Kegiatan masantren di SMPN 2 Pasawahan kali ini semakin istimewa dengan kehadiran dua dai muda berbakat dari kelas 7A. Kegiatan yang digelar di lapangan upacara ini diawali dengan lantunan indah Asmaul Husna secara berjamaah, menciptakan suasana khidmat dan penuh keberkahan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang dibawakan oleh perwakilan kelas 7A.
Penampilan pertama datang dari Ahmad Hasby, yang tampil penuh percaya diri di hadapan seluruh siswa, guru, dan warga sekolah. Dengan gaya ceramah yang lugas dan mengena, Hasby membawakan tema "5 Keuntungan Bulan Ramadan". Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, dan meraih pahala berlipat ganda. Penjelasannya yang runtut dan mudah dipahami berhasil menyita perhatian seluruh hadirin.
Tak kalah menarik, penampilan kedua dibawakan oleh Rifa Patihatu Dzakwan. Dengan penuh semangat, Rifa membawakan tema "Puasa adalah Bulan Kesabaran". Ia mengutip pendapat para ulama yang membagi kesabaran menjadi tiga, yaitu sabar terhadap nikmat, sabar terhadap musibah, dan sabar dalam menjalankan ibadah. Rifa menyampaikan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melatih kesabaran dan mengendalikan hawa nafsu. Pesan-pesannya yang mendalam dan penuh hikmah berhasil menyentuh hati para pendengar.
Kedua dai muda ini menutup penampilan mereka dengan gemilang, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh warga sekolah. Kepercayaan diri, kemampuan public speaking, dan kedalaman materi yang mereka sampaikan menjadi bukti bahwa generasi muda seperti mereka siap menjadi penerus dakwah yang handal.
Selamat kepada Ahmad Hasby dan Rifa Patihatu Dzakwan atas penampilan luar biasa mereka! Semoga kegiatan masantren ini dapat memotivasi seluruh siswa untuk terus meningkatkan ilmu dan amal ibadah, terutama di bulan suci Ramadan. Ayo, terus semangat belajar dan berkarya, teman-teman! 💪🌟
Hari Rabu, 19 Februari 2025, menjadi momen yang tak terlupakan bagi siswa-siswi kelas 7A SMPN 2 Pasawahan. Setelah bersama-sama membersihkan kelas dengan penuh semangat, mereka mengisi waktu istirahat dengan kegiatan yang sarat makna: Papahare. Papahare, sebuah tradisi Sunda yang berarti makan bersama, menjadi ajang bagi mereka untuk mempererat tali persahabatan dan keharmonisan.
Di selasar kelas yang teduh, sekelompok siswi duduk lesehan membentuk lingkaran kecil. Suasana riuh rendah tawa dan canda mengisi udara, menciptakan atmosfer yang hangat dan akrab. Masing-masing dari mereka membawa makanan dari rumah,dengan aneka menu masing-masing yang dikemas dalam wadah berupa misting sehingga tidak meninggalkan sampah setelah acara makan selesai. Menu yang beragam ini tak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan saling berbagi.
“Ayo, cobain masakan buatan mamahku!” seru salah seorang siswi sambil menyodorkan kotak makanannya. Teman-temannya pun dengan antusias mencicipi, tak lupa memberikan pujian dan senyuman. Tak ada sekat atau rasa canggung di antara mereka. Papahare ini bukan sekadar makan bersama, melainkan juga momen untuk saling peduli dan menghargai satu sama lain.
Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran hidup yang berharga. Mereka belajar untuk berbagi, menghargai perbedaan, dan menciptakan keharmonisan dalam keragaman. Setiap suapan makanan yang mereka nikmati seolah menguatkan ikatan persaudaraan di antara mereka. Tak jarang, cerita-cerita lucu dan pengalaman pribadi pun mengalir, membuat suasana semakin meriah.
Guru-guru yang melihat kegiatan ini pun tersenyum bahagia. Mereka melihat bagaimana Papahare tidak hanya mengisi perut, tetapi juga mengisi hati dengan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian. “Inilah esensi dari pendidikan karakter,” ujar salah seorang guru yang lewat.
Ketika bel tanda istirahat berakhir berbunyi, mereka pun bergegas membersihkan tempat dan kembali ke kelas dengan perasaan bahagia dan perut yang kenyang. Papahare hari itu bukan sekadar kegiatan makan bersama, melainkan sebuah momen yang mengukir kenangan indah dan mengajarkan arti kebersamaan yang sesungguhnya. Kelas 7A SMPN 2 Pasawahan telah membuktikan bahwa kebahagiaan sederhana seperti Papahare bisa menjadi fondasi kuat untuk persahabatan yang abadi.
Kebiasaan baik perlu dibangun sejak dini. Inilah yang sedang diterapkan di Kelas 7A SMPN 2 Pasawahan melalui Gerakan Membawa Bekal dari Rumah . Setiap pagi, sebelum memulai pelajaran, anak-anak duduk bersama di kelas menikmati sarapan yang telah mereka bawa dari rumah. Bukan sekadar makan bersama, kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam.
Dengan membawa bekal sendiri, para siswa dilatih untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Bekal yang disiapkan dari rumah tentu lebih higienis dan bergizi dibandingkan jajanan di luar. Selain itu, gerakan ini juga menjadi langkah nyata dalam menjaga lingkungan. Setiap siswa membawa makanan dalam wadah misting dan tumbler , mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah.
Selain manfaat kesehatan dan lingkungan, kegiatan sarapan bersama ini juga mempererat kebersamaan di kelas. Momen sederhana seperti berbagi cerita sambil menikmati bekal menjadikan suasana kelas lebih hangat dan akrab. Anak-anak belajar berbagi, menghargai makanan, dan semakin mengenal satu sama lain.
Gerakan ini sejalan dengan semangat pendidikan karakter di SMPN 2 Pasawahan. Membiasakan membawa bekal bukan hanya tentang kebersihan dan kesehatan, tetapi juga tentang membangun tanggung jawab dan kemandirian. Dengan kebiasaan baik ini, diharapkan para siswa tidak hanya tumbuh menjadi individu yang sehat, tetapi juga memiliki kesadaran yang tinggi terhadap lingkungan.
Sarapan pagi bersama di Kelas 7A bukan sekedar rutinitas, tetapi langkah kecil yang membawa perubahan besar!
Pasawahan, 21 Agustus 2024 – Kelas 7A SMPN 2 Pasawahan turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 dengan semarak Pesta Rakyat. Kegiatan yang diadakan pada Rabu pagi ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kegembiraan, mengundang partisipasi para orang tua siswa yang turut berbaur dalam perayaan tersebut.
Pesta Rakyat ini dibuka dengan kegiatan pembiasaan pembacaan Asmaul Husna yang dilakukan bersama-sama antara siswa dan orang tua. Suasana khidmat terasa ketika lantunan Asmaul Husna memenuhi aula sekolah, menambah nuansa religius dalam peringatan kemerdekaan ini.
Setelah itu, siswa dan orang tua bergotong-royong membersihkan lingkungan kelas. Kolaborasi antara siswa dan orang tua ini tidak hanya menciptakan suasana kebersihan, tetapi juga menguatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara mereka.
Acara dilanjutkan dengan sarapan bersama di selasar ruang kelas, di mana para siswa dan orang tua menikmati hidangan sederhana yang disiapkan bersama. Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat ikatan antara orang tua, siswa, dan guru.
Kegiatan ditutup dengan berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan siswa dan orang tua. Berbagai lomba seperti balap karung, tarik tambang, dan lomba makan kerupuk, diikuti dengan antusias oleh semua peserta. Sorak sorai dan gelak tawa meramaikan suasana, menciptakan kenangan manis dalam perayaan HUT RI kali ini.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh Kelas 7A beserta orang tua mereka dalam Pesta Rakyat ini menjadi contoh nyata bagaimana semangat gotong royong dan cinta tanah air dapat diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Perayaan ini bukan hanya menjadi ajang peringatan hari kemerdekaan, tetapi juga mempererat hubungan antara siswa, orang tua, dan sekolah dalam suasana yang penuh keceriaan.
Apa Kata Mereka Tentang Disiplin?
Zydan Ramadhan,
Menurut saya disiplin adalah hal yang harus kita lakukan dengan teratur .
wildatul hasanah,
disiplin menurut ku adalah,mematuhi peraturan,mengerjakan pekerjaan tepat waktu,menjauhi hal hal yg tidak baik.
Annisa Eka Ramadhani
menurut saya disiplin adalah ketertiban yang harus dilakuakan oleh setiap individu agar menjadi pribadi yang baik
Evan
menurut saya disiplin adalah ketertiban
faris rizqin mumtaz
menurut saya disiplin adalah disiplin adalah ketertiban/aturan bagi para murid
safa riyani
disiplin menurut saya adalah mematuhi peraturan dan menjauhi hal hal yang tidak baik.
rini ropiqoh
menurut saya disiplin itu seperti taat kepada aturan aturan yang sudah ada dan tidak melanggarnya
raffi sptiansah
disiplin adalah mematuhi pelaturan di sekolah
annisa fauziah
disiplin merupakan suatu ketertiban dalam melakukan segala hal
destri maulani
menurutku di siplin adalah mengenal waktu dan mengamalkan nya
evarina khaerunnisa
sikap dan perasaan taat dan patuh terhadap nilai nilai yang di percaya sebagai tanggung jawab
sipa nasabila
menurut saya disiplin hal yang patut di contoh
alifa zahra aldima
di siplin menurut saya menjaga kesopanan,etika,kerapihan pakaian maupun kerapihan lain - lainnya.
tya zahratul syifa
hidup menjadi teratur dan juga lebih mandiri
vina sari
menurut saya di siplin adalah menjaga etika,kesopanan,memakai seragam sekolah lengkap
azkia khoirunnisa
menurut saya di siplin adalah sesuatu yg teratur dan mandiri ,dan menjaga etika.