Embedded Files

Kata Pengantar

  Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan proposal proyek dengan judul “ROTASI (ROtari TAta kelola SImpanan organik)” dengan baik. Proposal ini disusun sebagai bentuk upaya dan kepedulian kami terhadap pemanfaatan sampah organik yang terdapat di lingkungan sekolah. Sampah organik seperti daun kering, sisa makanan, kulit buah, rumput, dan sisa tanaman memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Oleh karena itu, kami berusaha mengembangkan suatu inovasi yang dapat membantu mengubah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
  Inovasi yang kami kembangkan berupa ROTASI, yaitu komposter dengan sistem rotasi yang dirancang untuk membantu proses pengolahan sampah organik. Sistem rotasi memungkinkan bahan organik di dalam komposter untuk dicampurkan secara berkala sehingga proses penguraian dapat berlangsung dengan lebih optimal. Produk ini dirancang dengan memperhatikan kemudahan penggunaan serta dilengkapi dengan sistem poros pemutar dan lubang ventilasi untuk mendukung proses pengomposan. Melalui inovasi ini, kami berharap sampah organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara lebih baik dan tidak hanya berakhir sebagai limbah.
  Dalam proses pembuatan ROTASI, kami menerapkan metode Design Thinking yang terdiri dari tahap Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Metode tersebut membantu kami dalam memahami kebutuhan, menentukan permasalahan, mengembangkan ide, membuat rancangan, serta menguji dan mengevaluasi produk. Kami menyadari bahwa proposal dan produk yang kami buat masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk membantu penyempurnaan proyek ini. Kami berharap ROTASI dapat menjadi salah satu inovasi yang bermanfaat dalam mengolah sampah organik menjadi kompos serta mendorong kepedulian terhadap pemanfaatan dan pengelolaan sampah secara lebih bijak.



Jakarta, 28 Agustus 2026
Kelompok 4 XI-F5
Daftar isi

BAB I 

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan proposal proyek dengan judul “ROTASI (ROtari TAta kelola SImpanan organik)” dengan baik. Proposal ini disusun sebagai bentuk upaya dan kepedulian kami terhadap pemanfaatan sampah organik yang terdapat di lingkungan sekolah. Sampah organik seperti daun kering, sisa makanan, kulit buah, rumput, dan sisa tanaman memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Oleh karena itu, kami berusaha mengembangkan suatu inovasi yang dapat membantu mengubah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
    Inovasi yang kami kembangkan berupa ROTASI, yaitu komposter dengan sistem rotasi yang dirancang untuk membantu proses pengolahan sampah organik. Sistem rotasi memungkinkan bahan organik di dalam komposter untuk dicampurkan secara berkala sehingga proses penguraian dapat berlangsung dengan lebih optimal. Produk ini dirancang dengan memperhatikan kemudahan penggunaan serta dilengkapi dengan sistem poros pemutar dan lubang ventilasi untuk mendukung proses pengomposan. Melalui inovasi ini, kami berharap sampah organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara lebih baik dan tidak hanya berakhir sebagai limbah.
    Dalam proses pembuatan ROTASI, kami menerapkan metode Design Thinking yang terdiri dari tahap Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Metode tersebut membantu kami dalam memahami kebutuhan, menentukan permasalahan, mengembangkan ide, membuat rancangan, serta menguji dan mengevaluasi produk. Kami menyadari bahwa proposal dan produk yang kami buat masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk membantu penyempurnaan proyek ini. Kami berharap ROTASI dapat menjadi salah satu inovasi yang bermanfaat dalam mengolah sampah organik menjadi kompos serta mendorong kepedulian terhadap pemanfaatan dan pengelolaan sampah secara lebih bijak.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam projek ini adalah:

1. Bagaimana cara mengoptimalkan pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah?

2. Bagaimana merancang komposter dan membuat komposter rotari yang praktis dan sesuai untuk pengelolaan sampah organik di         l n    lingkungan sekolah?

3. Bagaimana sistem rotasi dapat membantu proses pencampuran sampah organik?


1.3 Tujuan Penelitian

Proyek ini bertujuan untuk:

1. Mengoptimalkan pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah melalui proses pengomposan.

2. Merancang dan membuat komposter rotari yang praktis dan mudah digunakan.

3. Mengetahui efektivitas sistem rotasi dalam membantu proses pencampuran dan penguraian sampah organik.

BAB II

LANDASAN TEORI

Sampah organik merupakan limbah yang berasal dari makhluk hidup dan dapat terurai secara alami, seperti sisa makanan, kulit buah, daun kering, dan sisa tanaman. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah organik dapat menumpuk dan menimbulkan masalah bagi kebersihan lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi sampah organik adalah melalui proses pengomposan, yaitu proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme hingga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanah dan tanaman.
  Untuk membantu proses pengomposan, digunakan komposter rotari, yaitu alat pengomposan yang memiliki wadah berbentuk drum dan dapat diputar. Perputaran wadah berfungsi membantu mencampurkan sampah organik secara lebih merata serta mendukung sirkulasi udara di dalam komposter. Pada projek ini, konsep tersebut dikembangkan menjadi ROTASI (ROtari TAtA kelola SImpanan organik skala besar) yang dirancang dengan kapasitas sekitar 25 liter dan dilengkapi rangka penyangga, poros pemutar, serta lubang ventilasi.
  Penerapan ROTASI di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pengelolaan sampah organik yang dihasilkan setiap hari. Selain mengurangi jumlah sampah yang terbuang, proses pengomposan dapat menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk tanaman di lingkungan sekolah. Projek ini juga menjadi sarana penerapan konsep pengelolaan lingkungan melalui inovasi sederhana yang praktis dan ramah lingkungan.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode yang Digunakan


Metode yang digunakan dalam projek ROTASI adalah Design Thinking. Metode ini digunakan untuk memahami permasalahan, menemukan solusi, membuat prototipe, dan menguji produk yang telah dirancang.
1. Empathize
Pada tahap ini, kelompok melakukan pengamatan terhadap kondisi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Kami mengidentifikasi jenis sampah yang dihasilkan, khususnya sampah organik seperti daun kering, sisa makanan, kulit buah, dan sisa tanaman.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sampah organik masih belum dikelola secara optimal dan sering tercampur dengan sampah lainnya.
2. Define
Berdasarkan hasil pengamatan, permasalahan utama yang ditemukan adalah belum optimalnya pengelolaan sampah organik dalam jumlah banyak di lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat yang dapat menampung dan membantu mengolah sampah organik secara lebih praktis.
3. Ideate
Pada tahap ini, kelompok mencari berbagai alternatif solusi. Setelah mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lingkungan sekolah, dipilih konsep komposter rotari skala besar.
Sistem rotasi dipilih karena dapat membantu proses pencampuran sampah organik tanpa harus mengaduknya secara manual dari dalam wadah.
4. Prototype
Konsep yang telah dipilih kemudian diwujudkan menjadi prototipe ROTASI. Prototipe menggunakan ember cat bekas sebagai wadah utama yang dipasang pada rangka dengan poros sehingga dapat diputar.
Produk juga dilengkapi dengan lubang ventilasi dan bagian akses untuk memasukkan serta mengeluarkan bahan kompos.
5. Test
Produk yang telah dibuat akan diuji dengan memasukkan sampah organik yang dikumpulkan dari lingkungan sekolah. Pengujian dilakukan dengan mengamati:
Kapasitas komposter dalam menampung sampah.
Kemudahan komposter untuk diputar.
Pemerataan campuran sampah setelah komposter diputar.
Sirkulasi udara di dalam komposter.
Perubahan sampah selama proses pengomposan.
Kemudahan penggunaan produk.

Hasil pengujian kemudian digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki produk.

BAB IV

DESAIN PRODUK

4.1  Nama Produk


ROTASI
ROtari TAta kelola SImpanan organik skala besar

4.2 Konsep Produk


ROTASI merupakan alat pengolahan sampah organik berbentuk komposter rotari. Produk menggunakan sebuah drum/tong sebagai wadah utama yang dipasang pada rangka penyangga.
Drum dapat diputar melalui poros yang terpasang pada rangka. Perputaran tersebut membantu mencampurkan bahan organik sehingga proses pengomposan dapat berlangsung dengan lebih merata.

4.3  Komponen Produk

1. Ember cat Bekas 25 Liter

Berfungsi sebagai wadah utama untuk menampung sampah organik.

2. Rangka kayu

Berfungsi sebagai penyangga dan tempat pemasangan drum.

3. Pipa PVC/besi sebagai poros

Berfungsi sebagai sumbu yang memungkinkan drum diputar.

4. Baut, mur, dan ring

Digunakan untuk menyatukan serta memperkuat komponen produk.

5. Engsel

Digunakan pada bagian akses drum agar dapat dibuka dan ditutup.

6. Pengunci/latch

Berfungsi menjaga bagian akses tetap tertutup ketika komposter digunakan.

7. Sekrup kayu

Digunakan untuk menyatukan bagian-bagian rangka.

8. Kawat/plat tambahan

Digunakan sebagai penguat atau komponen tambahan sesuai kebutuhan.

9. Cat kayu

Digunakan sebagai pelapis rangka sekaligus memperbaiki tampilan produk.

10. Lubang ventilasi

Dibuat pada bagian drum untuk membantu sirkulasi udara selama proses pengomposan.


BAB V

ALAT DAN BAHAN

5.1 Bahan

No. Nama Bahan Jumlah

1. Ember Cat Bekas 25 Liter

2. Kayu untuk rangka 4–6 batang

3. Pipa PVC/besi sebagai poros 1–2 meter

4. Baut, mur, dan ring 8–12 set

5. Engsel 2 buah

6. Pengunci/latch 1–2 buah

7. Sekrup kayu 1 kotak kecil

8. Kawat/plat tambahan Secukupnya

9. Cat kayu (opsional) 1 kaleng kecil


5.2  Alat

No. Nama Alat Kegunaan

1. Bor tangan Membuat lubang pada Ember cat dan rangka

2. Mata bor Membuat lubang sesuai ukuran baut/poros

3. Gergaji kayu Memotong kayu rangka

4. Gergaji besi Memotong pipa/poros

5. Obeng Memasang sekrup

6. Kunci pas/ring Mengencangkan baut dan mur

7. Tang Memotong atau membengkokkan kawat

8. Meteran Mengukur bahan dan komponen

9. Pensil/spidol Memberi tanda pada bahan

10. Cutter Melakukan pemotongan ringan

11. Amplas Menghaluskan bagian kayu


5.3  Cara Kerja Produk


Cara kerja ROTASI secara umum adalah sebagai berikut:
1. Sampah organik dikumpulkan dari lingkungan sekolah.

2. Sampah organik seperti daun, sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lainnya dimasukkan ke dalam drum.

3. Drum ditutup dan dikunci agar bahan tetap berada di dalam wadah.

4. Komposter diputar secara berkala melalui sistem poros.

5. Perputaran membantu mencampurkan bahan organik secara lebih merata.

6. Lubang ventilasi membantu sirkulasi udara di dalam wadah.

7. Sampah organik dibiarkan mengalami proses penguraian.

8. Kondisi sampah diamati secara berkala hingga mengalami perubahan menjadi kompos.

9. Kompos yang telah matang dapat dikeluarkan dan dimanfaatkan untuk tanaman.
5.4 Bahan Yang Dapat Diolah

A. Sampah Organik


Daun kering
Rumput
Sisa sayuran
Kulit buah
Sisa tanaman
Ampas kopi
Sisa makanan berbahan nabati

B. Bahan Kering


Daun kering
Potongan kecil kardus tanpa lapisan plastik
Kertas dalam jumlah yang sesuai
Serbuk gergaji yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya


C. Bahan yang Tidak Dimasukkan


Plastik
Kaca
Logam
Bahan kimia
Minyak atau makanan yang sangat berminyak
Daging dan tulang dalam jumlah banyak
Kotoran hewan peliharaan

BAB VI

TIMELINE PELAKSANAAN / JADWAL PROSES KOMPOS


Timeline Pelaksanaan PJBL.docx
Page updated
Google Sites
Report abuse