu (10/1/2024), Junaida Iriani S.Pd yang sebelumnya terpilih sebagai ketua beserta sekretaris, bendahara dan anggota, diambil sumpahnya oleh Ketua PD BKMT Kabupaten Sumbawa, Dra. Suryani Sofyan.
Pelantikan ini disaksikan Ketua MUI Sumbawa, Camat Sumbawa, Kapolsek Kota Sumbawa, para lurah beserta Tim Penggerak PKK, kepala KUA, tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap majelis taklim se-Kabupaten Sumbawa.
Acara pelantikan bertema “Melalui BKMT Kita Pererat Hubungan Silaturahim Antar Majelis Taklim untuk Kemajuan Bersama” ini berlangsung semarak karena penampilan Sholawatan oleh Majelis Taklim Kelurahan Samapuin, dan kelompok Hadrah Al Mubaroq Kelurahan Bugis.
Dalam sambutannya, Junaidi Iriani S.Pd menyatakan siap menjalankan amanah. Dengan dukungan para pengurus dan semua pihak, Ia meyakini organisasi ini dapat berjalan dengan baik. Ia pun mengajak untuk saling mengoreksi dan mengisi sehingga ketika terjadi kekurangan, kesalahpahaman maupun beda pendapat, dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Setelah pelantikan ungkap Bunda Elly–sapaannya, akan menyusun program kerja. Ia berharap BKMT yang dipimpinnya dapat berperan sebagai lembaga dakwah dalam mencetak ibu hebat dan generasi berakhlakul karimah.
Sementara Ketua Pengurus Daerah BKMT Kabupaten Sumbawa, Dra. Suryani Sofyan mengucapkan selamat kepada para pengurus BKMT Cabang Sumbawa yang baru saja dilantik. ia berharap lembaga ini bisa tetap mewujudkan Sumbawa gemilang yang berkeadaban. Ia mengapresiasi jasa Mendiang H. Ahmad Taufik S.Ag sebagai pencetus 1000 majelis taklim di Kabupaten Sumbawa. Dan Kecamatan Sumbawa adalah kecamatan yang paling banyak majelis taklimnya. Dengan banyak bermunculan majelis taklim dinilai sangat positif, karena akan melahirkan ibu-ibu yang hebat dan berkualitas.
“Dalam majelis taklim kita belajar bagaimana cara mendidik anak dan mengelola keluarganya. Bagaimana cara kita menjadi ibu hebat, bermartabat dan melahirkan generasi yang berakhlakul karimah,” cetusnya, seraya berharap majelis taklim dapat berperan menciptakan magrib mengaji.
Camat Sumbawa, Drs. Iwan Sofyan, menyampaikan terima kasih kepada semua majelis taklim khususnya di Kecamatan Sumbawa yang telah berkontribusi memperkuat ketahanan keluarga dalam rumah tangga. Sebab ibu-ibu adalah benteng terakhir untuk menciptakan keluarga yang kuat dan kokoh.
“Ketika ketahanan keluarga kokoh, maka akan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak,” imbuhnya.
Karena itu Camat menghimbau semua lurah untuk mengimplementasikan agar di wilayahnya banyak terbentuk majelis taklim. Dengan adanya majelis taklim, akan mampu meminimalisir persoalan yang saat ini kian kompleks.
Camat juga meminta agar majelis taklim berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Baznas untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. (SR)
Kunjungan dari kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan majelis taklim serta untuk memberikan arahan dan motivasi ke masyarakat agar tetap semangat dalam menuntut ilmu khususnya ilmu agama.
Bagi Kelompok Jamaah Majelis Taklim yang belum terdaftar atau ingin mendaftarkan Majelis taklimnya diKementerian Agama kabupaten Sumbawa bisa menghubingi kami di Kantor Urusan Agama Kec. Sumbawa.