Sejak di masa sekolah, saya memang sangat tertarik dalam mempelajari hal-hal baru dan mengikuti kegiatan-kegiatan terutama untuk menambah skill, membuka wawasan dan memperluas relasi. Apapun itu kegiatannya prinsipnya saya ingin tahu dan membuat saya menjadi lebih baik dan berkembang saya akan gassskenn!
Di halaman ini saya akan membagikan beberapa POV atau sudut pandang dari seminar ataupun kegiatan-kegiatan yang pernah saya ikuti sebagai bahan bacaan untuk sekedar menambah insight baru kamu 🥰
Saya akan memulai dengan pertanyaan:
Apa itu Belajar???
Para ahli mendefinisikan tentang pengertian belajar.
Slameto menyatakan, Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pengalaman yang menghasilkan perubahan dalam diri seseorang. Sementara Gagné menyatakan belajar merupakan suatu proses ketika suatu organisme mengalami perubahan kemampuan sebagai akibat dari pengalaman.
Sederhananya.....
Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pengalaman yang menghasilkan perubahan dalam diri seseorang.
Banyak dari kita yang familiar dengan istilah masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Lantas timbullah pertanyaan-pertanyaan, apakah saya sudah belajar? kok kadang sudah belajar lupa ya? bagaimana sih cara belajar yang baik? dan bagaimana sih sebuah pembelajaran itu dikatakan berhasil? Jawabannya versi saya adalah ...
Ada alasan mengapa Allah menciptakan 2 telinga dan 1 mulut. Agar kita lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara.
Langkah awal menjadi pembelajar yang baik adalah menjadi pendengar yang baik.
Jadi good listener itu bukan cuma diam saat orang lain bicara. Tapi benar-benar hadir, fokus, mencoba memahami, dan nggak buru-buru menyimpulkan. Karena setiap orang yang kita dengarkan bisa membawa cerita, pengalaman, atau insight yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya.
Sebagai guru, saya percaya bahwa anak yang mau mendengarkan bukan berarti pasif. Justru, dari mendengarkan itulah rasa ingin tahu tumbuh, pemahaman bertambah, dan cara berpikir kita jadi lebih luas.
So, sebelum sibuk ingin didengar, yuk belajar untuk mendengarkan. Karena bisa jadi, ada banyak hal keren yang baru bisa kita pahami ketika kita berhenti sejenak dan benar-benar membuka telinga serta hati. ✨
Salah satu tanda bahwa proses belajar berhasil adalah ketika siswa mampu menceritakan kembali apa yang sudah dipelajari.
Karena belajar bukan sekadar “sudah dengar” atau “sudah hafal”. Ketika seorang siswa bisa menjelaskan kembali dengan bahasanya sendiri, itu artinya ia bukan cuma mendengar, tapi sudah mulai memahami.
So, let’s teach our students to be a good listener, because good listening is where meaningful learning begins. Dan ketika mereka sudah bisa retell, di situlah kita tahu: “Oh, ternyata mereka benar-benar paham.” ✨
Tahap berikutnya adalah evaluation—ketika seorang pembelajar mampu melihat kembali apa yang sudah ia pahami, menemukan bagian yang masih kurang, dan menyadari apa yang perlu diperbaiki.
Karena tanda seorang pembelajar yang baik bukan hanya bisa mengulang apa yang didengar, tetapi juga mampu mengevaluasi pemahamannya sendiri.
Dan tahap yang paling penting: behave.
Kembali kepada definisi belajar sebagaimana yang telah di sampaikan di awal tadi, tandanya seseorang belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku.
Karena ilmu yang kita pelajari seharusnya terlihat dalam cara kita bersikap. Kalau anak sudah memahami sebuah pelajaran, maka perlahan akan terlihat dari perilaku, pilihan, dan cara mereka memperlakukan orang lain.
So, real learning is not just “I know.”
It’s “I understand, I reflect, and I show it through my behavior.”
Btw, saya mendapatkan materi ini dari salah satu kelas ketika saya mengikuti seminar yang berjudul Succesful Learning yang diadakan oleh QIC Pontianak pada tahun 2014.
Semoga kita dapat menerapkan Succesful Learning di kehidupan kita sehari-hari.
Baca juga: