Penyuluh Agama Katolik Gemakan "Kasih dan Perbuatan" di SDN 007 Mamahak Besar
Penyuluh Agama Katolik Gemakan "Kasih dan Perbuatan" di SDN 007 Mamahak Besar
Senin, 08 Desember 2025
SD 007 Mamahak Besar mengadakan kegiatan rekoleksi dengan tema “Kasih dan Perbuatan” pada Senin, 8 Desember 2025. Kegiatan ini dipandu oleh para penyuluh agama Katolik dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 4 hingga kelas 6. Rekoleksi bertujuan menanamkan nilai kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata sesuai ajaran Gereja Katolik.
Sesi pertama dibawakan oleh Pak Ronaldus, yang mengajak para siswa mendalami Kitab Suci dari 1 Korintus 13:4–13. Dalam pendalaman ini, anak-anak diajak memahami makna kasih yang sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, dan selalu menaruh pengharapan. Melalui bahasa yang sederhana, Pak Ronaldus menolong para siswa melihat bahwa kasih bukan hanya kata-kata, tetapi harus ditunjukkan dalam sikap dan tindakan.
Selanjutnya, Pak Cornelis menyampaikan materi tentang masa Adven serta mengangkat kisah hidup Bunda Teresa. Beliau menjelaskan bagaimana Bunda Teresa menjadi teladan kasih melalui pelayanan tanpa pamrih kepada orang miskin dan tersisih. Sosok inspiratif ini digunakan untuk membantu anak-anak memahami bahwa kasih selalu disertai perbuatan nyata, sekecil apa pun.
Untuk menambah motivasi, Pak Santos menayangkan sebuah video inspiratif tentang tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Video tersebut membuat para siswa semakin antusias dan memahami bahwa setiap orang dapat melakukan perbuatan baik sesuai kemampuan masing-masing.
Kegiatan dilanjutkan dengan dinamika kelompok yang dipandu oleh Bu Bestri. Dalam sesi ini, setiap kelompok berdiskusi mengenai contoh perbuatan kasih yang bisa mereka lakukan di sekolah maupun di rumah. Beberapa contoh yang muncul antara lain: membuang sampah pada tempatnya, mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru, mendoakan teman yang sedang sakit, dan membantu sesama tanpa diminta.
Sebagai penutup, Ibu Meilinda memberikan penegasan berdasarkan 1 Korintus 13:13, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini: iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih”. Beliau menekankan bahwa kasih harus diwujudnyatakan dalam perbuatan sehari-hari, bukan hanya ketika mengikuti rekoleksi.
Kegiatan rekoleksi ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling mengasihi dan semangat berbuat baik dalam diri para siswa, sehingga nilai-nilai Injil dapat terlihat nyata dalam kehidupan mereka di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Kontributor : Bestri, Meilinda, Santos, Keis | Penulis : Bestri