Jadikan sampah plastik bukan beban, tapi peluang untuk menciptakan nilai dan inovasi bagi lingkungan yang lebih baik
Permasalahan sampah menjadi problema klasik yang selalu dihadapi oleh masyarakat. Hal itu juga yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 1 Jekulo Kudus. Karena kuantitas maupun tingkat bahayanya, sampah terutama sampah plastik yang tersusun dari bahan kimia sukar diuraikan sehingga berbahaya bagi lingkungan, untuk itu perlu dilakukan pengolahan sampah untuk mengubah sampah plastik menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual dan estetika. Hal ini dapat kita wujudkan dalam pembelajaran kewirausahaan.
Tema dalam Projek Kurikulum Merdeka Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026, yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan yang mempunyai sub tema “ Mengolah Limbah Plastik Menjadi Barang Kerajinan Nilai Guna” Dalam projek ini, peserta didik diberikan kebebasan untuk mengolah limbah plastic menjadi barang kerajinan apa saja yang menurut mereka menarik untuk diangkat dan diwujudkan.
Tujuan dari pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Kokurikuler Lintas Mapel adalah, murid
Mampu membangun kesadaran, mengembangkan kreativitas serta keterampilan peserta didik dalam menciptakan sebuah karya dari limbah yang memiliki nilai jual.
Memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri, berkomitmen, pantang menyerah, dan mampu mengambil bagian masa depan bangsa yang berdaya dalam memperkuat ekonomi nasional.
Memiliki bekal pengalaman dan pengetahuan dalam industri kreatif khusunya dalam pembuatan video film pendek
Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SMA (Fase F) yang berada di sekolah untuk melaksanakan kegiatan kokurikuler yang mengusung tema Gaya Hidup Berkelanjutan, dengan sasaran :
Seluruh peserta didik kelas XI yang terdiri dari 10 rombel, di mana masing- masing rombel akan terbentuk 6 kelompok dengan jumlah keseluruhan kelompok yang akan terbentuk 60 kelompok.