Tim Kopi Seceting melakukan kunjungan di MI Muhammadiyah Semampir Banjarnegara terkait program penambahan makanan bergizi untuk siswa-siswi. Kegiatan untuk memberikan asupan gizi yang baik kepada anak-anak agar anak-anak mampu berkembang dengan baik dan berkualitas.
Program ini melibatkan dinas Kesehatan, Puskesmas Banjarnegara para orang tua / wali siswa dan Komite Madrasah. ( timkopi seceting )
SEKBER KOPI SECETING jalan Tentara Pelajar Nomor 44 Sokanandi
Banjarnegara, 31 Oktober 2024 : Sektreraiat Bersama ( SEKBER ) KOPI SECETING Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara sevagai sarana untuk mengatur strategi dan mencari inspirasi guna penguatan kegiatan KOPI SECETING agar benar-benar mampu memberikan kontribusi positif bagi Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dalam melakukan intervensi sensitif terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara dalam percepatan Penurunan angka stunting di Kabupaten Banjarnegara.
Di Sekber ditampailkan foto-foto kegiatan yang telah dilakukan KOPI SECETING dari awal pergerakan, deklarasi dan aksi-aksi nyata yang dilakukan KOPI SECETING meliputi Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin ( BIMWIN ), Bimbingan Perkawinan Bagi Remaja Usia Nikah ( BRUN ), Bimbingan Remaja Usia Sekolah ( BRUN ) dan pembuatan film-film pendek ( bisa diakses di chanel Youtube Pokjaluh Banjarnegara
Rabu, 30 Oktober 2024, Tim Penilai Nasional MenPAN RB di dampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melakukan verifikasi lapangan terkait program unggulan Kemenag Banjarnegara KOPI SECETING ( Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting ). Dalam kesempatan tersebut TPN menpan RB melihat langsung dokumen kegiatan KOPI SECETING dalam melakukan intervensi sensitif dalam upaya percepatan penurunan angka stunting yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Akhmad Khozin Amanullah selaku Agen Perubahan menyampaikan awal mula kegiatan Kopi Seceting, dimana kab. Banjarnegara stunting sangat tinggi yang salah satu faktor pemicunya adalah tingginya pernikahan anak ( dibawah 19 Tahun ) kemudian penyuluh berkomitmen bersama melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencegah timbulnya generasi stunting. Kiprah KOPI SECETING diakui oleh Anhar dari Baperlibang menyampaikan bahwa Inovasi Kopi Seceting menjadi salah satu inovasi unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara tahun 2022 dalam prongram pengentasan stunting Tingkat Jawa Tengah dan Banjarnegara berhasil menjadi Juara 2 ( alimus )
PENCEGAHAN STUNTING DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Oleh : WARTI ( Penyuluh Agama Islam Non PNS) Kec. Wanayasa
Kita telah mengetahui bagaimana kondisi stunting di Indonesia. Dampak dari stunting serta penyebab dan cara mencegah stunting,dikesempatan kali ini saya mencoba memaparkan bagaimana solusi stunting dalam perspektif islam.Agama Islam adalah agama yang sangat sempurna tak hanya menuntun agar umat manusia selamat di akhirat kelak namun juga menuntun agar umat islam tak hanya menuntun kita untuk menjadi hamba yang memiliki kekuatan iman namun juga menuntun agar kita bisa memiliki tubuh yang sehat dan kuat sehingga menjadi generasi terbaik dan cerdas serta bisa menjadi generasi yang unggul yang mana hal ini juga akan berdampak pada generasi penerus kita selanjutnya,peran orang tua merupakan kunci untuk menghasilkan generasi bangsa yang sehat dan tangguh.
Al quran memperhatikan masalah ini dan meresponnya dengan memberi instruksi yang serius, misal di dalam menjaga kesehatan anak ibu dianjurkan
1. Memberikan ASI kepada sang buah hati hingga dua tahun
233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.
Surat Al Baqarah ayat 233 yang berbicara tentang cara merawat dan membesarkan seorang anak tidak hanya terbatas pada hukum menyusui seorang anak wajib atau sekedar sunnah atau lainnya juga bukan hanya tentang siapa yang mempunyai kewajiban menyusui anak lebih dari itu.
Aspek lain dari kandungan Surah Al Baqarah ayat 233 adalah tentang kesehatan anak pada bagian inilah kajian surah Al Baqarah erat kaitannya dengan topic stunting menurut waba` azuhaili dalam tafsir Al Munir jilid pertama hal.565 perintah menyusui dalam ayat tersebut disampaikan dengan redaksi berita namun sebenarnya itu adalah perintah yang berfungsi sebagai penekanan agar dilaksanakan pada ayat ini bukan hanya tugas ibu saja yang dimension atau ditekankankarena masih pada ayat yang sama ayah juga diwajibkan untuk menanggung nafkah baik makanan maupaun pakaian. Kata nafkah disini menarik karena nafkah sangat erat kaitannya dengan salah satu kebutuhan pokok atau primer yakni makan dan minum.Maka kewajiban bagi ayah adalah menjaga kesehatan ibu maupun bayinya dengan mengusahakan yang terbaik untuk asupan keduanya
Jika ditelaah kembali pada 2 tahun ASI yang diberikan oleh ibu bayi juga mulai diberikan MPASI atau makanan pendamping ASI ketika usianya 6 bulan.MPASI inilah salah satu yang dapat diusahakan untuk pencegahan stunting dalam memahami ayat ini ditekankan perlu adanya kerjasama antara kedua orangtua dalam memberikan nutrisi terbaik bagi tumbuh kembang anaknya,peran yang dapat ibu lakukan yakni memberikan ASI selama 2 tahun MPASI ketika anaknya sudah berumur 6 bulan dengan memperhatikan asupan apa yang diberikan kepada anaknya sehingga disini ibu perlu belajar mengenai keseimbangan gizi anaknya tugas ibu dalam ayat ini adalah menjaga nutrisi dari tubuhnya yakni ASI dan membuatkan MPASI dengan gizi yang seimbang bagi anaknya memperhatikan apa saja nutrisi yang dibutuhkan anaknya ,makanan apa saja yang boleh dikonsumsi oleh anaknya dan ragam menu apa saja yang dapat diusahakan agar gizi yang didapatkan anaknya menjadi seimbang.
Tugas ayah yakni wajib memberikan support dalam hal nafkah karena tentu saja ibu memerlukan biaya agar tidak terganggu kesehatannya dan air susunya selalu tersedia jangan sampai sang ayah mengabaikan hal ini dan mengurangi hak bagi istri yang juga berperan sebagai ibu dan anaknya dengan tuntunanyang demikian maka anak yang dilahirkan mendapat jaminan pertumbuhan fisik dan dan jiwa yang baik dari ayah dan ibunya bahkan jaminan ini akan tetap ada walaupun sang ayah telah tiada karena masih di dalam ayat yang sama Quran surah Al Baqarah ayat 233 disebutkan pula bahwa ahli warisnya lah yang akan menggantikan tugas sang ayah.
Faktor pendukung lainnya dalam pencegahan stunting adalah
2. Kebersihan Lingkungan
Allah subhanahu wa ta`ala berfirman dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 222, artinya:
222. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
Dalam islam tak hanya mengatur tentang kebersihan semata namun kesucian adalah hal yang paling utama sesuatu yang suci sudah pasti bersih namun sesuatu yang tampak bersih belum tentu suci, kebersihan lingkungan mempunyai peran besar terhadap kesehatan terutama bagi kesehatan terutama bagi kesehatan anak-anak di usia belia belum memiliki pertahana tubuh yang kuat asupan nutrisi yang baik saja tak cukup untuk melindungi anak dari penyakit, asupan nutrisi yang baik hanya memberikan perlindungan imundari dalam tubuh bahkan penyerapan nutrisi akan sangat terhambat jika sang anak mengalami infeksi penyakit yang sebagian besar berasal dari lingkungan yang kotor disinilah peran dari kebersihan lingkungan yang harus selalu dijaga oleh orangtua sebagai bentuk pencegahan penularan maupun sumber penyakit dari lingkungan sekitar terhadap tubuh si anak.
Lingkungan yang bersih menciptakan suasana yang nyaman dan bebas dari penyakit oleh karenannya marilah kita menjaga oleh karenanya marilah kita menjaga asupan nutrisi bagi ibu dan anak terutama di 1000 hari pertama kehidupan balita aerta terus tingkatkan kebersihan lingkungan demi mewujudkan cinta terbaik kita untuk sang buah hati
Mari menciptakan generasi penerus yang unggul,berkualitas dan cerdas.