BERKARYA DALAM SIMBOL DAN CERITA BUDAYA LOKAL
Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan simbol, tradisi, dan cerita budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap daerah memiliki ragam ekspresi budaya yang unik, baik melalui motif batik, ukiran, tarian, lagu daerah, cerita rakyat, hingga upacara adat. Simbol-simbol tersebut bukan sekadar hiasan atau hiburan, melainkan representasi nilai, norma, filosofi hidup, dan identitas masyarakat setempat. Di dalamnya terkandung pesan tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Budaya lokal di Indonesia adalah kekayaan tradisi, adat istiadat, bahasa, seni, dan kearifan lokal yang unik di setiap daerah, membentuk identitas nasional yang beragam. Warisan ini mencakup benda (keris, batik, rumah adat) dan non-benda (tari, upacara adat, cerita rakyat), yang diwariskan turun-temurun.
Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, generasi muda menghadapi tantangan dalam mempertahankan jati diri budaya. Pengaruh budaya luar yang begitu kuat seringkali membuat nilai-nilai lokal kurang dikenal bahkan terabaikan. Oleh karena itu, diperlukan ruang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna agar peserta didik tidak hanya mengenal budaya lokal sebagai pengetahuan, tetapi juga mampu memaknai dan mengembangkannya secara kreatif.
Tema dalam Kokurikuler Lintas Mapel Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, yaitu Sosial Budaya yang mempunyai sub tema “ Berkarya dalam Simbol dan Cerita Budaya Lokal” Dalam projek ini, peserta didik diberikan kebebasan untuk mengolah limbah plastic menjadi barang kerajinan apa saja yang menurut mereka menarik untuk diangkat dan diwujudkan.
Tujuan dari pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Kokurikuler Lintas Mapel adalah, murid
Mampu membangun kesadaran, mengembangkan kreativitas serta keterampilan peserta didik dalam menciptakan sebuah karya dari limbah yang memiliki nilai jual.
Memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri, berkomitmen, pantang menyerah, dan mampu mengambil bagian masa depan bangsa yang berdaya dalam memperkuat ekonomi nasional.
Memiliki bekal pengalaman dan pengetahuan dalam industri kreatif khusunya dalam pembuatan video film pendek
Modul Kokurikuler Lintas Mapel ini dirancang untuk membantu guru SMA (Fase F) yang berada di sekolah untuk melaksanakan kegiatan kokurikuler yang mengusung tema Gaya Hidup Berkelanjutan, dengan sasaran :
Seluruh peserta didik kelas XI yang terdiri dari 10 rombel, di mana masing- masing rombel akan terbentuk 6 kelompok dengan jumlah keseluruhan kelompok yang akan terbentuk 60 kelompok.