Ditinjau dari segi topografinya, Wilayah Kabupaten Tanah Laut didominasi oleh dataran rendah yang landai, yang membentang dari Barat ke Timur, mulai dari arah Selatan (Pantai Laut Jawa) kearah Utara (pedalaman), dan bergelombang hingga bergunung di daerah pedalaman yang berbatas dengan Kabupaten Banjar. Secara umum dapat dikatakan bahwa topografi wilayah Kabupaten Tanah Laut dapat di bagi atas 2 (dua) bagian besar, yaitu: 1. Bagian selatan merupakan dataran rendah yang landau hingga berombak. Bentangan daerah ini memanjang dari Timur ke Barat dengan lebih melebar di bagian Barat yang terdiri dari rawa-rawa dan daerah aliran sungai, muara sungai dan Pantai Laut Jawa. 2. Bagian utara, merupakan daerah yang bergelombang, berbukit dan bergunung sampai ke perbatasan dengan Kabupaten Banjar. Pada wilayah ini terdapat beberapa puncak, yaitu: • Puncak Gunung Kemuning (750 m dpl) • Puncak Gunung Batu Karo (621 m dpl) • Puncak Gunung Batu Belerang (921 m dpl) • Puncak Gunung Kematian (951 m dpl) • Puncak Gunung Batu Mandi (901 m dpl) • Puncak Gunung Sekupang (1.051 m dpl) • Puncak Gunung Haur Bonak (744 m dpl) • Puncak Gunung Aur Bunek (1.150 dpl) • Puncak Gunung Condong (553 m dpl) Ditinjau dari sudut ketinggian tempat (elevasi), wilayah Kabupaten Tanah Laut dibagi 6 (enam) kelas elevasi , yaitu kelas 0 - 7 meter, 7 - 25 meter, 25 - 100 meter, 100 – 500 meter, 500 – 1000 meter dan diatas 1000 meter. Kelas ketinggian (elevasi) lahan yang paling luas di Kabupaten Tanah Laut adalah kelas elevasi 0 - 7 meter dpl, yaitu mencapai 58.240 Ha (15.6 % dari luas daratan). Kelas ketinggian yang paling kecil luasnya adalah kelas elevasi di atas 1.000 meter dpl, yaitu 13.661 Ha (3,7% dari luas daratan). Kelas elevasi ketinggian 0-7 meter dpl terdapat di seluruh kecamatan, kecuali Kecamatan Batu Ampar dan
Kecamatan Tambang Ulang sedangkan kelas elevasi ketinggian di atas 500 meter terdapat di Kecamatan Kintap, Jorong, Pelaihari dan Bati-Bati. Kemiringan/kelerengan suatu lahan berkaitan dengan kepekaan tanah terhadap erosi tanah, Semakin tinggi/terjal lerengnya maka tanah semakin peka terhadap erosi. Bila dilihat dari kemiringan tanahnya, wilayah Kabupaten Tanah Laut dapat dibedakan dalam 5 (lima) kelompok, yaitu sebagai berikut : 1. Kelerengan 0 – 8, sebagian besar tersebar di wilayah selatan membentang dari bagian Barat hingga Timur, dengan luas 71.675,29 Ha (77,37 % dari luas KPHP) 2. Kelerengan 8o – 15o, sebagian besar tersebar di wilayah bagian Tengah, membentang dari bagian Barat hingga Timur, dengan luas 6.199,93 Ha (6,69 % dari luas KPHP). 3. Kelerengan 15o – 25o, sebagian besar tersebar di wilayah bagian Tengah, membentang dari bagian Barat hingga Timur, dengan luas 6.893,52 Ha (7,44 % dari luas KPHP) 4. Kelerengan 25o – 45o, sebagian besar tersebar di wilayahbagian Tengah, membentang dari bagian Barat hingga Timur, dengan luas 6.900,90 Ha (7,45 % dari luas KPHP) 5. Kelerengan > 45o, sebagian besar tersebar di wilayah bagian Tengah dan Utara, membentang dari bagian Barat hingga Timur, dengan luas 10.690 Ha (1,05 % dari luas KPHP)
Terlihat bahwa wilayah KPHP Model Tanah Laut didominasi Kelerengan 0o –8o, sebagian besar tersebar di wilayah selatan membentang dari bagian Barat hingga Timur, dengan luas 71.675,29 Ha.