Disusun oleh:
1.Chesta Balindra Arkananta
2.Farras Sakhi Afandi
3.Rayhan Ardhani
4.Irsanny Fadhil Kurnaefi
5.Muhammad Raffi Ardiansyah
6.Dinda Azizah Sulaiman
Kelompok 1 Kelas XI-F2 SMAN Negeri 4 Jakarta Pusat JL.Batu III No 3, Gambir DKI Jakarta 10110
LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
Laporan proyek dengan judul:
“PETA DIGITAL TIMBULAN SAMPAH”
Sistem Pemetaan Timbulan Sampah Berbasis Geographic Information System (GIS) untuk Mendukung Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekolah.
Laporan ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan proyek pembelajaran di SMA Negeri 4 Jakarta.
Demikian lembar persetujuan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta,Senin 31 Augustus 2026
__________________________
Guru Pembimbing kami
Siti Rusmiati. M.Pd
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
“Perubahan besar dapat dimulai dari kepedulian terhadap hal-hal kecil di sekitar kita.”
PERSEMBAHAN
Laporan proyek “Peta Digital Timbulan Sampah” ini dipersembahkan kepada:
1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kesempatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan proyek ini.
2. Orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan, doa, serta motivasi.
3. Guru pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama proses pelaksanaan proyek.
4. Seluruh anggota kelompok yang telah bekerja sama dalam proses perencanaan, pengumpulan data, pembuatan, hingga penyelesaian proyek.
5. Seluruh warga SMA Negeri 4 Jakarta yang diharapkan dapat memperoleh manfaat dari adanya pemetaan timbulan sampah ini.
6. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung pelaksanaan proyek ini.
ABSTRAK
Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat ditemukan di lingkungan sekolah. Berbagai aktivitas warga sekolah menghasilkan sampah dengan jumlah dan jenis yang berbeda pada setiap lokasi. Kondisi tersebut menyebabkan diperlukan adanya informasi mengenai lokasi serta persebaran timbulan sampah agar pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih efektif.
Proyek “Peta Digital Timbulan Sampah” bertujuan untuk mengembangkan sistem pemetaan digital yang dapat memberikan informasi mengenai lokasi, jenis, dan kondisi timbulan sampah di lingkungan sekolah. Sistem ini memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) untuk menyajikan data dalam bentuk peta digital yang lebih mudah dipahami. Proses pengembangan proyek dilakukan menggunakan metode Design Thinking, yang meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test.
Hasil dari proyek ini berupa rancangan peta digital yang dapat menampilkan lokasi timbulan sampah melalui penanda pada peta serta memberikan informasi terkait kondisi sampah pada setiap lokasi. Sistem juga dirancang dengan indikator visual untuk membantu pengguna mengetahui tingkat prioritas penanganan sampah. Dengan adanya sistem ini, informasi mengenai persebaran sampah dapat disajikan secara lebih terstruktur sehingga dapat membantu warga sekolah dan petugas kebersihan dalam menentukan lokasi yang perlu mendapatkan perhatian.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan proyek yang berjudul “Peta Digital Timbulan Sampah” ini dapat diselesaikan dengan baik.
Laporan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dari proses pelaksanaan proyek yang bertujuan untuk menghasilkan suatu solusi digital dalam membantu pemetaan dan pengelolaan timbulan sampah di lingkungan sekolah. Melalui pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS), informasi mengenai lokasi dan kondisi timbulan sampah dapat disajikan dalam bentuk peta digital yang lebih mudah dipahami.
Dalam proses penyusunan proyek ini, kami menggunakan pendekatan Design Thinking yang terdiri atas tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pendekatan tersebut membantu kami memahami permasalahan yang ada, menentukan kebutuhan pengguna, merancang solusi, membuat prototipe, serta melakukan pengujian terhadap rancangan yang telah dibuat.
Kami menyadari bahwa penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bantuan, arahan, dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, orang tua, seluruh anggota kelompok, serta pihak-pihak lain yang telah membantu selama proses pelaksanaan proyek.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga laporan dan proyek “Peta Digital Timbulan Sampah” ini dapat memberikan manfaat serta menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
Jakarta, 31 Augustus 2026
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING/PENGESAHAN ........................ ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................................. iii
ABSTRAK .......................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ................................................................................. v
DAFTAR ISI ......................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2 Identifikasi Masalah ................................................................ 2
1.3 Pembatasan Masalah .......................................................... 3
1.4 Tujuan Penelitian .................................................................. 4
1.5 Manfaat Penelitian…………………………………………….5
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Variabel ..................................................................... 5
2.2 Penelitian Relavan ............................................................ 6
2.3 Kerangka Berpikir ........................................................... 7
2.4 Hipotesis .......................................................................... 8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian .................................. 11
3.2 Populasi dan Sampel .......................................... 12
3.3 Jenis Penelitian ............................................. 13
3.4 Pendekatan Penelitian ............................................... 14
3.5 Teknik Pengambilan Sampel .............................................. 17
3.6 Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 19
3.7 Teknik Analisa Data……………………………………………………………20
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data……………………………............................... 20
4.2 Uji Persyaratan Analisis................................................... 22
4.3 Pengujian Hipotesis ............................................. 25
4.4 Pembahan Analisis Data .................................................. 29
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ..................................................................... 35
5.2 Saran ............................................................................... 3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat ditemukan di lingkungan sekolah. Aktivitas murid dan warga sekolah menghasilkan berbagai jenis sampah yang tersebar di beberapa area. Di SMAN 4 Jakarta, kondisi dan jumlah sampah pada setiap lokasi dapat berbeda sehingga diperlukan informasi mengenai persebarannya.
Salah satu cara untuk menyajikan informasi tersebut adalah melalui peta digital. Peta digital dapat menunjukkan lokasi timbulan sampah, jenis sampah, serta tingkat timbulan pada setiap area sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengamati timbulan sampah di SMAN 4 Jakarta dan menyajikan hasilnya dalam bentuk peta digital yang mudah dipahami.
1.2 Identifikasi Masalah
1. Terdapat berbagai jenis sampah di lingkungan SMAN 4 Jakarta.
2. Persebaran timbulan sampah pada setiap area berbeda-beda.
3. Belum tersedia informasi mengenai persebaran timbulan sampah dalam bentuk peta digital.
1.3 Pembatasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada:
1. Penelitian dilakukan di beberapa area lingkungan SMAN 4 Jakarta.
2. Pengamatan difokuskan pada lokasi dan jenis timbulan sampah yang ditemukan.
3. Jenis sampah yang diamati meliputi sampah organik, anorganik, B3, dan residu.
4. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk peta digital.
5. Penelitian tidak membahas pengolahan sampah secara mendalam, tetapi berfokus pada pemetaan persebaran dan jenis timbulan sampah
1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah tersebut, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Di mana penelitian dilakukan untuk mengamati timbulan sampah?
2. Apa saja yang menjadi fokus pengamatan timbulan sampah?
3. Apa saja jenis sampah yang diamati?
4. Bagaimana hasil pengamatan disajikan?
5. Apa yang menjadi fokus penelitian terkait pengelolaan sampah?
1.5 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui persebaran timbulan sampah di SMAN 4 Jakarta.
2. Mengetahui jenis sampah yang paling dominan pada setiap lokasi.
3. Membuat peta digital yang menampilkan informasi timbulan sampah di lingkungan sekolah.
1.6 Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritis
Menambah pengetahuan mengenai pemetaan digital dan persebaran timbulan sampah di lingkungan sekolah.
b. Manfaat Praktis
Memberikan informasi kepada warga SMAN 4 Jakarta mengenai lokasi dan jenis timbulan sampah sehingga dapat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Variabel
Dalam penelitian ini terdapat beberapa variabel yang digunakan untuk mengetahui persebaran timbulan sampah di SMAN 4 Jakarta.
1. Timbulan Sampah
Timbulan sampah adalah jumlah atau banyaknya sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia dalam suatu tempat dan waktu tertentu. Di lingkungan sekolah, timbulan sampah dapat berasal dari kegiatan belajar mengajar, kantin, kegiatan siswa, dan aktivitas warga sekolah lainnya.
2. Jenis Sampah
Jenis sampah yang diamati dalam penelitian ini dibagi menjadi:
Sampah organik, yaitu sampah yang mudah terurai, seperti sisa makanan dan daun.
Sampah anorganik, yaitu sampah yang sulit terurai, seperti plastik, botol, dan kemasan makanan.
Sampah B3, yaitu sampah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun, seperti baterai dan benda tertentu yang mengandung bahan kimia.
Sampah residu, yaitu sampah yang sulit didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
3. Lokasi Persebaran Sampah
Lokasi persebaran sampah merupakan tempat ditemukannya timbulan sampah di lingkungan SMAN 4 Jakarta. Setiap lokasi dapat memiliki jumlah dan jenis sampah yang berbeda.
4. Peta Digital
Peta digital merupakan peta yang dibuat dan ditampilkan menggunakan perangkat atau aplikasi digital. Dalam penelitian ini, peta digital digunakan untuk menunjukkan lokasi persebaran timbulan sampah beserta jenis sampah yang ditemukan di setiap lokasi.
2.2 Penelitian Relevan
Penelitian mengenai sampah dan pemetaan digital telah banyak dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan dan persebaran sampah pada suatu wilayah. Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemetaan dapat membantu menampilkan informasi mengenai lokasi dan kondisi sampah secara lebih jelas.
Penelitian tentang pemetaan persebaran sampah di lingkungan sekolah juga relevan dengan penelitian ini karena sama-sama mengamati lokasi timbulan sampah dan jenis sampah yang ditemukan. Perbedaannya, penelitian ini dilakukan di SMAN 4 Jakarta dan hasil pengamatan disajikan dalam bentuk peta digital yang menunjukkan persebaran timbulan sampah di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mudah dipahami mengenai kondisi persebaran sampah di SMAN 4 Jakarta.
2.3 Kerangka Berpikir
Aktivitas warga sekolah menghasilkan berbagai jenis sampah yang tersebar di beberapa lokasi. Setiap lokasi memiliki jumlah dan jenis sampah yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan untuk mengetahui persebaran timbulan sampah di lingkungan SMAN 4 Jakarta.
Hasil pengamatan berupa lokasi, jenis sampah, dan tingkat timbulan sampah kemudian dikumpulkan dan dianalisis. Data tersebut selanjutnya disajikan dalam bentuk peta digital sehingga persebaran sampah dapat dilihat dengan lebih mudah.
Kerangka berpikir:
Aktivitas warga sekolah
↓
Menghasilkan timbulan sampah
↓
Pengamatan di beberapa area SMAN 4 Jakarta
↓
Identifikasi lokasi dan jenis sampah
↓
Pengumpulan dan analisis data
↓
Pemetaan digital
↓
Peta persebaran timbulan sampah SMAN 4 Jakarta
2.4 Hipotesis
Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka berpikir di atas, hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H₁ (Hipotesis kerja):
Terdapat perbedaan persebaran dan jenis timbulan sampah pada setiap lokasi di lingkungan SMAN 4 Jakarta, yang dapat ditunjukkan melalui peta digital.
H₀ (Hipotesis nol):
Tidak terdapat perbedaan persebaran dan jenis timbulan sampah pada setiap lokasi di lingkungan SMAN 4 Jakarta.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Jakarta, khususnya pada beberapa area yang menjadi lokasi aktivitas warga sekolah dan berpotensi menghasilkan timbulan sampah. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan untuk mengetahui persebaran, jenis, dan tingkat timbulan sampah pada setiap area.
Penelitian dilaksanakan pada bulan [isi bulan dan tahun penelitian]. Pengamatan dilakukan secara langsung pada area-area yang telah ditentukan.
3.2 Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh area lingkungan SMAN 4 Jakarta yang berpotensi menghasilkan atau menjadi tempat ditemukannya timbulan sampah.
Sampel penelitian adalah beberapa area di lingkungan SMAN 4 Jakarta yang dipilih untuk diamati. Sampel tersebut meliputi lokasi-lokasi seperti kantin, kelas, halaman, lapangan, dan area lainnya yang terdapat timbulan sampah.
Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa lokasi tersebut memiliki aktivitas warga sekolah dan berpotensi menghasilkan sampah.
3.3 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan persebaran timbulan sampah di lingkungan SMAN 4 Jakarta berdasarkan hasil pengamatan secara langsung.
Data yang diperoleh berupa lokasi ditemukannya sampah, jenis sampah, serta tingkat timbulan sampah pada setiap lokasi. Hasil penelitian kemudian disajikan dalam bentuk peta digital agar informasi mengenai persebaran sampah lebih mudah dipahami.
3.4 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sederhana dengan didukung oleh data hasil observasi lapangan. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencatat dan membandingkan jumlah atau tingkat timbulan sampah pada setiap lokasi yang diamati.
Selain itu, penelitian juga menggunakan pendekatan spasial karena data yang diperoleh berkaitan dengan lokasi persebaran sampah dan kemudian ditampilkan melalui peta digital.
Dengan pendekatan tersebut, penelitian dapat menunjukkan hubungan antara lokasi, jenis, dan tingkat timbulan sampah di lingkungan SMAN 4 Jakarta.
3.5 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Dalam penelitian ini, lokasi sampel dipilih berdasarkan area yang memiliki aktivitas warga sekolah dan berpotensi ditemukan timbulan sampah. Beberapa lokasi yang dapat dijadikan sampel antara lain:
1.Area kantin.
2.Ruang kelas.
3.Halaman sekolah.
4.Lapangan.
5.Area sekitar tempat sampah.
6.Area lain yang ditemukan memiliki timbulan sampah.
Setiap lokasi yang dipilih kemudian diamati untuk mengetahui jenis dan tingkat timbulan sampah yang terdapat di area tersebut.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
1. Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung kondisi sampah pada beberapa area di SMAN 4 Jakarta. Pengamatan meliputi lokasi ditemukannya sampah, jenis sampah, serta tingkat timbulan sampah pada setiap lokasi.
Jenis sampah yang dicatat meliputi:
1.Sampah organik
2.Sampah anorganik
3.Sampah B3
4.Sampah residu
2. Dokumentasi
>Dokumentasi dilakukan dengan mengambil foto kondisi sampah pada setiap lokasi pengamatan.
>Dokumentasi digunakan sebagai bukti pendukung hasil observasi dan membantu dalam proses identifikasi kondisi sampah.
3. Pencatatan Data Lokasi
Data lokasi setiap titik pengamatan dicatat untuk mengetahui persebaran timbulan sampah. Data lokasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam pembuatan peta digital.
4. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan mencari dan mempelajari berbagai sumber yang berkaitan dengan sampah, jenis sampah, timbulan sampah, pemetaan digital, dan teknologi GIS. Studi pustaka digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kajian pustaka dan pembahasan hasil penelitian.
3.7 Teknik Analisa Data
Data yang telah diperoleh dari hasil observasi kemudian dianalisis secara deskriptif. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan lokasi dan jenis sampah yang ditemukan.
Tahapan analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.Mengumpulkan data hasil observasi dari setiap lokasi yang telah ditentukan.
2.Mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu organik, anorganik, B3, dan residu.
3.Mencatat jumlah atau tingkat timbulan sampah pada setiap lokasi pengamatan.
4.Membandingkan kondisi setiap lokasi untuk mengetahui lokasi dengan timbulan sampah yang lebih tinggi atau lebih rendah serta jenis sampah yang paling dominan.
5.Memasukkan data lokasi ke dalam peta digital berdasarkan titik atau area pengamatan.
6.Menyajikan hasil analisis dalam bentuk peta digital yang menunjukkan persebaran timbulan sampah di SMAN 4 Jakarta.
7.Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan peta digital yang telah dibuat.
Hasil analisis tersebut digunakan untuk mengetahui persebaran timbulan sampah, jenis sampah yang dominan pada setiap lokasi, serta kondisi persebaran sampah di lingkungan SMAN 4 Jakarta.
BAB IV
HASIL PENELITIAN/PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data
Data penelitian diperoleh dari hasil observasi beberapa area di SMAN 4 Jakarta. Data yang dicatat meliputi lokasi, jenis sampah, dan tingkat timbulan sampah. Jenis sampah yang ditemukan terdiri dari organik, anorganik, B3, dan residu.
Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam peta digital untuk menunjukkan persebaran timbulan sampah pada setiap lokasi.
4.2 Uji Prasyarat Analisis
Data hasil observasi diperiksa berdasarkan kelengkapan lokasi, jenis sampah, dan tingkat timbulan. Data kemudian dikelompokkan berdasarkan lokasi agar dapat dibandingkan dan digunakan dalam pembuatan peta digital.
4.3 Pengujian Hipotesis
Berdasarkan hasil observasi, terdapat perbedaan jenis dan tingkat timbulan sampah pada beberapa lokasi yang diamati.
Dengan demikian:
H₁ diterima, karena terdapat perbedaan persebaran dan jenis timbulan sampah pada setiap lokasi.
H₀ ditolak.
4.4 Pembahasan Analisis Data
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran sampah di SMAN 4 Jakarta tidak merata. Setiap lokasi memiliki jenis dan tingkat timbulan sampah yang berbeda sesuai dengan aktivitas di area tersebut.
Peta digital membantu menunjukkan lokasi dan jenis timbulan sampah sehingga persebarannya lebih mudah diketahui dan dipahami.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Persebaran timbulan sampah di SMAN 4 Jakarta berbeda pada setiap lokasi.
2. Jenis sampah yang ditemukan meliputi organik, anorganik, B3, dan residu.
3. Peta digital dapat digunakan untuk menunjukkan lokasi dan persebaran timbulan sampah.
4. H₁ diterima karena terdapat perbedaan persebaran dan jenis sampah.
5.2 Saran
1. Warga sekolah diharapkan lebih menjaga kebersihan dan memilah sampah sesuai jenisnya.
2. Sekolah dapat meningkatkan fasilitas tempat sampah terpilah.
3. Peta digital dapat diperbarui secara berkala untuk memantau kondisi sampah.