KOPI ALINEA atau Komunitas Pecinta Aroma Literasi Sains dan budaya bermula dari sekelompok mahasiswa yang ingin belajar dan mencari pengalaman di luar bangku perkuliahan akibat pandemi covid-19 yang melanda dunia bahkan Indonesia, yang menjadikan mahasiswa harus kembali pada kampung halaman masing-masing. Kurikulum pembelajaran di awal pandemi Covid-19 mengalami kesulitan untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga siswa maupun mahasiswa menjadi ditelantarkan. Permasalahan tersebut berdampak pada proses pembelajaran sehingga mahasiswa kurang optimal dalam pembelajaran dan menjadikan Thoriqi Firdaus pada tahun 2020 memprakarsai kelompok belajar dengan metode belajar melalui pengalaman yaitu mengikuti lomba-lomba kepenulisan, kreativitas mahasiswa dll untuk melatih berpikir kritis dan kreatif diluar bangku perkuliahan. Kelompok belajar tersebut awalnya hanya beranggotakan mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UTM dan Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Pendidikan UTM.
Suasana pandemi Covid-19 pada tahun 2021 sudah mulai mereda dan kelompok belajar yang sudah seringkali mengikuti lomba, juga menjadi pengamat lingkungan sekitar untuk mengatasi permasalahan akibat pandemi Covid-19 dengan menyalurkan ide dalam bentuk kegiatan masyarakat maupun karya tulis ilmiah. Banyak instansi maupun pemerintahan mengadakam kompetisi untuk mahasiswa agar menyalurkan ide, project maupun produk untuk mengatasi berbagai permasalahan akibat pandemi Covid-19. Kelompok belajar yang diprakarsai oleh Thoriqi Firdaus pada akhirnya menghimpun teman-teman mahasiswa yang memiliki visi misi dan tujuan yang sama dalam suatu komunitas.
Komunitas yang terbentuk hanya dari mahasiswa pendidikan IPA sedangkan mahasiswa agroteknologi kurang berkenan dalam mengikuti komunitas karena memiliki kesibukan tersendiri pada studinya. Awal komunitas terbentuk dan menamai dengan KOPI ALINEA yaitu pada tanggal 07 September 2021 yang hanya beranggotakan 15 orang dan tidak memiliki struktur kepengurusan maupun program kerja. Kegiatan yang dilakukan hanya sebatas pada bertukar informasi maupun membentuk tim untuk mengikuti lomba atau mengadakan pengabdian masyarakat bagi yang berminat saja. Namun dalam kurung waktu 1 tahun, anggota dari KOPI ALINEA mampu mengukir prestasi dengan mendapatkan lebih dari 40 Penghargaan baik pada tingkat lokal, regional maupun nasional. Selain itu dari hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan, KOPI ALINEA juga sudah melakukan beberapa publikasi di jurnal nasional yang terakreditasi sinta, publikasi buku, maupun bookchapter. Akan tetapi lambat laun anggota komunitas sudah mulai sibuk dengan dunianya sendiri dan sudah jarang mengadakan kegiatan sehingga terjadi kefakuman aktivitas.
Anggota komunitas yang sudah menginjak semester 7 mulai sibuk dengan skripsi, sedangkan Thoriqi Firdaus juga sudah lulus dari dunia perkuliahan. Akan tetapi seringkali ditanyakan oleh beberapa dosennya terkait keberlanjutan dari komunitas maupun pengkaderan terhadap adik tingkat untuk melatih softskill maupun hardskill mahasiswa dengan kegiatan pengembangan diri diluar kampus. Hal ini menjadikan KOPI ALINEA yang diprakarsai oleh Thoriqi Firdaus akan dijadikan komunitas yang memiliki struktur dan program kerja agar dari bermanfaat bagi bangsa maupun masyarakat dengan sinergi antar anggota. Awal 2023 Thoriqi Firdaus kembali mengadakan pembicaraan dengan teman-temannya mengenai gagasan membentuk Komunitas Pecinta Aroma LIterasi Sains dan Budaya (KOPI ALINEA) setelah mendapatkan cukup dukungan dari beberapa dosen, pada awal 2023 KOPI ALINEA mengadakan open recruitment kembali dengan beberapa teman-teman lamanya dari komunitas ditambah oleh orang baru untuk mengadakan recruitment anggota yang nantinya dapat sejalan dengan tujuan komunitas.