PRASASTI
Prasasti yang ditemukan sekitar tahun 1863 silam ini ditemukan di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Pada prasasti ini ditemukan pahatan laba-laba, sajak beraksara Pallawa, serta cap telapak kaki Raja Purnawarman yang menandakan wilayah kekuasaan Tarumanegara mencakup Sungai Cisadane dan Ciaruteun.
Prasasti Kebon Kopi ditemukan di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Prasasti ini ditemukan pada awal abad 19 oleh Belanda. Prasasti Kebon Kopi juga dituliskan dalam bahasa Sansekerta dengan gambar telapak kaki gajah, yang diperkirakan sebagai tunggangan Raja Purnawarman, gajah tersebut dinamai Airawata seperti gajah perang dewa Indra. Penemuan telapak kaki gajah inilah yang membuat prasasti Kebon Kopi juga disebut sebagai Prasasti Tapak Gajah.
Prasasti ini diberi nama sesuai dengan tempat penemuannya, yakni berada di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Koja, Jakarta Utara. Prasasti ini diperkirakan dibuat pada masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara saat diperintah Raja Purnawarman.Prasasti Tugu menjadi prasasti terpanjang yang ditinggalkan Raja Purnawarman.
Prasasti Pasir Awi ditemukan oleh seorang arkeolog berkebangsaan Belanda bernama N.W. Hoepermans pada tahun 1864 silam di kawasan hutan Cipamingkis, Bogor, tepatnya di Bukit Pasir Awi bagian selatan. Dalam prasasti ini juga terdapat telapak kaki dan tulisan Pallawa.
Prasasti Cidanghiang atau yang juga dikenal dengan nama Prasasti Munjul ditemukan pada 1947 di Kampung Lebak, tepi Sungai Cidanghiang, Kecamatan Muncul, Kabupaten Pandeglang, Banten. Prasasti batu yang ditulis dengan teknik pahat berisi pujian-pujian kepada Raja Purnawarman.
Prasasti Muara Cianten ditemukan pada 1864 silam di Desa Cianten, Bogor, Jawa Barat. Prasasti ini memiliki kemiripan dengan Prasasti Awi, yakni terdapat gambar telapak kaki dan pahatan tulisan ikal. Meski demikian, isi tulisan dalam prasasti tersebut belum dapat disimpulkan oleh para ahli.
Peninggalan Kerajaan Tarumanegara terakhir adalah Prasasti Jambu atau yang juga dikenal dengan nama Prasasti Pasir Koleangkak. Prasasti ini ditemukan di kawasan perkebunan jambu di bukit Pasir Koleangkak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Prasasti Jambu berisi pujian kepada Purnawarman yang dianggap sebagai Dewa Indra.
CANDI
Percandian Batujaya adalah suatu kompleks percandian Buddha kuno yang terletak di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Situs ini disebut percandian karena terdiri dari sekumpulan candi yang tersebar di beberapa titik. Candi-candi tersebut merupakan candi-candi tertua di Nusantara. Kompleks percandian dibangun pada zaman Kerajaan Tarumanagara yang bercorak Hindu. Pembangunan kompleks candi Buddha yang megah di kerajaan Hindu menunjukkan tingginya toleransi antar umat beragama pada masa itu.
Candi Cibuaya terletak di Dusun Pejaten, Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di situs ini terdapat enam sektor sisa-sisa percandian dari batu bata merah, serta tinggalan berupa batu pipisan, lumpang batu, dan dua arca Wisnu. Keberadaan Situs Cibuaya diketahui sejak awal abad ke-20 dan sejak itu serangkaian kegiatan ekskavasi telah dilakukan.
ARCA
ARCA WISNU CIBUAYA I
ARCA WISNU CIBUAYA II