Menyatukan Perbedaan, Membangun Kebersamaan
Berbagai aspek kehidupan kerap kali menghadirkan isu-isu keberagaman dan inklusivitas. Inklusivitas sendiri bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga tentang partisipasi yang bermakna. Berangkat dari hal tersebut, dilakukan Dialog Sunyi yang merupakan program kerja dari Divisi Sosial Masyarakat (Sosmas). Menghadirkan kelas bahasa isyarat sebagai wadah pembelajaran inklusif, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya bahasa isyarat dan budaya tuli dari tingkat dasar yang digunakan oleh teman tuli. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan kepekaan sosial terhadap pentingnya komunikasi inklusif dan menaruh perhatian atas hal tersebut dengan turut melakukan berbagai kegiatan yang mendukung kesetaraan.
Pada tahun ini, Divisi Sosmas berkesempatan untuk menyelenggarakan Dialog Sunyi dalam tiga kali pertemuan yaitu pada tanggal 30 April, 7 & 14 Mei 2025 dengan mengusung tema “Menyatukan Perbedaan, Membangun Kebersamaan”. Pada pertemuan pertama, Dialog Sunyi dilaksanakan di BRIWork Co-Working Space FISIPOL UGM, sedangkan pertemuan kedua dan ketiga dilaksanakan di BRIWork Amphitheater FISIPOL UGM pada pukul 15:30-17.00 WIB. Kegiatan Dialog sunyi meninggalkan kesan yang mendalam karena menghadirkan kolaborasi langsung dengan Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN).
Dalam tiga kali pertemuan, Dialog Sunyi memberikan kesempatan bagi peserta untuk berlatih berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dasar. Materi yang diajarkan bersifat variatif dengan harapan peserta dapat mengenal bahasa isyarat secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran pada tanggal 30 April 2025 adalah abjad, kata sapaan, dan kata tanya. Materi pembelajaran pada tanggal 7 Mei 2025 adalah istilah orang, nama tempat, dan keterangan waktu. Materi pembelajaran pada tanggal 14 Mei 2025 adalah kata benda, kegiatan sehari-hari, dan percakapan/interaksi. Setiap pertemuan dihadiri oleh 40 peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi serta memberikan respons positif selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi pemaparan materi dan sesi games interaktif.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Komunitas GERKATIN atas kontribusi aktif dan kolaborasi yang sangat bermakna dalam menyukseskan Dialog Sunyi 2025. Melalui wawasan dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung, diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memulai langkah awal dalam menciptakan ruang yang lebih inklusif dan setara bagi teman tuli.