Labakkang- Kelurahan Borimasunggu di Labakkang, Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Labakkang. Kecamatan Labakkang memiliki 13 desa/kelurahan, yaitu Taraweang, Pundata Baju, Pattalassang, Manggalekana, Manakku, Labakkang, Kassi loe, Kanaungan, Gentung, Bonto Manai, Batara, Bara batu, dan Borimasunggu.
Kelurahan Borimasunggu merupakan salah satu diantara Kelurahan yang ada di wilayah pemerintahan Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Kelurahan Borimasunggu ini berada -+ 75 Km dari pusat ibukota provinsi Sulawesi Selatan serta berjarak -+ 2000 m dari kantor Kecamatan Labakkang dengan luas wilayah 207 Ha. Secara adminisratif kelurahan Borimasunggu mmiliki 8 dusun, 4 RW dan 15 RT. Batas wilayah kelurahan Borimasunggu di sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Pundata Baji, di sebelah Selatan berbatasan dengan kecamatan Bungoro, di sebelah barat berbatasan dengan Selat Makassar, sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan Lingkungan Bonto Matene.
Berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari kantor Kelurahan Borimasunggu yaitu jumlah total penduduk sebanyak 5.166 jiwa Dimana jumlah laki-laki sebanyak 2.551 dan jumlah Perempuan sebanyak 2.621 jiwa (Desember, 2023). Mayoritas Masyarakat Kelurahan Borimasunggu bermata pencaharian petani dan nelayan. Adapun, beberapa fasilitas Pendidikan yang berada di kelurahan Borimasunggu yaitu 3 Sekolah Dasar, 1 TK, dan 4 Paud. Mayoritas Pendidikan penduduk Borimasunggu adalah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. (pada data sekunder tahun 2021).
Pola hubungan sosial Masyarakat Borimasunggu sangat dinamis karena keberadaan suku atau etnis pendatang dari luar kota yaitu suku Makassar dan Bugis dan mayoritas Masyarakat kelurahan Borimasunggu bersuku Makassar. Hal tersebut dapat dilihat dari Bahasa dan adat yang mereka gunakan sehari-hari. Daya tarik wisata memiliki beberapa jenis yang salah satunya merupakan wisata religi dimana memiliki komponen wisata yang sama dengan wisata konvensional. Hal yang membedakan dari wisata religi adalah segala aktivitas didasarkan pada nilai-nilai syariah islam.
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan memiliki wisata religi khususnya di Kecamatan Labakkang kelurahan Borimasunggu adalah Makam Karaeng Bulu. Menurut juru pelihara (JuPel) mengatakan bahwa makam tersebut sudah ada beribu tahun, memiliki karateristik makam islam karena makam tersebut berada di atas gunung atau karst. Juru Pelihara wisata religi Karaeng Bulu (Dg.Sikki) juga mengatakan bahwa Masyarakat juga memiliki tradisi yang sudah lama berjalan yaitu berziarah ke makam Karaeng Bulu untuk meminta restu sebelum dan sesudah melakukan acara biasanya acara pernikahan. Bukan hanya Masyarakat setempat yang berziarah tetapi dari daerah lain pun seperti Jeneponto, Takalar, Mandar, Adapun dari luar pulau Sulawesi seperti Pulau Jawa. Wisata religi Karaeng Bulu memiliki karakterisitik wisata seperti daya Tarik wisata budaya. Aksesbilitas ke tempat wisata religi Karaeng Bulu dapat dikatakan mudah di jangkau oleh transportasi roda dua dingga roda empat.