Indonesia bukan sekadar nama. Ada kenangan, cinta dan luka di sana. Ada tempat bertualang dan tempat pulang. Ada saya dan kau yang mencoba memperbaiki, dengan cara kita yang sederhana dan tak kenal lelah. Dirgahayu, Indonesiaku
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan budaya, bahasa, adat istiadat, dan sumber daya alam yang luar biasa. Seiring perkembangan zaman, kekayaan sumber daya Indonesia tersebut menghadapi bahaya laten. Arus informasi global yang tak terbendung sering kali membawa pengaruh budaya luar yang dapat menggeser nilai-nilai lokal dan nasional. Fenomena menurunnya minat terhadap budaya daerah, kurangnya pemahaman sejarah bangsa, serta melemahnya rasa memiliki terhadap tanah air menjadi isu yang nyata di kalangan pelajar. Di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman, generasi muda Indonesia perlu memiliki identitas nasional yang kuat, rasa cinta tanah air, serta semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Peserta didik perlu menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini agar mampu menjaga, menghargai, dan melestarikan warisan bangsa.
Peserta didik jenjang SMA saat ini berada pada fase pencarian jati diri dan pembentukan karakter. Sekolah sebagai lembaga pendidikan perlu memberikan ruang pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga membangun kesadaran kebangsaan secara mendalam. Pembelajaran kolaborasi bertema "Aku Cinta Indonesia" hadir sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut guna mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, dan kebanggaan terhadap Indonesia. Perencanaan pembelajaran kolaborasi bertema "Aku Cinta Indonesia" dirancang untuk memperkuat karakter peserta didik sebagai warga negara yang aktif, kritis, dan berwawasan kebangsaan. Melalui pendekatan lintas mata pelajaran seperti Sejarah Indonesia, Bahasa Indonesia, PPKn, Sosiologi, Seni Budaya serta Pendidikan Kewirausahaan, peserta didik diajak untuk memahami nilai-nilai luhur bangsa, mengenali keberagaman sebagai kekuatan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia.
Sebagai jembatan transformasi, pembelajaran kolaborasi lintas disiplin ilmu bertema Aku Cinta Indonesia juga mengintegrasikan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas, serta mendorong peserta didik untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pembangunan nasional. Perencanaan pembelajaran kolaborasi dirancang untuk mendorong peserta didik agar mampu mengenali dan mencintai keberagaman Indonesia secara kritis dan kreatif. Melalui eksplorasi budaya lokal, sejarah perjuangan bangsa, serta ekspresi seni dan literasi, siswa diajak untuk tidak hanya memahami Indonesia secara konseptual, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan terbentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh
Tujuan dari pelaksanaan Pembelajaran Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu Fase F tema Aku Cinta Indonesia yaitu:
Membantu menumbuhkan rasa cinta tanah air serta membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.
Menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Mengekspresikan rasa cinta terhadap Indonesia melalui media seni, literasi, atau teknologi digital.
Merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui diskusi dan karya kreatif.
Mempresentasikan kekayaan budaya daerah sebagai bagian dari warisan nasional.
Bekerja sama dalam kelompok lintas mata pelajaran untuk menyusun proyek kebangsaan yang berdampak positif di lingkungan sekolah atau masyarakat.
Perencanaan pembelajaran kolaborasi ini dirancang untuk membantu guru SMA (Fase F) untuk melaksanakan kegiatan kokurikuler yang mengusung tema Aku Cinta Indonesia dengan sasaran:
● Seluruh peserta didik kelas XII yang terdiri dari 10 rombel, dimana masing-masing rombel dibentuk 6 kelompok sehingga jumlah keseluruhan kelompok yang akan terbentuk yaitu 60 kelompok.