Pertanyaan ini mungkin pernah didengar, bahkan di tahun 2017 makanan khas Timur Tengah ini disebut-sebut sebagai saingan dari burger yang sudah lebih dulu mendunia.
Kebab awalnya adalah makanan yang dibuat dari daging domba atau sapi panggang, kemudian diiris menjadi tipis dan memanjang atau berbentuk satu. Namun, saat ini kebab lebih dikenal dengan tampilan lebih sempurna.
Yaitu dibalut roti tipis yang dipanggang, kemudian di dalamnya diberi irisan daging. Ada yang menambahkan sayuran, salad, keju, saos tomat,mayonnaise, saos sambal dan lainnya. Kemudian disajikan hangat sebagai sarapan, makan siang, atau sekedar cemilan pengganjal perut.
Di Indonesia saat ini sudah banyak gerai kebab yang eksis, menyediakan berbagai menu kebab dengan inovasinya masing-masing. Terkadang, orang dibuat bingung mau memilih makan kebab yang mana. Berikut ini, beberapa cara untuk memilih kebab enak dan dijamin puas.
Dari tampilan luarnya bisa dilihat bentuk daging kebab yang akan enak saat dimakan, beberapa kriterianya adalah memiliki aroma daging dan bumbu yang cukup kuat dan khas wanginya.
Dagingnya matang dengan sempurna, terlihat dari permukaan daging yang sudah kecoklatan namun tidak sampai gosong. Tekstur daging empuk saat diraba dan tidak kenyal, menandakan perpaduan daging dan tepung serta bahan lain sudah perfecto.
Permukaan kulit memiliki rona hitam bekas panggangan yang merata, aroma roti panggang tercium dengan tekstur roti yang masing sangat lembut ketika dipotong. Rasa roti memiliki perpaduan manis dan asin pas, sehingga ketika digigit bersama isian menjadi enak.
Pilih isian yang sesuai dengan selera Anda, pastikan semua topping yang diinginkan sudah tersedia di dalam satu porsi kebab tersebut.
Kebab yang enak dan berkualitas, sudah dijual dengan versi hangat langsung beli di gerai yang tersedia di banyak kawasan. Kemudian ada juga versi frozen yang bisa dikirim kemana saja, sehingga Anda bisa menyajikannya sendiri setelah dipanggang sampai matang.
Burger adalah makanan yang berupa roti dan berbentuk bundar, diiris menjadi dua, dan ditengahnya berisi patty yang biasanya diambil dari daging, kemudian ditambahkan dengan sayur-sayuran seperti selada, tomat dan bawang bombay. Sebagai sausnya, burger diberi berbagai jenis saus seperti mayonnaise, saus tomat, saus sambal dan mustard. Bahkan beberapa varian burger juga ditambah dengan keju, sosis dan ham (daging asap).
Hamburger atau Burger sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Ada banyak teori dan cerita yang mengatakan jika Hamburger berasal dari Hamburg, Jerman pada abad pertengahan. Pada waktu itu Hamburg merupakan pusat pertemuan antar pedagang yang berasal dari Eropa dan Arab. Pedagang dari Arab pada waktu itu sering makan Kibbeh, yaitu berupa daging kambing cincang yang dicampur dengan rempah-rempah yang kemudian dipanggang. Semakin lama penduduk Hamburg semakin akrab dengan Kibbeh, hanya saja mereka kemudian mengubah atau mengolah makanan tersebut dengan teknik memasak ala mereka. Dari sinilah kemudian muncul nama Hamburger atau Burger.
Kata Hamburger pertama kali muncul pada buku milik Delmonico restoran di New York, Amerika Serikat pada tahun 1834. Sedangkan roti sendiri yang disebut dengan Bun. Menurut sejarahnya, muncul saat diciptakan oleh J. Walter Anderson yaitu seorang koki istana pada tahun 1916. Sejak saat itu daging burger dan roti bun bertemu menjadi Hamburger seperti yang kita kenal sekarang.
Hamburger Mendunia
Seiring waktu yang terus berjalan, muncul sebuah perubahan pada menu yang satu ini. Daging sapi disajikan dengan dua potong roti seperti yang telah kita tahu selama ini. Louis Lassen disebut sebagai penemu ide daging sapi yang diletakkan diantara dua roti pada tahun 1900-an.
Dengan perjalanan waktu, Hamburger kini telah mendunia. Makanan yang berbahan dasar roti ini tersebar di seluruh dunia dengan cepat. Hampir pada semua negara dapat ditemui makanan yang lebih dikenal dengan sebutan Burger ini. Saat ini Burger tidak hanya dapat dinikmati di hotel-hotel dan restoran mahal saja, tapi juga dapat dinikmati di rumah makan cepat saji.
syawarma adalah kuliner khas Timur Tengah yang berupa roti pipih berisi irisan daging sapi atau kambing yang dipanggang dan dicampur dengan saus serta sayuran. Shawarma merupakan makanan cepat saji khas Timur Tengah.
Shawarma sekilas mirip dengan kebab, sehingga banyak orang yang keliru menyebut antara shawarma dan kebab. Namun, salah satu perbedaan yang mencolok dari keduanya adalah shawarma dibungkus dengan roti sementara kebab dibungkus dengan tortila.