1. Airlangga (1019–1045)
Nama asli: Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Ananta Wikramottunggadewa
Masa Pemerintahan Airlangga:
Airlangga mendirikan Kahuripan pada tahun 1019 setelah runtuhnya Kerajaan Medang akibat serangan Raja Wurawari pada tahun 1016. Ia menghabiskan tiga tahun dalam pelarian sebelum akhirnya berhasil merebut kembali kekuasaan dan mendirikan kerajaan baru di Jawa Timur.
Selama pemerintahannya, Airlangga berhasil:
- Menyatukan kembali wilayah Jawa Timur, yang sebelumnya terpecah setelah kehancuran Medang.
- Mengembangkan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan lain, termasuk Sriwijaya.
- Membangun Bendungan Waringin Sapta untuk mengatasi banjir dan meningkatkan pertanian.
- Mendukung perkembangan sastra, dengan Mpu Kanwa menulis Arjuna Wiwaha, kisah kepahlawanan yang terinspirasi dari kehidupannya.
Pembagian Kerajaan (1045)
Menjelang akhir pemerintahannya, Airlangga menghadapi konflik suksesi karena kedua putranya bersaing untuk menjadi penerus. Untuk menghindari perang saudara, ia membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan:
1. Janggala (berpusat di Sidoarjo)
2. Panjalu (Kediri) (berpusat di Daha, Kediri)
Setelah membagi kerajaan, Airlangga turun takhta dan menjadi pertapa di Gunung Penanggungan hingga wafatnya.