Topik C: Bagaimana Wujud Benda Berubah?
Wujud zat bisa berubah-ubah, seperti es krim, dari wujud padat berubah menjadi wujud cair. Seperti uap air yang muncul dari gerobak penjual jagung rebus, awalnya berwujud cair kemudian berubah menjadi wujud gas. Bagaimana wujud suatu zat dapat berubah-ubah? Apa yang membuat suatu zat berubah dari suatu wujud ke wujud lainnya?
C.1 Apa Itu Mencair dan Membeku?
Mencair atau meleleh merupakan perubahan wujud benda dari padat ke cair. Beberapa benda padat bisa mencair, tetapi memang tidak semuanya mudah mencair seperti lilin, es batu, dan agar-agar. Ada benda-benda yang membutuhkan kalor lebih banyak agar bisa mencair. Apa itu kalor? Kalor adalah energi panas yang bisa diterima dan diteruskan oleh satu benda ke benda lain. Semakin banyak kalor yang diberikan, semakin cepat suatu benda mencair. Semakin besar api yang dinyalakan, semakin cepat suatu benda mencair.
Membeku merupakan perubahan wujud benda dari cair menjadi padat. Ada zat-zat yang membeku di suhu yang sangat dingin seperti air, tapi ada juga zat-zat yang membeku di suhu biasa (suhu ruang) seperti agar-agar, lilin, lemak, cokelat dan sebagainya. Ketika suatu benda yang sifatnya cair bisa berubah menjadi padat ketika zat cair itu kehilangan kalor. Dalam bahasa lain, ketika suhunya diturunkan (didinginkan) maka suatu zat cair bisa berubah menjadi padat. Contohnya seperti lilin dan agar-agar. Ketika api pada lilin dimatikan, maka suhu di sekitarnya akan turun. Akibatnya lilin di sekitar api yang awalnya berwujud cair berubah menjadi berwujud padat. Sama halnya dengan agar-agar. Ketika didinginkan (suhunya diturunkan) maka agar-agar akan berubah wujud dari cair menjadi padat.
C2. Apa Itu Menguap dan Mengembun?
Perubahan wujud benda cair menjadi gas disebut menguap. Ketika benda cair terus menerus dipanaskan, maka lama-kelamaan benda cair tersebut akan menguap. Contohnya ketika air dalam panci dipanaskan terus menerus, maka air itu akan mulai mendidih dan berubah wujud dari cair menjadi gas. Penguapan juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Keringat yang muncul setelah berolahraga lama-kelamaan akan kering. kini terjadi karena keringat menguap. Parfum yang disemprotkan ke kulit juga akan menguap sehingga tercium aroma yang wangi tubuh kita. Alkohol yang terdapat pada hand sanitizer juga akan menguap saat kita oleskan ke tangan. Sehingga kulit kalian menjadi kering setelah beberapa saat kalian gunakan.
Perubahan wujud benda dari gas menjadi cair disebut dengan mengembun. Pada daerah yang cukup dingin, terkadang uap air di udara berubah wujud menjadi butiran-butiran air kecil. Peristiwa ini disebut berkabut.
Contoh lain terbentuknya tetesan air pada gelas minuman dingin. Mungkin kamu pernah mengamati saat membuat segelas es teh atau minuman dingin sejenisnya, pasti kamu akan melihat tetesan air yang terbentuk di luar permukaan gelas. Mungkin kamu penasaran bagaimana itu bisa terjadi sebab air di dalam gelas tidak tumpah sama sekali. Peristiwa yang baru saja kamu lihat tersebut merupakan perubahan wujud yakni dengan cara mengembun. Apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi? Penjelasannya karena minuman dingin memiliki suhu yang jauh lebih rendah daripada lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, uap air dalam udara yang ada di sekitar minuman dingin tersebut pun akan mengembun. Uap air yang berubah menjadi embun akan mengubah wujud menjadi air dalam bentuk cair.
C3. Apa Itu Menyublim dan Terdeposisi?
Perubahan wujud benda padat menjadi gas disebut dengan sublimasi. Gas memiliki karakteristik yang mudah bergerak bebas ke mana saja. Itu sebabnya kalian akan melihat uap kapur barus menyebar ke segala arah. Bahkan tercium ke seluruh kelas. Adanya kalor atau panas dari api akan membuat gas semakin menyebar.
Proses perubahan wujud benda gas ke padat disebut juga dengan istilah deposisi. Ketika kalian meletakkan es di atas kaca arloji, suhu di permukaan kaca arloji akan turun. Uap kapur barus yang menempel di permukaan tutup kaca arloji akan berubah wujud menjadi padat kembali. Suhu yang dingin akan membuat uap kapur barus “kedinginan” dan akhirnya “diam”. Uap berkumpul di permukaan tutup panci/kaca arloji membentuk sebuah padatan seperti kristal.
Yuk, Simak dengan Seksama!