1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan volume limbah anorganik, seperti potongan kain perca dan tutup botol plastik di lingkungan pemukiman serta sekolah, saat ini kian meningkat dan memicu permasalahan lingkungan yang serius. Sebagai material sintetis yang sulit terurai secara alami, penumpukan limbah ini membutuhkan penanganan nyata dan inovatif dari generasi muda, khususnya melalui kegiatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning).
Kurangnya pengelolaan limbah anorganik secara terstruktur tidak hanya mencemari lingkungan sekitar, tetapi juga membuang potensi bahan baku yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Selama ini, gerakan peduli lingkungan di sekolah sering kali terhenti pada tahap pengumpulan sampah tanpa adanya proses pengolahan yang berkesinambungan maupun wadah pemasaran yang jelas. Akibatnya, barang sisa tersebut berakhir menjadi tumpukan sampah bernilai rendah yang tidak memberikan dampak ekonomis maupun edukatif bagi siswa.
Melihat permasalahan tersebut, kami kelompok 4 XI-F1 SMAN 4 Jakarta menginisiasi proyek Sentra Suvenir Upcycle sebagai solusi nyata yang mengintegrasikan pengolahan sampah dengan sektor ekonomi kreatif. Melalui teknik upcycling, kami mengolah kain perca menjadi tempat pensil dan scrunchies, serta lelehan tutup botol plastik menjadi keychain yang bernilai estetika dan fungsional. Proyek ini hadir sebagai sistem terintegrasi untuk mengurangi sampah anorganik, melatih jiwa entrepreneurship siswa, sekaligus mengedukasi pengunjung pameran kelas SMAN 4 Jakarta mengenai pentingnya penerapan ekonomi sirkular.
Merancang dan membangun sistem Sentra Suvenir Upcycle di lingkungan SMA sebagai wadah terintegrasi untuk pengumpulan bahan baku, proses produksi, dan kolaborasi antar-siswa secara berkelanjutan.
Menentukan dan menerapkan strategi pemasaran yang efektif untuk mempromosikan serta menjual produk suvenir upcycle karya siswa kelas 11 kepada target pasar.
1.3 Rumusan Masalah
Bagaimana merancang sistem pengelolaan (sentra) yang efektif di lingkungan SMA Negeri 4 Jakarta agar proses pengumpulan bahan baku hingga produksi suvenir dapat berjalan secara berkelanjutan?
Bagaimana cara mengolah limbah di lingkungan sekitar sekolah dan pemukiman menjadi produk suvenir upcycle yang memiliki nilai estetika dan daya jual?
Bagaimana strategi pemasaran yang tepat untuk mengenalkan dan menjual produk suvenir upcycle karya siswa kelas 11 kepada target pasar?
Tema: "Kreasi Upcycle untuk Bumi Hijau"
Judul Produk/Projek: "Sentra Souvenir Upcycle Ramah Lingkungan"
Sasaran pemasaran dari produk Sentra Souvenir Upcycle ini ditujukan kepada seluruh warga sekolah SMAN 4 Jakarta, dengan target utama yaitu siswa-siswi SMAN 4 Jakarta yang menjadi pengunjung pameran kelas.
Melalui pameran karya ini, produk suvenir upcycle (tempat pensil, scrunchies, dan keychain) dipasarkan sebagai barang aksesoris fungsional yang terjangkau bagi pelajar, sekaligus media edukasi interaktif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan (environmental awareness) di lingkungan SMAN 4 Jakarta.