Peta merupakan sebuah produk dari seorang geographer yang sedang mengkaji sebuah fenomena di permukaan bumi.
Kampung warna-warni Jodipan terletak pada lintang selatan dan bujur timur yang disimbolkan huruf "S dan " E pada koordinat peta, "S artinya south (selatan) sedangkan "E artinya east (timur).
Letak berdasarkan titik koordinat inilah yang dinamakan letak astronomis suatu wilayah atau disebut juga letak absolut (tetap) / tidak berubah-ubah.
Analisis tentang data kondisi fisik Kelurahan Jodipan diperoleh dari Kelurahan setempat,jurnal dan website resmi Pemkot Malang. Kondisi fisik wilayah merupakan sebuah gambaran yang mencerminkan keadaan alam yang ada di suatu wilayah atau ruang dalam perspektif ilmu geografi.
1. Letak relatif/geografis Kelurahan Jodipan
Letak geografis merupakan letak suatu wilayah yang dilihat dari wilayah lain yang ada di sekitarnya. Secara geografis letak Kampung jodipan memiliki batas-batas administratif dengan wilayah lain yakni sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Polehan dan Kelurahan Ksatrian,sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Kotalama,sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Sukoharjo dan sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Kedungkandang(monografi jodipan,2017).
2. Letak absolut/astronomis Kampung Jodipan
Letak astronomis atau bisa juga disebut dengan letak absolut adalah letak suatu wilayah yang didasarkan pada garis-garis astronomis yaitu garis lintang dan garis bujur.Secara astronomis letak Kampung Jodipan terletak pada titik koordinat S 7º58’52,32” dan E 112º38’44”.
3. Luas Kampung Jodipan
Luas Kelurahan Jodipan seluruhnya adalah 49,35 hektar dengan jumlah RW ada 8 dan jumlah RT sebanyak 86.
4. Topografi
Kelurahan Jodipan merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Blimbing,Kecamatan Blimbing mempunyai ketinggian wilayah 466 mdpl ,jika dibandingkan dengan ketinggian kecamatan lain yang ada di Kota Malang ini maka Kecamatan Blimbing merupakan daerah tertinggi nomor dua setelah Kecamatan Lowokwaru yang mempunyai ketinggian 526 mdpl sedangkan kecamatan lainnya memiliki ketinggian sebesar 455 mdpl untuk Kecamatan Klojen, dan 445 mdpl untuk Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun(malang.go.id).
Sementara itu daerah Kelurahan Jodipan meimiliki dua kelas kemiringan lereng yaitu kelas 0-3% dan kelas 15-25%, kelas kemiringan 0-3% termasuk daerah yang datar sehingga kemungkinan daerah yang datar tersebut merupakan daerah yang dilalui oleh jalur kereta api yang ada di daerah Kelurahan Jodipan sementara itu kelas 15-25% merupakan kelas agak curam , kemungkinan besar daerah tersebut merupakan masih wilayah kompleks pegunungan barat Kabupaten Malang.
5. Bentang Lahan
Bentang lahan merupakan gabungan dari bentuk lahan (landform).Bentuk lahan merupakan kenampakan tunggal seperti sebuah bukit atau lembah sungai.Kombinasi dari kenampakan tersebut membentuk suatu bentang lahan seperti daerah perbukitan yang baik bentuk maupun ukurannya bervariasi/berbeda-beda , dengan aliran air sungai di sela-selanya.
Kelurahan Jodipan merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Blimbing yang memiliki ketinggian sekitar 466 mdpl, dari ketinggian tersebut maka dapat dilihat bahwa daerah Kelurahan Jodipan merupakan daerah yang tidak tergolong sebagai dataran rendah(plain) juga tidak termasuk kedalam dataran tinggi (plato). Dataran atau plain memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:
a) Merupakan daerah rendah dengan ketinggian dari permukaan laut umumnya kurang dari 300 meter.
b) Relief setempat atau amplitudes ketinggian tempat kurang dari 150 meter.
c) Strukturnya sederhana.
d) Dapat terbentuk karena tenaga endogen maupun proses eksogen.
e) Memiliki kondisi iklim yang seragam.
f) Sungai-sungai yang ada alirannya lambat.
g) Biasanya terdiri dari endapan yang agak terpadatkan maupun tidak terpadatkan.
h) Lembah dan ngarainya dangkal(Suharini dkk,2014:128).
Sementara dataran tinggi (plateau) merupakan wilayah lahan yang memiliki struktur sederhana karena terdiri dari perlapisan-perlapisan yang horizontal.Plato adalah suatu wilayah yang relatif tinggi dan datar,dibatasi setidak-tidaknya oleh satu sisi yang mendadak turun menuju daerah yang lebih rendah.Menurut Finch (1948) terdapat tiga macam plato yaitu plato antar pegunungan (intermountain),plato kaki pegunungan (piedmont) dan plato kontinental (continental/tableland) (Suharini dkk,2014:139).
Kelurahan Jodipan merupakan wilayah dengan kondisi topografi berupa kemiringan lereng datar dan agak curam, hal ini dibuktikan dari aliran sungai brantasnya yang deras yang menunjukkan bahwa daerah tersebut tidak datar sehingga aliran airnya mengalir dengan deras.Sementara itu,jika dilihat dari kondisi fisik kota Malang yang termasuk intermountain plane atau artinya adalah dataran yang dikelilingi kompleks pegunungan.Daerah yang dikelilingi pegunungan selalu memiliki topografi yang lebih tinggi akibat dari pengendapan material hasil erupsi maupun tenaga endogen, sehingga dapat dikatakan bahwa daerah Kelurahan Jodipan merupkan bentang lahan plane atau dataran namun ketinggiannya sekitar 466 mdpl karena adanya pengendapan material erupsi dan dampak akibat tenaga endogen.
6. Jenis Tanah
Tanah menurut kajian geografi adalah tubuh alam gembur yang menyelimuti sebagian besar permukaan bumi dan mempunyai sifat dan karakteristik fisik,kimia biologi serta morfologi yang khas sebagai akibat dari serangkaian panjang berbagai proses yang membentuknya (Sartohadi,Jamulya,SariDewi, 2012:2).
Kelurahan Jodipan mempunyai tanah dengan jenis aluvial dan latosol (Budi Santosa,Ledy Vithalia Terik,2016:267).Jenis tanah alluvial merupakan jenis tanah yang dikategorikan sebagai tanah muda karena belum mengalami perkembangan lanjut dari bahan induknya. Tanah ini memiliki sifat-sifat : tekstur beraneka, belum terbentuk struktur, konsistensi dlam keadaan basah lekat, pH beraneka, kesuburan umumnya sedang hingga tinggi. Persebaran tanah ini terdapat di daerah dataran alluvial sungai, dataran alluvial pantai dan di daerah cekungan. Tanah latosol merupakan tanah yang telah berkembang. Latosol biasanya tersebar di daerah beriklim basah, elevasi antara 300-1000 meter. Latosol pada umumnya berasal dari bahan induk abu gunung api yang menyelimuti batuan induk tuf, materil vulkanis, breksi, batuan beku intrusi. (Jamulya,Junun Sartohadi ,Nur Indah Sari Dewi,2012:114)
1. Kepadatan Penduduk Aritmatik
Kepadatan penduduk aritmatik adalah jumlah rata-rata penduduk per luas wilayah,kepadatan penduduk aritmatik dapat dihitung dengan rumus (Wardiyatmoko,2012:52),
Jumlah penduduk Kelurahan Jodipan yang diambil dalam data monografi Jodipan tahun 2017 berjumlah 13.135 jiwa, sedangkan wilayahnya mempunyai luas 49,35 hektar.
Kepadatan penduduk : 266
Artinya setiap satu hektar terdapat kurang lebih sekitar 266-277 penduduk yang bertempat tinggal disitu dalam klasifikasi tabel kepadatan penduduk termasuk kedalam klasifikasi kepadatan penduduk tinggi ,penghitungan kepadatan penduduk aritmatik berguna dalam bidang perencanaan wilayah misalnya dengan mengetahui tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah ,pemerintah dapat merencanakan pembangunan fasilitas sosial seperti jika kepadatan penduduk aritmatik rendah maka pembangunan fasilitas umum bisa dirangkap dengan daerah lain agar keuangan atau finansial pemerintah dapat termanage dengan baik namun jika kepadatan penduduk aritmatik tinggi maka pembangunan fasilitas perlu dipertimbangkan dengan jumlah penduduk yang menggunakan fasilitas tersebut.
2. Rasio Ketergantungan (dependency ratio)
Rasio ketergantungan adalah angka yang menunjukkan besar beban tanggungan atau perbandingan jumlah penduduk kelompok usia produktif terhadap kelompok usia tidak produktif (Wardiyatmoko,2012:61).Berdasarkan data yang diambil dari monografi Jodipan tahun 2017 , jumlah penduduk usia muda (0-15) berjumlah 3.044 orang,jumlah penduduk produktif (15-65) sebanyak 9.173 orang dan jumlah penduduk usia tua (65 keatas) sebanyak 820 orang.
DR=42,13 atau 42 Artinya setiap 100 orang (yang dianggap produktif) mempunyai tanggungan sebanyak 42 orang yang belum produktif.Rasio ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaaan ekonomi penduduk suatu wilayah, angka ketergantungan merupakan salah satu indikator demografi yang penting.Semakin tingginya persentase DR menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk prosuktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi dan berlaku sebaliknya (bps.go.id,2017).
Dari hasil pengitungan DR Kelurahan Jodipan dapat diketahui bahwa tingkat angka ketergantungan di Kelurahan Jodipan tergolong rendah,karena jumlah penduduk produktifnya jauh lebih besar daripada yang muda maupun yang sudah tidak produktif lagi (tua) sehinga secara otmatis DR nya juga rendah.