RODANYA MASBAGIA PAHLAWAN BAGI RT 4 RW 8 KELURAHAN WATES
RODANYA MASBAGIA PAHLAWAN BAGI RT 4 RW 8 KELURAHAN WATES
Memasuki musim penghujan, banyak permasalahan yang terjadi di beberapa wilayah. Salah satunya yaitu permasalahan genangan air yang membanjiri permukiman di Kelurahan Wates, tepatnya di RT 4 RW 8. Genangan air terjadi akibat dari saluran drainase yang meluap sehingga air mengalir turun dan menggenang di depan permukiman warga. “Biyen pas durung dikei tutup kae nek udan mbludak mbak,” tutur Joko Purnomo selaku Ketua RT 4 RW 8.
Menurut Joko, genangan tersebut terjadi karena saluran drainase yang ada tidak memiliki tutup, sehingga saat hujan air meluap dan membanjiri permukiman warga. Apabila air genangan tidak segera diatasi, dikhawatirkan muncul penyakit menular. Beberapa contoh penyakit menular yang disebabkan oleh genangan air yaitu, penyakit kulit, demam berdarah, diare, tifus, dan lain sebagainya.
Pada awal tahun 2021, Pemerintah Kota Magelang mencanangkan Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat Bahagia (Rodanya Masbagia). Dalam program tersebut, Pemkot Magelang memberikan dana 30 juta per RT per tahun untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dana Rodanya Masbagia, warga RT 4 RW 8 melakukan rembug dan sepakat membuat usulan untuk melakukan renovasi dan membangun tutup saluran drainase untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di RT tersebut.
Hasil kesepakatan yang diperoleh yaitu diusulkannya dana Rp16.805.000,00 untuk kegiatan konstruksi yaitu pemeliharaan saluran drainase dan tutupnya. Usulan tersebut akhirnya direalisasi dengan dana Rodanya Masbagia dimulai pada tanggal 12 Agustus 2022 . Pekerjaan pemeliharaan saluran drainase dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Garuda yang berlangsung selama 10 hari. Selama pekerjaan berlangsung warga setempat memberikan jamuan untuk makan minum tukang secara swadaya senilai Rp300.000,00.
Adapun pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan adalah pengerukan dasar selokan, ruang aliran diperluas, diberikan tutup saluran drainase, dan dibuat bak kontrol. Pengerukan dasar selokan dilakukan agar jalan aliran air tidak tersumbat. Ruang aliran diperluas agar air tidak banyak mengalir ke permukiman warga. Setelah dikeruk dan diperluas, saluran drainase dibuatkan tutup agar air tidak meluap ketika hujan deras dan tidak menimbulkan bau tak sedap. Selain itu, saluran juga dibuatkan bak kontrol agar saat terjadi pengendapan mudah dikontrol dan dibersihkan.
“Saiki wis dibangun dadi apik, nek udan wis ora mbludak wong wis dikei tutup, ning nggon bak kontrole dibenekke dadi ra mbludak,” ujar Joko dengan puas menikmati hasil drainase yang sudah selesai diperbaiki. Drainase pun dapat berfungsi dengan maksimal dan tidak lagi khawatir pada genangan air saat musim penghujan tiba.