Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, SMP Negeri 1 Gedangan dapat menyusun Modul Pembelajaran di Luar Kelas (ODL) Kelas IX dengan tema "Simfoni Budaya “Suara Alam dan Kehidupan”. ". Tema ini menuntun peserta didik untuk menggali bagaimana elemen alam, budaya, dan kehidupan manusia dapat dipadukan menjadi karya seni kolaboratif yang harmonis. Melalui tema ini, peserta didik diharapkan mampu mengekspresikan hasil refleksi mereka dalam sebuah pagelaran seni yang menggabungkan unsur teater, tari, musik, dan seni rupa secara kreatif dan bermakna.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan bermakna, di mana murid dapat menggali nilai-nilai kearifan lokal melalui pengalaman nyata, serta
mengekspresikan hasil pembelajarannya dalam sebuah pagelaran besar yang menggugah kebanggaan akan budaya Nusantara.
Semoga website modul ini menjadi informasi digital dan portofolio yang bermanfaat bagi guru dan murid dalam mengulas kembali karya yang sudah dibuat dimasa mendatang
dengan kegiatan ODL dengan penuh makna dan semangat.
Pendidikan memiliki tujuan untuk membentuk murid menjadi individu yang berkarakter, kompeten, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Visi sekolah untuk melahirkan generasi yang berkarakter dan berprestasi diwujudkan melalui misi menghadirkan proses pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan potensi murid secara menyeluruh. Dalam kerangka tersebut, pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi pendekatan penting yang memastikan bahwa murid tidak hanya memahami konsep secara teoretis, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata, nilai kehidupan, serta tantangan masa depan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam, sekolah menguatkan kegiatan kokurikuler sebagai wahana pengembangan karakter dan keterampilan murid. Kegiatan kokurikuler memberikan ruang bagi murid untuk berlatih berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, berkreasi, serta mengasah kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan sosial-budaya di sekitarnya. Proses ini secara langsung mendukung pencapaian delapan dimensi Profil Lulusan, yaitu Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi—dimensi penting yang mempersiapkan murid agar siap hidup dan berperan pada zamannya. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kokurikuler satu semester, Outdoor Learning (ODL) dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan budaya Banyuwangi. Melalui observasi lapangan, interaksi dengan pelaku seni, dan eksplorasi karya budaya, murid memperoleh pengalaman autentik yang memperkuat pemahaman, membangun karakter, serta meneguhkan kompetensi yang telah diasah selama proses projek kokurikuler. Dengan demikian, Outdoor Learning bukan hanya kegiatan kunjungan, tetapi merupakan bagian integral dari pembelajaran yang mendalam—menghubungkan pengetahuan, nilai, dan keterampilan menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan berkesadaran budaya. Berangkat dari seluruh rangkaian pembelajaran tersebut, tema proyek pada kegiatan ini diangkat menjadi Simfoni Budaya “Suara Alam dan Kehidupan”. Tema ini menuntun peserta didik untuk menggali bagaimana elemen alam, budaya, dan kehidupan manusia dapat dipadukan menjadi karya seni kolaboratif yang harmonis. Melalui tema ini, peserta didik diharapkan mampu mengekspresikan hasil refleksi mereka dalam sebuah pagelaran seni yang menggabungkan unsur teater, tari, musik, dan seni rupa secara kreatif dan bermakna.
Kegiatan pembelajaran di luar kelas (ODL) bertujuan memberikan pengalaman belajar yang
autentik, kontekstual, dan bermakna bagi murid melalui eksplorasi seni, budaya, dan kearifan
lokal secara langsung, sehingga mendukung pencapaian dimensi Dimensi Profil Lulusan
Secara lebih rinci, tujuan modul ini adalah sebagai berikut:
Mengembangkan kreativitas murid melalui kegiatan eksplorasi seni tari, teater, musik,
karawitan, seni rupa, dan media digital.
Meningkatkan kemampuan kolaborasi dalam kerja kelompok lintas bidang seni, termasuk
kerja tim saat latihan, produksi, dan pementasan.
Mengembangkan keterampilan komunikasi, baik lisan maupun visual, melalui proses diskusi,
presentasi, dan publikasi hasil karya.
Menumbuhkan rasa kewargaan dan kecintaan terhadap budaya Indonesia, khususnya seni
tradisional seperti Ramayana, karawitan, panembromo, dan kearifan lokal lainnya.
Memperkuat kemandirian dan tanggung jawab melalui pembagian peran dalam
manajemen produksi dan pelaksanaan pagelaran seni.
Memberikan pengalaman praktik langsung yang tidak dapat diperoleh secara maksimal di
dalam kelas, seperti latihan panggung, penggunaan gamelan, pembuatan properti, dan
koordinasi pementasan kolosal.
Menghasilkan karya pagelaran seni Nusantara sebagai bentuk integrasi pembelajaran
budaya, seni modern, dan teknologi digital